Komunikasi Bisnis



44 Responses to “Komunikasi Bisnis”

  1. coba saudara cari dan kumpulkan surat-surat bisnis sebanyak-banyaknya.kemudian saudara analisis menurut teori komunikasi bisnis yang saudara pelajari. Suadara ketik surat tersebut dan analisis tersebut dan kirim hasil kerjaan saudara melalui email saya [email protected] paling lambat sebelum minggu tenang

  2. Komunikasi nonverbal
    Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
    Langsung ke: navigasi, cari

    Penggunaan ekspresi wajah merupakan salah satu komunikasi nonverbal.Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.

    Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi “tidak menggunakan kata” dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.

    Daftar isi [sembunyikan]
    1 Jenis-jenis komunikasi nonverbal
    1.1 Komunikasi objek
    1.2 Sentuhan
    1.3 Kronemik
    1.4 Gerakan tubuh
    1.5 Vokalik
    1.6 Lingkungan
    2 Variasi budaya dalam komunikasi nonverbal
    3 Referensi
    4 Catatan kaki
    5 Lihat pula

    [sunting] Jenis-jenis komunikasi nonverbal

    [sunting] Komunikasi objek

    Seorang polisi menggunakan seragam. Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi objek.Komunikasi objek yang paling umum adalah penggunaan pakaian. Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang digunakannya, walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe. Misalnya orang sering lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya menarik. Selain itu, dalam wawancara pekerjaan seseorang yang berpakaian cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan daripada yang tidak. Contoh lain dari penggunaan komunikasi objek adalah seragam.

    [sunting] Sentuhan
    Haptik adalah bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.

    [sunting] Kronemik
    Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktifitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).[1]

    [sunting] Gerakan tubuh
    Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan.[2][3]

    [sunting] Vokalik
    Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti “mm”, “e”, “o”, “um”, saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.[4]

    [sunting] Lingkungan
    Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.[5]

    [sunting] Variasi budaya dalam komunikasi nonverbal
    Budaya asal seseorang amat menentukan bagaimana orang tersebut berkomunikasi secara nonverbal. Perbedaan ini dapat meliputi perbedaan budaya Barat-Timur, budaya konteks tinggi dan konteks rendah, bahasa, dsb. Contohnya, orang dari budaya Oriental cenderung menghindari kontak mata langsung, sedangkan orang Timur Tengah, India dan Amerika Serikat biasanya menganggap kontak mata penting untuk menunjukkan keterpercayaan, dan orang yang menghindari kontak mata dianggap tidak dapat dipercaya.[6]

    [sunting] Referensi
    Verderber, Rudolph F.; Kathleen S. Verderber (2005). “Chapter 4: Communicating through Nonverbal Behaviour”, Communicate!, edisi ke-11, Wadsworth. ISBN 0-534-73936-4.

    [sunting] Catatan kaki
    ^ Verderber (2005), h. 82-83
    ^ Ekman, P.; W. V. Friesen (1969). Semiotica, I, 49-98.
    ^ Verderber (2005), h. 74-75
    ^ Verderber (2005), h. 77-78
    ^ Verderber (2005), h. 84-88
    ^ Nonverbal Communication: Speaking Without Words

    [sunting] Lihat pula
    Komunikasi
    Komunikasi antar-personal
    Komunikasi verbal
    Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_nonverbal”
    Kategori: Komunikasi manusia
    TampilanArtikel Pembicaraan Sunting ↑Versi terdahulu Peralatan pribadiLog in / create account Navigasi
    Halaman Utama
    Portal komunitas
    Peristiwa terkini
    Perubahan terbaru
    Halaman sembarang
    Bantuan
    Menyumbang
    Warung Kopi
    Pencarian
    Kotak peralatan
    Pranala balik
    Perubahan terkait
    Pemuatan
    Halaman istimewa
    Versi cetak
    Pranala permanen
    Kutip artikel ini
    Bahasa lain
    বাংলা
    Català
    Česky
    Deutsch
    English
    Español
    Français
    日本語
    Polski
    Русский

    Halaman ini terakhir diubah pada 09:32, 13 Februari 2008. Seluruh teks tersedia sesuai dengan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
    Wikipedia® adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Inc.
    Kebijakan privasi Perihal Wikipedia Penyangkalan

  3. Komunikasi dalam Pembelajaran
    Refleksi Oleh Dr Ismail Zain (Bahagian 1)

    SETIAP hari kita berkomunikasi dengan ibu bapa, keluarga, rakan dan guru-guru. Di sekolah komunikasi berlaku secara formal dan tidak formal. Ketika berada di bilik darjah di mana proses pengajaran pembelajaran sedang berlangsung maka komunikasi kita akan berlaku secara formal tetapi apabila kita berada di kantin dan berbual-bual bersama rakan-rakan, maka proses komunikasi itu berlaku secara tidak formal. Secara lebih khusus komunikasi boleh diberi pengertian seperti berikut:-

    “Any act by which one person gives to or receives from another person information about that person’s needs, desires, perceptions, knowledge, or affective states. Communication may be intentional or unintentional, may involve conventional or unconventional signals, may take linguistic or nonlinguistic forms, and may occur through spoken or other modes.”

    (http://www.unm.edu/~devalenz/handouts/defcomm.html)

    Sepertimana yang dijelaskan di atas secara kesimpulannya komunikasi membawa maksud perhubungan antara manusia yang melibatkan perlakuan untuk mendapat atau menerima maklumat tentang keperluan, kehendak, tanggapan, pengetahuan atau keadaan perasaan seseorang. Ia boleh berlaku secara verbal atau non-verbal. Oleh itu proses komunikasi amatlah penting dan memberi kesan kepada perhubungan manusia terutamanya perhubungan antara sesama pelajar maupun antara guru dan pelajar.

    Komunikasi secara verbal. Ia boleh berlaku sama ada secara pertuturan bersemuka atau melalui media. Oleh kerana pertuturan ini melibatkan 2 pihak atau lebih, maka satu bentuk etika haruslah diamalkan. Perkara ini harus diberi perhatian kerana pertuturan secara bersemuka memberi kesan yang mendalam terhadap perasaan, pemahaman serta tanggapan terhadap peribadi. Ketegangan boleh berlaku jika pertuturan tersebut menyinggung perasaan atau menyentuh hal peribadi. Tidak hairanlah kalau kita lihat terdapat beberapa kes yang melibatkan pergaduhan antara pelajar kerana pertuturan yang menyebabkan perselisihan faham.

    Dalam proses temuduga pula komunikasi secara verbal ini dapat memberi penilaian dalam menentukan prestasi seseorang. Di zaman kecanggihan teknologi, komunikasi secara verbal juga boleh berlaku secara interaktif melalui media elektronik seperti perbualan dalam video di TV, internet dan telefon bimbit. Walau bagaimanapun impaknya tidak begitu ketara kerana kedua-dua pihak dipisahkan dengan jarak yang tertentu dan mereka hanya berada di dalam alam maya (virtual) sahaja.

    Komunikasi secara non-verbal: Komunikasi secara non-verbal melibatkan isyarat dan pergerakan. Komunikasi secara ini juga amat penting kerana melalui mimik muka, jelingan mata, genggaman tangan, lambaian tangan dan sebagainya akan menimbulkan pelbagai reaksi yang boleh merangsangkan perasaan ke arah pencetusan situasi yang berbeza.

    Kedua-dua bentuk komunikasi ini amatlah penting terhadap proses pengajaran dan pembelajaran untuk mewujudkan satu persekitaran yang sihat. Oleh itu persekitaran seumpama ini banyak bergantung kepada tatacara setiap individu yang berinteraksi dalam pelbagai situasi.

    TENTANG KAMI | HUBUNGI KAMI | PANDUAN | TERMA/SYARAT |

  4. OptionsDisable Get Free Shots
    Bayou BlogKetrampilan Komunikasi Verbal
    August 15, 2006 at 8:50 am (Dunia Kerja)

    GloriaNet – Belakangan ini ketrampilan berkomunikasi semakin diperlukan untuk meniti tangga karir. Walaupun seseorang sudah memiliki keahlian dan kemampuan dalam suatu bidang, ketrampilan komunikasi tetap tidak bisa diabaikan. So, apapun keahlian anda harus dibalut oleh kepiawaian berkomunikasi. Bukti-bukti menunjukkan bahwa banyak karyawan yang pandai, mengalami keterlambatan karir karena kurang mahir dalam komunikasi.

    Sedangkan orang yang kepandaiannya hanya rata-rata bisa mencapai karir yang baik karena kemahirannya dalam komunikasi. Memang, apapun pekerjaan dan profesi anda, anda tidak bisa menghindar dari komunikasi. Ketrampilan komunikasi secara personal sangat dibutuhkan dalam memuluskan tugas-tugas anda, seperti mengungkapkan ide, negosiasi, presentasi, lobbying, maupun networking. Nah, berikut ini adalah tips melakukan komunikasi verbal untuk menunjang karir anda:

    Kekuatan kata
    Jangan menggunakan kata-kata yang sulit diucapkan dan dihafalkan. Lebih baik anda menggantinya dengan kata-kata yang lebih mudah dicerna. Tetapi agar kata-kata anda terkesan kuat, gunakan istilah tertentu untuk memperjelas maksud anda. Untuk itu kuasai unsur-unsur bahasa, seperti sinonim, antonim, anonim, ungkapan (idiom), dan kata penghubung. Sehingga anda memiliki kosa kata yang lebih luas dan bernilai tinggi.

    Ragam bahasa
    Pahami dan kuasai ragam bahasa, baik yang resmi maupun tidak. Baik bahasa lisan maupun tulisan. Dan ketahuilah ragam bahasa dalam suatu kalangan kemudian gunakan bahasa tersebut di kalangan itu. Misalnya bahasa pergaulan di orang-orang perbankan berbeda dengan bahasa orang-orang penerbitan. Dengan demikian anda bisa lebih fleksibel dalam berbahasa tergantung situasi dan kondisi yang tengah anda hadapi. Menguasai ragam bahasa ini termasuk penguasaan anda terhadap bahasa asing. Paling tidak kuasailah bahasa internasional yang paling umum yaitu Bahasa Inggris. Ini akan sangat membantu kelancaran anda dalam berkomunikasi terutama dengan orang-orang asing.

    Kekuatan suara
    Bagaimana anda bisa berkomunikasi tanpa suara yang jelas? Maka perhatikan kualitas suara dalam komunikasi verbal. Gunakan intonasi dan nada suara, tempo, jeda, dinamika, dan ekspresi suara dengan baik dan benar. Ketika berkomunikasi, usahakan suara nafas tidak terdengar. Kontrol kualitas suara anda dengan baik. Jangan bicara dalam nada yang terlalu cepat tapi juga jangan terlalu lambat. Gunakan kecepatan suara sedang. Sehingga anda tidak kesulitan memenggal kalimat tanpa kehilangan maknanya. Dengan ekspresi suara yang jelas, kalimat-kalimat yang anda ucapkan menjadi lebih jelas dan mudah dipahami.

    Hindari aksen daerah
    Hindari komunikasi yang menunjukkan aksen atau logat daerah yang terlalu kental. Memang sih jika anda berasal dari daerah tertentu cukup sulit untuk menghilangkan aksennya. Tapi usahakan agar tidak terlalu dominan. Tunjukkan karakter suara yang tegas namun dengan tutur kata yang teratur serta intonasi suara yang tepat.

    Menjadi pendengar aktif
    Komunikasi yang efektif dapat terwujud karena adanya keseimbangan antara pembicara dan pendengar. Anda bukan hanya bisa berbicara tetapi juga harus bisa menjadi pendengar yang baik. Tentu saja menjadi pendengar yang aktif. Simak ucapan lawan bicara dengan seksama dan dengarkan dengan sensitifitas yang tinggi. Beri respon positif terhadap pembicaraan tersebut dan ungkapkan pendapat anda. Ketahui kapan anda harus berbicara dan interupsi. Jangan lupa pertahankan kontak mata. Kontak mata yang baik menunjukkan empati dan simpati anda terhadap lawan bicara.

    Dengan ketrampilan komunikasi yang anda miliki, jalan untuk menuju sukses akan semakin terbuka lebar. So, mulai sekarang pelajari dan tingkatkan ketrampilan komunikasi anda. Lagipula dengan keahlian komunikasi, anda akan mudah diterima dimanapun anda berada. Semoga sukses..! (GCM/Astaga!)

    ——————————————————————————–

    Possibly related posts: (automatically generated)

    Do Good, Look Good, Feel Good
    Tips PC
    DILEMA : BUKAN KERJA IDAMAN.
    9 Comments

    reno said,
    August 28, 2006 at 2:36 am

    kalo mau jadi pendengar yang baik gimana ya?

    pinkie said,
    November 9, 2006 at 11:19 am

    i love this article!!! helps me alot with my task!!! thankew very muchh!!

    rina lestari said,
    November 22, 2006 at 9:18 am

    please dong, gw dikirimn article2 ttg hal2 yg menunjang karir gw di dunia marketing. kyk gn ni, yg gw cr. thks bgt y? gw tgg…

    ecoes said,
    July 29, 2007 at 12:32 pm

    Mas tolong dong ikasih tips biar aku bisa gaya berkomunikasi dengan baik soalnya dalam kerja saya ini seringkali membutuhkan komunikasi yang lebih tinggi daripada sebuah ketrampilan sih emang sih ketrampilan penting tapi komunikasi di dalamnya juga penting je mas please mas bisa beri solusi gak yo ya thanx before soalnya kadang aku juga da perasaan kagak enak mau ngobrol ama orang itu jaid gimana ya dan kadang perasaan malu ama orang itu juga sih dan yang pasti aku juga kadang ada perasaan sombong itu tuh yang bikin aku jadi kadang tersingkir ama orang lain je mas please ya mas beri tahu aa semua orang gimana ya biar aku bisa merubah diriku agar jadi lebih baik lagi oke mas thanx a lottttttttt

    marin said,
    October 4, 2007 at 5:40 am

    kalo ketrampilan komunikasi pada saat siaran gimana?
    ada yang punya referensinya gak?
    email’in gw yakk…nuhun!
    [email protected]

    adam said,
    November 15, 2007 at 12:40 am

    gw bener bener tebantu banget ma article ini…ya…paling ga gw bisa tw gimana communication manner yang baek…

    ade anin said,
    November 22, 2007 at 2:38 am

    Thanks a lot buat artikel na.
    Terbantu banget nie buat bahan ngerjain tugas.

    dewi persik said,
    April 29, 2008 at 4:17 am

    massssss….kenalan nyokkkkkk
    pasti ngak rugi dech
    dewi tunggu a massss

    Feli said,
    May 8, 2008 at 11:56 am

    thanks ya, mas….. Atas saran yg diturunkan di artikel di atas….

    Post a Comment
    Name (required)

    E-mail (required)

    URI

    Search

    PagesAbout Me
    Album Foto
    ArchivesApril 2008
    February 2008
    December 2007
    October 2007
    January 2007
    December 2006
    November 2006
    September 2006
    August 2006
    July 2006
    CategoriesAntivirus
    Bisnis
    Desain Web
    Dunia Kerja
    Freeware
    Kepribadian
    Komputer
    Linux
    Lirik Lagu
    Love
    Ngoceh
    Opensource
    PHP
    Tips
    Tutorial
    Umum
    MetaLog in
    Entries RSS
    Comments RSS
    Blog at WordPress.com. · Theme: Thirteen by Beccary

  5. Communication in Organizations

    Chapter 8

    Preview Case(Kasus Muka)

    * Apa yang terjadi pada Perusahaan Digital?
    * Apa yang ingin disampaikan oleh penulis melalui kasus yang terjadi pada perusahaan Digital adalah pentingnya komunikasi di dalam suatu perusahaan. Pada perusahaan Digital, karena komunikasi yang tidak berjalan baik membawa dampak pada menurunnya harga saham.

    *
    * Ketidakhadiran pejabat perusahaan Digital yang diduga kuat akan menjadi pemimpin perusahaan tersebut berikutnya pada rapat penting yang diadakan oleh pemimpin perusahaan pada saat itu, membuat berbagai isu menyebar di kalangan perusahaan. Pernyataan pemimpin perusahaan yang mengungkapkan ketidaktahuan mengapa pejabat tersebut tidak hadir menambah “santer”nya isu yang berkembang.

    *
    * Hal ini kemudian diketahui oleh pihak luar sehingga berbagai media massa menayangkan mengenai permasalahan ini. Salah satu saluran berita Televisi menyebutkan bahwa pejabat yang tidak hadir tersebut melainkan telah mengundurkan diri dari perusahaan Digital. Akibatnya pasar merespon negatif terhadap saham perusahaan Digital sehingga harga saham perusahaan tersebut mulai menurun.

    *
    * Sampai pada pejabat tersebut memberitakan apa yang sebenarnya terjadi. Jack Shield, nama pejabat ini memberitahukan bahwa ketidakhadirannya pada rapat penting itu semata-mata karena ia harus menghadiri rapat lainnya.

    *
    * Seandainya para pejabat perusahaan cepat merespon isu yang terjadi kemungkinan perusahaan Digital tidak perlu mengalami penurunan harga saham. Hal inilah salah satu hal yang menyebabkan mengapa informasi itu sangat penting bagi suatu perusahaan.

    *
    * Komunikasi adalah hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan.
    * Hal pokok yang menyebabkan berjalannya perusahaan adalah komunikasi. Tanpa adanya komunikasi perusahaan tersebut bahkan tidak akan pernah ada.

    Komunikasi

    * Komunikasi adalah proses dimana seseorang/kelompok/organisasi mengirimkan pesan kepada orang/kelompok/organisasi lain. Pihak yang mengirimkan pesan disebut pengirim pesan(sender), sedangkan pihak yang menerima pesan disebut penerima pesan(receiver).

    Berikut ini adalah bagan yang menggambarkan bagaimana proses komunikasi itu terjadi.

    Sender

    Receiver

    Idea to be sent

    Encoded idea

    Idea reeived

    Decoded idea

    Pengiriman pesan melalui berbagai channel media

    Timbal balik dari penerima pesan kepada pengirim

    NOISE

    *
    * Proses yang terjadi di dalam bagan ini adalah :
    * Pengirim(sender) mengirim pesan kepada penerima(receiver) melalui satu atau lebih channel media. Setelah pesan sampai pada penerima maka penerima menerima pesan yang dikirm. Perlu diterangkan bahwa pesan yang dikirim dapat diubah bentuknya menjadi sandi yang dimengerti baik oleh pengirim maupun penerima yang kemudian akan diterima oleh penerima yang mengerti arti/makna sandi tersebut.

    *
    * Channel media yang dimaksudkan disini adalah media yang digunakan oleh pengirim untuk mengirimkan pesannya(sebagai misal : telepon, surat, telegram, dll).

    *
    * Noise adalah faktor-faktor yang mengganggu kejelasan pesan yang dikirimkan oleh pengirim dan diterima oleh penerima.

    Komunikasi verbal dan tidak verbal(non-verbal)

    Komunikasi dapat dibagi menjadi 2 :

    *
    * Komunikasi verbal
    * Komunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan melalui kata-kata baik yang diucapkan maupun ditulis.

    *
    * Komunikasi tidak verbal(non-verbal)
    * Komunikasi tidak verbal(non-verbal) adalah Komunikasi yang disampaikan selain menggunakan kata-kata.

    KOMUNIKASI VERBAL

    Komunikasi verbal dapat dibagi menjadi 2 :

    * 1. Media oral adalah kata-kata yang diucapkan, sedangkan

    *
    * Contoh dari media oral adalah pembicaraan melalui telepon dan komunikasi tatap muka.
    * Cara komunikasi seperti ini lebih baik digunakan untuk menyampaikan pesan yang ambigu dan tidak rutin. Selain itu cara komunikasi seperti ini dapat dilakukan menggunakan banyak media serta paling cepat untuk mendapatkan timbal balik dari penerima pesan.

    *
    * 2. Media tertulis adalah kata-kata yang dituliskan pada suatu media.

    *
    * Contoh dari media tertulis adalah surat dan selebaran.
    * Cara komunikasi seperti ini lebih baik digunakan untuk menyampaikan pesan yang membutuhkan kejelasan dan rutin terjadi. Selain itu cara komunikasi seperti ini dapat dilakukan dengan menggunakan media yang lebih sedikit daripada oral serta timbal balik yang diterima juga lebih lambat.

    *
    * Media komunikasi tertulis di perusahaan
    * v Koran perusahaan
    * Media tulis yang diterbitkan secara rutin berisi informasi yang menyangkut para pegawai perusahaan.
    * v Buku saku pegawai
    * Media tulis yang berisi informasi mengenai jenis bisnis, latar belakang dan tata tertirb perusahaan tempat pegawai itu bekerja.

    KOMUNIKASI TIDAK VERBAL(NON-VERBAL)

    Komunikasi tidak verbal(non-verbal) dapa dibagi menjadi 3 :

    * 1. Penampilan/penampakan
    * Komunikasi melalui penampilan/penampakan yang kita miliki(sebagai misal : bahasa tubuh, pakaian yang dikenakan, dll).

    *
    * 2. Ruang
    * Sebagian orang percaya bahwa makin besar ruang yang dimiliki seseorang maka makin besar pula kekuasaannya. Hal ini dapat berarti bahwa seorang manajer pada suatu perusahaan harus memiliki ruangan kantor yang lebih besar daripada ruangan kantor yang dimiliki oleh pegawai-pegawainya.

    *
    * Ruang yang dimaksud disini tidak hanya berarti luasnya ruangan namun juga berarti bagaimana tatanan ruang itu. Tatanan ruang yang berbeda juga menggambarkan jabatan seseorang di perusahaa

  6. This is the html version of the file http://www.dim.esdm.go.id/makalah/PrOsesKomNew.pdf.
    G o o g l e automatically generates html versions of documents as we crawl the web.
    To link to or bookmark this page, use the following url: http://www.google.com/search?q=cache:cFy88ZgznvUJ:www.dim.esdm.go.id/makalah/PrOsesKomNew.pdf+Komunikasi+verbal&hl=en&ct=clnk&cd=4

    Google is neither affiliated with the authors of this page nor responsible for its content.
    These search terms have been highlighted: komunikasi verbal
    Page 1
    Proses Komunikasi
    Page 2
    O u t l I n e
    T P U & T P K
    P e n d a h u l u a n
    P e m b a h a s a n
    Page 3
    T P U
    Diharapkan m
    ampu menjelaskan dan
    menerapkan konsep-konsep dasar
    dalam komunikasi, jenis dan teknik
    komunikasi, serta proses dan
    hambatan komunikasi.
    Page 4
    T P K
    Konsep dasar dalam
    berkomunikasi;
    Jenis dan teknik komunikasi;
    Proses dan hambatan
    komunikasi.
    Page 5
    P e n d a h u l u a n
    Definisi singkat, model komunikasi dan
    prinsip-prinsip mencapai kepuasan
    komunikasi
    Komunikasi interpersonal dan komunikasi
    dalam kelompok (Verbal dan Non Verbal)
    Proses komunikasi
    Hambatan-hambatan komunikasi
    Page 6
    P e m b a h a s a n
    komunikasi sebagai proses individu/
    seseorang yang mengirimkan stimulus
    (biasanya dalam bentuk verbal/ kata-
    kata) untuk memberikan pengaruh atau
    memodifikasi tingkah laku orang lain
    (Sosiolog Hovland, Janis dan Kelley, dan
    Ruben).
    Definisi Komunikasi
    Page 7
    Proses pertukaran ide, cerita, informasi
    atau pandangan tentang dunia yang
    terjadi diantara dua orang atau lebih
    melalui komunikasi verbal dan non verbal
    yang terjadi secara langsung (tatap
    muka) maupun tidak langsung (melalui
    telepon atau teknologi komputer) dan
    terikat dengan aturan-aturan tertentu.
    Page 8
    Page 9
    Model Komunikasi
    La..la..….la….la…
    means I LOVE
    U
    Page 10
    Page 11
    Page 12
    Page 13



    Ada seorang ahli dari
    negeri BBM…dengan
    ciri-ciri…kepala bulat..
    Page 14
    Mencapai Kepuasan Komunikasi
    • Harga diri tinggi
    • Menghargai orang lain dengan tinggi
    • Menghindari 5 dosa komunikasi
    (mengevaluasi, mencerca, memberi
    label, menyuruh, dan mengancam)
    Page 15
    Diri & Orang Lain
    Harga diri tinggi
    - penghormatan tinggi terhadap diri
    - nyaman dan percaya diri
    - sadar diri (milik sendiri sudah lebih
    baik dari pada orang lain)
    Menghargai orang lain dengan tinggi
    - menyadari perbedaan
    - mengakui kelebihan orang lain
    - hormat terhadap orang lain
    Page 16
    Aku punya teman…teman
    sepermainan…kemana ada dia selalu ada
    aku… dia anak manis…dan juga baik hati
    dia selalu ada waktu untuk
    membantuku…namun aku binggung ketika
    dia bilang cinta dan dia juga katakan tuk
    ingin jadi kekasihku…cukuplah saja
    berteman dengan ku…janganlah kau
    meminta lebih.. ku tak mungkin
    mencintaimu..kita berteman saja teman
    tapi mesra… aku memang suka pada
    dirimu… namun aku ada yang punya
    …lebih baik kita berteman… kita
    berteman saja teman… tapi mesra
    Page 17
    Dosa-dosa Komunikasi
    • Mengevaluasi;
    Jelas, santun, spesifik, lengkap, dan
    tulus dengan menggunakan kata-kata
    yang objektif, faktual dan netral
    serta bahasa tubuh dan intonasi
    suara yang menyenangkan.
    Page 18
    • Mencecar;
    Lebih sering mencari solusi, fokus
    pada masa depan dan menemukan
    cara untuk membangun harga diri
    orang lain
    • Memberi label;
    Permasalahan dilihat secara lengkap,
    hindari membuat diagnosa atau
    kesimpulan tentang seseorang
    (kebanyakan salah tafsir).
    Page 19
    • Menyuruh;
    Gunakan empati Anda dan susun
    pesan Anda. Gunakan kalimat tanya,
    buka kesempatan diskusi.
    • Mengancam;
    Memberikan pengertian yang jelas
    dan mudah dilaksanakan.
    Page 20
    Jenis Komunikasi
    • Komunikasi interpersonal
    • Komunikasi Kelompok
    Dikomunikasikan melalui:
    • Verbal
    • Non Verbal
    Page 21
    Komunikasi Interpersonal
    Proses pertukaran informasi diantara
    seseorang dengan paling kurang
    seorang lainnya atau biasanya
    diantara dua orang yang dapat
    langsung diketahui balikannya
    (komunikasi langsung) (Muhammad,
    2005:159).
    Page 22
    Karakteristik Komunikasi Interpersonal
    • Mencakup aspek isi pesan dan
    hubungan;
    • Partisipasi dan saling mempengaruhi;
    • Ada hubungan saling ketergantungan;
    • Tidak dapat ditarik kembali.
    Page 23
    Prinsip Komunikasi Interpersonal
    • Personalitas hubungan;
    • Empati;
    • Saling menghargai;
    • Menjaga keterbukaan dan iklim yang
    mendukung;
    • Memperlihatkan tingkah laku saling
    percaya;
    • Memperkuat rasa aman terhadap
    orang lain
    Page 24
    Page 25
    Page 26
    Komunikasi Kelompok
    Suatu kumpulan individu yang dapat
    mempengaruhi satu sama lain,
    memperolah beberapa kepuasan satu
    sama lain, berinteraksi untuk
    beberapa tujuan, mengambil peranan,
    terikat satu sama lain dan
    berkomunikasi tatap muka
    (Muhammad 2005).
    Page 27
    Pola Roda atau lingkaran.
    Pola roda adalah bentuk pertukaran
    informasi yang terpusat pada
    seseorang atau sentralistik.
    Lingkaran adalah bentuk komunikasi
    yang tidak terpusat atau
    desentralistik.
    Page 28
    Verbal & Non Verbal
    Verbal
    Komunikasi verbal adalah
    komunikasi lisan atau tulisan
    dengan menggunakan kata-kata
    Page 29
    Teknik Komunikasi Verbal
    • Membingkai Pesan.
    Merencanakan kalimat pertama
    atau kedua anda sebelum memulai
    suatu percakapan akan
    memudahkan anda menyatakan
    pendapat dan keinginan dengan
    efektif
    Page 30
    Page 31
    • Menyampaikan secara faktual
    (dengan kata-kata netral).
    Menggunakan kata-kata yang
    faktual, spesifik dan bahasa yang
    netral dalam menyampaikan
    evaluasi atau menyatakan
    pandangan kita tentang suatu hal.
    Page 32
    Non Verbal
    50% kesan pertama, diluar konteks
    dan tanpa informasi latar belakang,
    didasarkan pada hal-hal non-verbal
    yang meliputi penampilan dan postur
    tubuh (Albert Mehabrian)
    Page 33
    Page 34
    Page 35
    Page 36
    Komunikasi non verbal adalah
    proses penciptaan dan
    pertukaran pesan (komunikasi)
    dengan tidak menggunakan kata-
    kata, namun dengan gerakan
    tubuh, ekspresi wajah, vokal,
    sentuhan, dan lain sebagainya.
    Page 37
    Contoh film
    Sadness
    Happiness
    Page 38
    Teknik Komunikasi Non Verbal
    • Perhatikan Gaya berpakaian;
    • Perhatikan Gaya mendengarkan;
    • Perhatikan Bahasa Tubuh
    Page 39
    • Kenyaman (tidak longgar/sempit)
    • Keserasian (sesuai tema)
    • Kerapian
    GAYA BERPAKAIAN
    Page 40
    GAYA MENDENGARKAN
    Melihat ide dan sikap menurut
    sudut pikiran orang lain, merasakan
    dan berusaha mengerti orang lain,
    menangkap apa yang dibicarakan
    berdasarkan pola pikirnya (Rogers
    dalam McKenna: 15)
    Page 41
    Motivasi diri untuk selalu:
    • Ingin mendengarkan
    • Mengesampingkan gangguan
    • Mengonsentrasikan seluruh
    perhatian pada lawan bicara
    Page 42
    Mengambil sikap positif
    (senyum)
    Menghindari perangai yang
    mengganggu
    Pedoman Mendengarkan
    Page 43
    Memelihara kontak mata
    yang wajar
    Menggunakan isyarat yang
    membesarkan hati
    Menjaga jarak yang aman
    Page 44
    Menjaga perhatian tetap pada
    masalah pembicaraan
    Menerima ide dan perasaan
    pembicara
    Berempati
    Menggunakan pertanyaan terbuka
    Page 45
    Meminta klarifikasi
    Memeriksa pemahaman dengan
    menggunakan kata-kata
    sendiri
    Membuat ringkasan dari
    pembicaraan, yang mendukung
    Page 46
    Metode Mendengarkan

    Reflective Listening:
    menyatakan kembali dengan
    bahasa sendiri

    Physical Listening
    :
    menggunakan bahasa tubuh
    Page 47
    Sifat Pendengar yang Baik
    • Sabar
    • Berkonsentrasi pada kepentingan
    lawan bicara
    • Berpikiran terbuka. Tidak
    berasumsi terlalu cepat (Morey:
    57-59)
    Page 48
    E k s p r e s i w a j a h
    G e r a k a n t a n g a n
    G e r a k a n b a h u
    G e r a k a n k e p a l a
    P o s I s i b a d a n
    dll
    BAHASA TUBUH
    Page 49
    • Menggunakan bahasa tubuh yang
    sesuai dengan apa yang hendak
    kita katakan
    • Waspada terhadap
    isyarat/bahasa tubuh yang
    diperlihatkan lawan bicara kita
    Page 50
    Proses Komunikasi
    proses penyampaian pesan dari
    seseorang (pengirim) kepada orang lain
    (penerima) dengan maksud
    memperoleh umpan balik
    Page 51
    Page 52
    Page 53
    Page 54
    Komunikasi Efektif
    • Komunikator (pengirim). Artinya
    siapa yang mengatakannya.
    • Pesan. Haruslah disampaikan dengan
    jelas, benar dan baik.
    • Unsur yang lain adalah alat yang
    kita gunakan: harus handal, baik,
    tidak rusak, dll.
    Page 55
    Hambatan Komunikasi
    • Perbedaan Persepsi
    • Permasalahan Bahasa
    • Kurang mendengarkan
    • Perbedaan Emosional
    • Perbedaan Latarbelakang
    Page 56
    Sampai jumpa
    [email protected]

  7. This is the html version of the file http://www.kmpk.ugm.ac.id/data/SPMKK/3d-KOMUNIKASI(revJan'03).doc.
    G o o g l e automatically generates html versions of documents as we crawl the web.
    To link to or bookmark this page, use the following url: http://www.google.com/search?q=cache:Oi6qL4_QDwcJ:www.kmpk.ugm.ac.id/data/SPMKK/3d-KOMUNIKASI(revJan'03).doc+Komunikasi+verbal&hl=en&ct=clnk&cd=5

    Google is neither affiliated with the authors of this page nor responsible for its content.
    These search terms have been highlighted: komunikasi verbal

    Materi Pelatihan Komunikasi

    KOMUNIKASI

    WAKTU: 1 Sesi @ 90 menit

    TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

    Peserta memahami pentingnya komunikasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai perawat dan bidan.

    TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

    1. Peserta dapat mengidentifikasi proses komunikasi
    2. Peserta dapat mengidentifikasikan bentuk-bentuk komunikasi
    3. Peserta dapat melakukan komunikasi dengan baik.

    MATERI

    1. Pengertian Komunikasi
    2. Tujuan Komunikasi
    3. Proses dan Dasar Komunikasi
    4. Jenis dan Bentuk Komunikasi
    5. Hambatan Komunikasi

    METODA

    1. Kuliah Singkat
    2. Curah Pendapat
    3. Kerja Kelompok
    4. Diskusi Pleno

    RENCANA PEMBELAJARAN

    SESI I
    BAGIAN A
    Topik

    Metoda

    Waktu
    :

    :

    :
    Pemahaman proses komunikasi untuk meningkatkan pelayanan Perawat dan Bidan

    Kuliah singkat

    30 menit
    BAGIAN B
    Topik

    Metoda

    Waktu
    :

    :

    :
    Diskusi Kelompok

    Kerja Kelompok

    30 menit
    BAGIAN C
    Metoda

    Waktu
    :

    :
    Presentasi Hasil Diskusi

    30 menit

    MATERI KOMUNIKASI

    PENDAHULUAN

    Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun non verbal ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh suku bangsa).

    DEFINISI

    Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.

    Beberapa definisi komunikasi adalah:

    1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid).
    2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
    3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
    4. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)
    5. Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).

    TUJUAN KOMUNIKASI

    Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:

    1. Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
    2. Mempengaruhi perilaku seseorang
    3. Mengungkapkan perasaan
    4. Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
    5. Berhubungan dengan orang lain
    6. Menyelesaian sebuah masalah
    7. Mencapai sebuah tujuan
    8. Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
    9. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain

    PROSES KOMUNIKASI

    Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai berikut :

    Pengirim pesan , penerima pesan dan pesan

    Semua fungsi manajer melibatkan proses komunikasi. Proses komunikasi dapat dilihat pada skema dibawah ini :

    Gangguan

    Gangguan

    Balikan

    Penerima Pesan

    Pengirim Pesan

    Mengartikan Kode/Pesan

    Media

    (Saluran)

    ( Saluran )

    Simbol/Isyarat

    Diagram 1 : Proses Komunikasi

    1. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi

    Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.

    Materi pesan dapat berupa :

    1. Informasi
    2. Ajakan
    3. Rencana kerja
    4. Pertanyaan dan sebagainya

    2. Simbol/ isyarat

    Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.

    3. Media/penghubung

    Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.

    4. Mengartikan kode/isyarat

    Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.

    5. Penerima pesan

    Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim

    6. Balikan (feedback)

    Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak

    Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.

    7. Gangguan

    Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya.

    DASAR KOMUNIKASI
    Komunikasi mempunyai dasar sebagai berikut: Niat, Minat, Pandangan, Lekat, Libat.

    Niat menyangkut :

    o Apa yang akan disampaikan
    o Siapa sasarannya
    o Apa yang akan dicapai
    o Kapan akan disampaikan

    Minat, ada dua factor yang mempengaruhi yaitu:

    * Faktor obyektif : merupakan rangsang yang kita terima
    * Faktor subyektif : merupakan faktor yang menyangkut diri si penerima stimulus

    Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.

    Lekat, merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.

    Libat, merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya.

    JENIS KOMUNIKASI

    Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau kelompok

    Jenis komunikasi terdiri dari:

    1. Komunikasi verbal dengan kata-kata
    2. Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh

    1. Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;

    1. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.

    2. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
    3. Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
    4. Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
    5. Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
    6. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.

    2. Komunikasi Non Verbal

    Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal.

    Yang termasuk komunikasi non verbal :

    1. Ekspresi wajah

    Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.

    2. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
    3. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
    4. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
    5. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
    6. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress

    BENTUK KOMUNIKASI

    Komunikasi sebagai proses memiliki bentuk :

    1. Bentuk Komunikasi berdasarkan

    1. Komunikasi langsung

    Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.

    Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.

    A——–àß———–B

    2. Komunikasi tidak langsung

    Tempat Sampah

    Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.

    Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya

    2. Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :

    1. Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.

    Komunikasi masa yang baik harus :

    Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele

    Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami

    Bentuk gambar yang baik

    Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)

    2. Komunikasi kelompok

    Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.

    Perawat—– ® ¬ ——Pengunjung puskesmas

    3. Komunikasi perorangan.

    Adalah komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.

    Perawat—– ® ¬ ——Pasien

    3. Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :

    1. Komunikasi satu arah

    Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.

    A ——————® B

    2. Komunikasi timbal balik.

    Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik

    HAMBATAN KOMUNIKASI

    1. Hambatan dari Proses Komunikasi

    * Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.

    * Hambatan dalam penyandian/simbol

    Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.

    * Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
    * Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
    * Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
    * Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

    2. Hambatan Fisik

    Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

    3. Hambatan Semantik.

    Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima

    4. Hambatan Psikologis

    Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.

    PENUGASAN

    1. Kelas dibagi menjadi empat (4) kelompok
    2. Masing-masing kelompok memilih ketua kelompok.
    3. Ketua kelompok menugaskan anggota kelompoknya untuk berpasang-pasangan. Masing-masing menanyakan kepada pasangannya tentang :
    * Keluarga (anak, istri/suami dll)
    * Pendidikan
    * Tempat kerja
    * Rencana masa depan, termasuk rencana yang berkaitan dengan SPMKK dan tidak boleh dibuat catatan.
    4. Setelah itu saling bergantian (10 menit).
    5. Setelah itu masuk dalam kelompok kecil dan menceritakan apa yang dia peroleh dari pasangannya (pasangannya tidak boleh berkomentar sebelum selesai penyampaian).
    6. Setelah selesai baru diklarifikasi oleh yang bersangkutan (YBS).
    7. Terakhir diskusikan apa yang dapat anda peroleh dari permainan diatas
    8. Catatan untuk fasilitator :
    * Metoda ini untuk melihat :

    1. Apakah seseorang dapat menjadi seorang pendengar yang baik
    2. Apakah seseorang dapat menyampaikan informasi dengan jelas

    o Setelah itu sampaikan “10 Ciri-Ciri Pendengar yang Baik” (lihat.ppt)

    KESIMPULAN

    Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima. Komunikasi adalah suatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar sebagai berikut; niat, minat, pandangan, lekat, libat. Dalam proses komunikasi kita juga harus ingat bahwa ada hambatan yaitu baik dari pengirim, saluran, penerima dan umpan balik serta hambatan fisik dan psikologis.

    Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan non verbal, komunikasi verbal meliputi kata-kata yang diucapkan atau tertulis, sedangkan komunikasi non verbal meliputi bahasa tubuh. Menurut bentuk komunikasi, ada yang disebut komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah berarti sebuah pesan dikirim dari pengirim ke penerima tanpa ada umpan balik. Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan umpan balik. Komunikasi berdasarkan besarnya sasaran terdiri dari komunikasi massa, komunikasi kelompok, dan komunikasi perorangan. Sedangkan komunikasi berdasarkan arah pesan terbagi atas; komunikasi satu arah dan komunikasi timbal balik.

    EVALUASI

    1. Sebutkan tiga pengertian komunikasi yang anda ketahui !
    2. Sebutkan tujuan komunikasi !
    3. Jelaskan proses komunikasi !
    4. Jelaskan komunikasi non verbal yang mempengaruhi isi pesan yang disampaikan!
    5. Sebutkan faktor penghambat dalam berkomunikasi.

    KEPUSTAKAAN

    Ann Marriner,Tomey, Guide to Nursing management and Leadership, Mosby year book Inc 1996

    Elaine.L.Monica, Kepemimpinan dan Management Keperawatan ,pendekatan berdasarkan pengalaman, Penerbit buku kedokteran EGC 1998

    Roger. B. Ellis Robert,J Gates and Neil kenwarthy, Interpersonal communication in Nursing Theory and Practice, Churcill Livingstone, 1995

    WHO SEA – NURS – 429, 1N O OSD 001/1.2. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003

  8. Bookmark & Share © Add This
    Favorites Del.icio.us
    Digg Google
    MySpace Facebook
    Reddit Live
    Furl Yahoo MyWeb
    StumbleUpon More…
    skip to main | skip to sidebar
    KEUANGANKU

    SYARIAH | KONSUMSI | TABUNGAN | INVESTASI | ASURANSI | WISATA | POLA PIKIR
    Apakah Anda telah mempersiapkan keamanan keuangan untuk masa depan keluarga?
    Bagaimana kita merubah pola pikir demi kesejahteraan keluarga?
    HASIL KINERJA PRUDENTIAL UNIT LINK

    DAFTAR 34 PENYAKIT KRITIS YANG DI-COVER PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE

    MANFAAT TAMBAHAN ( RIDERS ) YANG MELINDUNGI 34 / 33 KONDISI KRITIS
    PENGHALANG VERBAL DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
    Diposting oleh KEUANGANKU di 23:49

    PENGHALANG VERBAL

    DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

    Komunikasi adalah hal yang sulit dilakukan bahkan pada saat-saat yang terbaik sekalipun. Kita semua memiliki ide yang sudah lama tertanam, penilaian dan praduga yang cenderung kita bawa ke dalam suatu percakapan. Kalau kita tambahkan bahasa non-verbal, keterampilan mendengarkan yang buruk dan rasa tidak aman yang pasti ada pada diri semua manusia, rasanya merupakan suatu mukjizat masih ada orang yang tidak memperoleh kesan yang buruk setiap kali selesai melakukan percakapan.
    Niat dan kesadaran kita merupakan aspek-aspek yang penting dalam keterampilan komunikasi verbal kita.

    Seringkali kita ingin ’membantu’ orang lain tanpa menyadari bahwa dengan mengambil alih percakapan dengan penghalang verbal komunikasi kita, kita sebenarnya mengambil alih rasa berdaya orang lain dan membuat diri kita sendiri menjadi fokus percakapan. Kepentingan dan keinginan kita akan terpenuhi tapi lawan bicara kita menjadi tidak didengarkan dan tidak dimengerti sebagaimana yang mereka tentunya harapkan.

    Dengan niat yang sungguh-sungguh untuk menghargai lawan bicara secara positif dan tanpa syarat, menghargai dan mendengarkan dengan baik apa yang ingin dia katakan sebelum kita memulai percakapan, maka akan ada kemungkinan yang lebih besar bahwa interaksi yang kemudian terjadi akan menjadi produktif, menyenangkan dan memuaskan bagi semua pihak yang terkait.

    Menyadari agenda dan motivasi diri kita sendiri dan kemudian berusaha memastikan mereka tidak masuk ke dalam percakapan, akan semakin meningkatkan kemampuan kita untuk memndengarkan orang lain tanpa praduga atau sikap menghakimi. Mengapa kita melakukan percakapan dengan orang ini? Apa tujuan akhir kita? Apakah kita memasuki percakapan dengan niat untuk melakukan kompromi sekiranya ada ketidaksetujuan antara kita dan lawan bicara, atau kita harus selalu merasa ’benar’?

    Jika seseorang secara sadar memanfaatkan penghalang verbal komunikasi beserta segala masalah yang menempel padanya, maka orang tersebut dapat dikatakan manipulatif dan tidak menghormati lawan bicara.

    Kita juga perlu menyadari dan merefleksikan penghalang verbal yang kita miliki dalam usaha mencapai komunikasi verbal yang efektif. Apa kita tahu penghalang verbal milik kita? Jika tidak, cobalah perhatikan reaksi yang kita dapatkan dari lawan bicara kita ketika melakukan percakapan dan pertimbangkan di daerah mana saja pada komunikasi verbal kita yang dapat kita perbaiki.

    Tidaklah masuk akal bagi kita untuk mengatakan, ”Tapi saya tidak punya penghalang verbal komunikasi.” Kita semua memilikinya dan semakin dini kita dapat menentukan apa penghalang verbal yang kita miliki, maka dengan banyak latihan, kita akan mampu mengubahnya dan mengakuinya jika penghalang verbal itu muncul. Hal ini akan mempermudah dan mempercepat proses analisis mengapa konflik atau kurangnya komunikasi dapat terjadi dan menghindari situasi serupa di masa depan.

    Akan sulit untuk menganalisa mengapa suatu interaksi verbal bisa jadi berantakan ketika kita tidak mempertimbangkan teknik yang kita gunakan dalam percakapan. Kita semua memiliki blind spot yang sangat mempengaruhi hasil interaksi kita. Dengan secara jujur menanyakan pada diri kita dan mengakui kelemahan komunikasi verbal kita, maka kita akan lebih mampu memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut dan melakukan dialog yang lebih jujur dengan orang lain.

    Sementara banyak kesalahpahaman yang dapat diatasi secara cukup mudah, kadangkala situasinya bisa jadi sulit ditangani. Hal ini bisa berujung pada sakit hati, meningkatnya kesulitan untuk berkomunikasi di masa depan dan kemungkinan menghindari berkomunikasi sama sekali dengan orang-orang tertentu.

    Satu lagi kerugian keterampilan komunikasi yang buruk adalah seandainya seseorang datang kepada kita untuk membicarakan masalahnya dan dia merasa tidak didengarkan, dimengerti dan dihormati, dia tidak saja akan menjadi lebih sensitif dari pada sebelumnya, dia juga semakin enggan untuk membuka diri ke orang lain ketika dia sebenarnya perlu berbagi cerita.

    Keterampilan komunikasi yang buruk tidak hanya menghalangi ”bertemunya pikiran” tapi juga memberikan efek-efek berikut:

    · Membuat lawan bicara menutup diri;

    · Menghalangi terciptanya kedekatan, empati atau interaksi;

    · Memaksa orang berbicara sebelum mereka siap berbicara

    · Membuat lawan bicara merasa dihakimi, tidak didengarkan, tidak disukai, tidak dihargai; dan

    · Menghalangi eksplorasi sudut pandang, perasaan , keinginan dan kebutuhan.

    Efek utama lainnya dari keterampilan komunikasi yang tidak efektif adalah pada diri kita sendiri. Hal ini dapat menciptakan isolasi, mengurangi pengalaman hidup yang positif, menciptakan ketakutan, kesedihan, kesendirian dan ketegangan dengan anggota keluarga danorang lain. Komunikasi yang tidak memuaskan atau mengundang sikap bermusuhan antara dua orang jarang sekali disebabkan oleh kesalahan salah satu orang saja dan efeknya, baik itu hanya sebentar atau berkelanjutan, dapat memberikan dampak pada diri kita baik secara nyata maupun tidak disadari.

    Jadi, dengan niat yang baik dan disertai oleh kesadaran akan apa saja penghalang verbal komunikasi yang kita miliki, kita dapat menghindari situasi dimana kita menciptakan lebih banyak masalah dan bukannya menyelesaikan masalah, merusak alur komunikasi dan membuat lawan bicara semakin bingung dan merasa salah dimengerti.

    Jika kita adalah salah seorang yang beruntung didunia ini sehingga jarang mengalami kesulitan berkomunikasi verbal, apa yang dapat kita lakukan jika kita harus berhadapan dengan orang yang sulit berkomunikasi? Mungkin salah satu pendekatan yang paling baik untuk menghindari masalah komunikasi adalah dengan menanggapi (memberi respon) dan tidak bereaksi.

    Jika seseorang mengatakan sesuatu sedemikian rupa sehingga kita merasa ada reaksi yang timbul dalam diri kita, ambil langkah mundur dan saringlah informasi yang kita terima sampai kita tenang kembali.

    Kita bisa melakukan hal ini dengan cara menyadari ketika kita mulai merasa akan bereaksi terhadap ucapan atau cara berbicara lawan bicara kita, lalu memvisualisasikan percakapan yang kita lakukan sebagai sederetan frame pada sebuah rol film di bioskop. Diantara tiap dua frame, ada bagian kosong yang dapat kita gunakan untuk ‘ menghentikan waktu’ untuk sementara dan kemudian memutuskan bagaiman cara kita akan menanggapi (merespon) lawan bicara kita, baru kemudian memainkan rol film itu kembali.

    Dengan melakukan visualisasi ‘time out‘ini, kita akan dapat mencegah diri kita dari bereaksi terhadap lawan bicara kita dan memasuki situasi yang tidak konstruktif dimana penghalang komunikasi kita bisa terpicu. Menanggapi (merespon) dan tidak bereaksi juga akan membuat kita tidak menghabiskan energi emosional kita, mempertahankan penghormatan orang lain atas diri kita dan membantu kita untuk mempertahankan control atas diri kita sendiri.

    Satu lagi aspek komunikasi yang harus diperhatikan adalah kerangka pikiran dari kedua pihak yang berkomunikasi. Apakah kita atau lawan bicara kita merasa tegang, tidak aman, malu,tidak siap, terdesak, letih, rapuh, sensitife, enggan, tertekan atau stress? Misalnya, jika lawan bicara kita memang pada dasarnya pemalu, atau situasinya membuatnya merasa malu berbicara, maka kemungkinan terpicunya penghalang komunikasi akan semakin tinggi.Dengan cara menanggapi (merespon) dan tidak bereaksi terhadap apa yang diucapkan lawan bicara, kita akan semakin sensitife terhadap perasaan lawan bicara yang dapat mengubah mood atau atmosfir percakapan kita dan diharapkan kita bias mencegah diri kita sendiri dari pengaruhnya.

    Komunikasi yang cerdas dan positif merupakan kunci dari hubungan yang sehat.

    Sumber :

    * DJP – TAMF AusAID.

    Label: communication skills, komunikasi cerdas dan positif, penghalang verbal

    0 komentar:

    Posting sebuah Komentar

    Posting Lebih Baru Posting Lama Halaman Muka
    Berlangganan: Posting Komentar (Atom)
    Link

    Produk
    MPG-CAPS™, Solusi Pasti Penghematan BBM Segala Jenis Kendaraan dan Mesin Anda
    PRODUK

    PRUDENTIAL UNIT LINK SYARIAH ADALAH PERLINDUNGAN Asuransi Syariah (Ta’min, Takaful atau Tadhamun) MELALUI usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/ pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah, PLUS INVESTASI PRIBADI PARA PESERTA YANG PENGELOLAANYA DIDASARKAN KONSEP SYARIAH.

    Akad ASURANSI DAN KONSEP INVESTASI yang sesuai dengan syariah adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, dzulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat.

    DASAR HUKUM ASURANSI SYARIAH :

    Q. S. AL BAQARAH (2) AYAT (240) :

    “Dan orang-orang yang akan meninggal dunia diantara kamu padahal ada meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuk istri mereka (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak menyuruh mereka pindah (dari rumahnya). Tetapi jika mereka pindah (sendiri) maka tiada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang ma’ruf terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”

    Q. S. An Nisa (4) AYAT (9) :

    “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

    Q. S. Yusuf (12) AYAT (43 – 49) :

    Ayat ini menggambarkan kepada kita tentang pentingnya planning atau perencanaan yang matang dalam mempersiapkan hari depan. Nabi Yusuf as, dicontohkan dalam Al-Qur’an membuat sistem proteksi menghadapi kemungkinan yang buruk di masa depan.

    HADIST

    “Pergunakanlah lima hal sebelum datangnya lima perkara; muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati.” (Hadist riwayat muslim)

    MANFAAT KEIKUTSERTAAN PRUDENTIAL UNIT LINK syariah
    MANFAAT PERLINDUNGAN ASURANSI

    (YANG DIKELOLA DARI HASIL INVESTASI REKENING TABARRU’)

    MANFAAT PERLINDUNGAN DASAR : MENINGGAL ATAU CACAT TETAP TOTAL.

    MANFAAT PERLINDUNGAN TAMBAHAN (RIDERS) :

    * PRU CRISIS COVER SYARIAH 34
    * PRU CRISIS COVER BENEFIT SYARIAH 34
    * PRU ACCIDENT DEATH & DISABLEMENT SYARIAH
    * PRU ACCIDENT DEATH SYARIAH
    * PRU MEDICAL SYARIAH
    * PRU HOSPITAL & SURGICAL SYARIAH
    * PRU LINK TERM SYARIAH
    * PRU WAIVER SYARIAH 33
    * PRU PAYOR SYARIAH 33
    * PRU SPOUSE WAIVER SYARIAH 33
    * PRU SPOUSE PAYOR SYARIAH 33
    * PRU PARENT PAYOR SYARIAH 33

    MANFAAT KEUNTUNGAN INVESTASI

    (YANG DIKELOLA DARI HASIL INVESTASI REKENING Pru saver syariah)

    HASIL INVESTASI YANG MEMUASKAN BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH YANG MENGHINDARI RIBA

    PILIHAN PENEMPATAN DANA INVESTASI :

    1. RUPIAH SYARIAH EQUITY FUND

    2. RUPIAH SYARIAH MANAGED FUND

    3. RUPIAH SYARIAH FIXED INCOME FUND

    Manfaat tambahan investasi :

    Surplus Sharing adalah dana yang akan diberikan kepada Pemilik Polis bila terdapat kelebihan dari rekening Tabarru’ termasuk juga bila ada pendapatan lain setelah dikurangi klaim dan hutang kepada perusahaan – jika ada.

    Manfaat penggunaan nilai tunai hasil investasi :

    Ø Sumber keamanan dana pendidikan

    Ø Sumber keamanan dana pensiun

    Ø Sumber keamanan dana liburan wisata

    Ø Sumber keamanan dana renovasi rumah

    Ø Sumber keamanan dana pengeluaran tidak terduga
    KEUNTUNGAN ”MAKSIMAL 2 IN 1 HOKI”dalamKEIKUTSERTAAN PRUDENTIAL UNIT LINK SYARIAH ADALAH

    ”DOBEL PERLINDUNGAN” KEAMANAN ASURANSI SYARIAH DAN KEAMANAN INVESTASI SYARIAH SEKALIGUS !!!

    Ø PRU PAYOR SYARIAH 33 : JIKA PESERTA MEMENUHI KRITERIA SALAH SATU DARI 33 KONDISI KRITIS SEBELUM PESERTA BERUSIA 55/65/70/75/80/85, SETELAH PRU PAYOR SYARIAH 33 BERLANGSUNG 90 HARI ATAU LEBIH, – ”PESERTA MEMBAYAR KONTRIBUSI SECARA GRATIS !!!” – , KAMI MEMBAYARKAN SEBESAR KONTRIBUSI BERKALA & KONTRIBUSI PRU SAVER SYARIAH S.D. USIA PESERTA 55/65/70/75/80/85, SESUAI DENGAN MANFAAT YANG DIPILIH.

    Ø PRU SPOUSE PAYOR SYARIAH 33 : JIKA SUAMI/ISTRI DARI PESERTA MEMENUI KRETERIA SALAH SATU DARI 33 KONDISI KRITIS/CACAT TETAP TOTAL/MENINGGAL, SETELAH PRU SPOUSE PAYOR SYARIAH 33 BERLANGSUNG 90 HARI ATAU LEBIH, SEBELUM USIA 55/65/70, – ”PESERTA MEMBAYAR KONTRIBUSI SECARA GRATIS !!!” – , KAMI MEMBAYARKAN SEBESAR KONTRIBUSI BERKALA & KONTRIBUSI PRU SAVER SYARIAH S.D. USIA PESERTA 55/65/70, SESUAI DENGAN MANFAAT YANG DIPILIH.

    Ø PRU PARENT PAYOR SYARIAH 33 : JIKA AYAH DAN/ATAU IBU DARI PESERTA MEMENUHI KRITERIA SALAH SATU DARI 33 KONDISI KRITIS/CACAT TETAP TOTAL/MENINGGAL, SETELAH PRU PARENT PAYOR SYARIAH 33 BERLANGSUNG 90 HARI ATAU LEBIH, – ”PESERTA MEMBAYAR KONTRIBUSI SECARA GRATIS !!!” – , KAMI MEMBAYARKAN SEBESAR KONTRIBUSI BERKALA & KONTRIBUSI PRU SAVER SYARIAH S.D. USIA PESERTA 18 ATAU 25 TAHUN, SESUAI DENGAN MANFAAT YANG DIPILIH.

    Jangan tunda keputusan anda untuk mewujudkan ungkapan kasih kepada orang-orang yg anda cintai melalui perencanaan perlindungan resiko & keamanan financial masa depan.
    Mengenai Saya
    Foto Saya

    Hidayat Putra Jaya
    Lahir di Banyuwangi, berkeluarga di Bekasi. OWNER yg BERKOMITMEN terhadap PERENCANAAN & PENGEMBANGAN KEUANGAN. Semua tulisan yang ditampilkan ini berasal dari berbagai sumber, bertujuan untuk pembelajaran bagi diri saya sendiri, dan semoga bermanfaat bagi para pembaca.

    Melihat profil lengkap saya
    Arsip Blog

    * ▼ 2008 (20)
    o ▼ Mei (3)
    + BMW 745Li Aja Pake MPG CAPS, Apalagi Hanya Innova,…
    + Camry 2.4L Aja Pake MPG CAPS, Apalagi Hanya Innova…
    + Konsumen Pertamax Beralih ke Premium
    o ► April (7)
    + Harga premium menjadi Rp6.000/liter, BBM diusulkan…
    + OPEC Ingatkan Harga Minyak Bisa ke US$ 200 ; “Ayo …
    + Smart card pilihan bijak? “Ayo Hemat BBM Bensin da…
    + Subsidi BBM membengkak : Ayo Hemat BBM ; Hemat Ben…
    + TANGAN DI ATAS, Manfaat Bagi TANGAN DI BAWAH
    + CARA PENGGUNAAN PRODUK
    + MPG-CAPS™ Solusi Kenaikan Harga BBM, Hemat BBM 10…
    o ► Maret (2)
    + HATI-HATI DOMPET ANDA ! BIKIN NYERI TULANG BELAKAN…
    + JANGAN PERNAH MENILAI RENDAH UANG PERTANGGUNGAN JI…
    o ► Februari (5)
    + VALENTINE DAY, UNGKAPKAN CINTA ABADI ANDA DENGAN B…
    + TERIMA KASIH, PENDAPATAN PREMI TUMBUH 112 (SERATUS…
    + TIPS HEMAT SAAT BELANJA
    + MENGAPA MEMBAYAR PREMI ASURANSI TEPAT WAKTU ITU PE…
    + MENGENAL ASURANSI JIWA SYARIAH
    o ► Januari (3)
    + MANFAAT TAMBAHAN ( RIDERS ) YANG MELINDUNGI 34 / 3…
    + DAFTAR 34 PENYAKIT KRITIS
    + KETIKA PRINSIP BISNIS ISLAMI BERTEMU DENGAN KEARIF…

    * ► 2007 (24)
    o ► Desember (3)
    + BERKURBAN DENGAN PRINSIP BERSAMA MENEBAR RAHMAT
    + MENJADI SUKSES
    + MENENTUKAN PILIHAN
    o ► November (10)
    + MEMBANGUN PRIBADI PANTANG MENYERAH
    + MOTIVASI DIRI
    + DISIPLIN
    + BERPIKIR POSITIF
    + TUJUH KETERAMPILAN PERSONAL YANG DIBUTUHKAN OLEH S…
    + EMPATI
    + TIPS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI VE…
    + PENGHALANG VERBAL DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG …
    + KEAHLIAN BERKOMUNIKASI DENGAN METODE LOQVE
    + UNIT LINK SYARIAH
    o ► Oktober (11)
    + Keajaiban Polis Asuransi
    + Syariah Marketing dan Spiritual Marketing
    + Mengapa Harus Menabung Sedini Mungkin ?
    + Lagu Balonku Ada Lima Versi Merah Kuning….
    + Manajemen Waktu Bagi Orang Sukses
    + Pesta Anggur, Sebuah Perenungan
    + Bagaimana Cara Untuk Mencapai Tujuan keuangan Anda…
    + Daftar Efek Syariah Telah Diterbitkan
    + Apakah Investasi Saham Itu Halal ?
    + Akad Takafuli Dan Tabbaru’ Dalam Asuransi Syariah
    + Akad Mudharabah Dalam Asuransi Syariah

    Hubungi Saya
    email : [email protected]
    Phone : 021 7090 7926
    Daftarkan link anda di sini

  9. KONTRAK KULIAH
    Nama Matakuliah : Teori Komunikasi
    Kode Matakuliah : IND 245
    Semester/T.A : Genap / 2006-2007
    Hari Pertemuan/Jam : 16.00- 17.40
    Tempat Pertemuan : Ruang C2 04
    Nama Dosen : Syairal Fahmy Dalimunthe, S.Sos
    Alamat : Jl. Karakatau Gg. Sukirman No. 18 Medan
    Telp./Fax/HP : (061) 7768 0028
    Email : [email protected] / [email protected]

    1. Tujuan/Manfaat Matakuliah
    Kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Selanjutnya ukuran kualitas ditentukan berdasarkan indikator kognitif, psikomotorik, dan afektif yang diperoleh melalui proses pengukuran, penilaian dan evaluasi. Karena itu, kompetensi mengukur, menilai, dan mengevaluasi hasil belajar siswa serta pemanfaatan hasil evaluasi, merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru. Di samping itu, Implikasi penerapan pendidikan berbasis kompetensi di sekolah saat ini adalah pengembangan silabus dan sistem penilaian berbasis kompetensi. Dalam hal ini penilaian mencakup jenis tagihan, dan bentuk penilaian yang dilakukan untuk mengukur hasil belajar siswa.

    Matakuliah ini ditawarkan untuk membantu anda memperoleh pemahaman dan keterampilan tentang: (1) Konsep pengukuran, penilaian, dan evaluasi; (2) Prosedur penilaian; (3) Penilaian kognitif, psikomotorik, dan afektif; (4) Scoring dan teknik pengolahan score; dan (5) Analisis perangkat tes (pokok uji); yang sangat bermanfaat bagi anda bila kelak anda bekerja sebagai seorang guru professional.

    2. Deskripsi Perkuliahan
    Matakuliah ini mengkaji tentang konsep teori dasar komunikasi, bagaimana mencapai komunikasi yang efektif, komponen-komponen apa saja yang mendukung terciptanya suatu komunikasi. Mata kuliah ini juga mengkaji komunikasi verbal dan non verbal, apa saja model-model komunikasi itu. Sejauh mana perkembangan terakhir ilmu komunikasi pada saat sekarang ini.

    3. Kompetensi Dasar
    Setelah mengikuti perkuliahan mata kuliah ini diharapkan mahasiswa memiliki kompetensi dasar berupa kemampuan :
    1. Menjelaskan pengertian, proses dan komponen komunikasi.
    2. Menjelaskkan ruang lingkup komunikasi.
    3. Menjelaskan komunikasi yang efektif.
    4. Menjelaskan tipe-tipe komunikasi.
    5. Menjelaskan media dan alat-alat komunikasi
    6. Menjelaskan komunikasi verbal dan non verbal
    7. Menjelaskan fungsi komunikasi
    8. Menjelaskan perkembangan teori-teori komunikasi

    4. Hubungan Fungsional Materi Kajian

    5. Strategi Perkuliahan
    Pendekatan yang digunakan dalam perkuliahan ini adalah Contextual Teaching-Learning (CTL) dengan menggunakan metode perkuliahan antara lain ceramah (kuliah mimbar), diskusi kelompok, diskusi kelas, dan kerja praktek mahasiswa melalui kolaborasi mahasiswa dan guru mata pelajaran Biologi di sekolah.

    Langkah-langkah perkuliahan berdasarkan pertemuan sebagai berikut :
    1. Pertemuan-1 : Penjelasan secara umum kontrak perkuliahan, perkenalan, dan materi kuliah secara keseluruhan.
    Melakukan pembagian kelompok belajar mahasiswa, terdiri dari 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 orang (disebut sebagai KELOMPOK ASAL). Kelompok ini bertugas melakukan pengkajian tentang materi perkuliahan teori komunikasi.
    2. Pertemuan-2-4 : Penyampaian informasi unsur-unsur komunikasi, penilaian proses dan hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia dari dosen mata kuliah.

    3. Pertemuan-9,12 : Diskusi materi kuliah di KELOMPOK ASAL.
    Masing-masing anggota kelompok memaparkan materi yang telah dikaji lalu disusun simpulan (resume) materi kajian untuk dijadikan bahan presentasi pada KELOMPOK AHLI.
    4. Pertemuan-13-15 : Diskusi materi di KELOMPOK AHLI
    Hasil rumusan/resume materi pada KELOMPOK ASAL dipresentasikan pada KELOMPOK AHLI. Masing-masing utusan dari kelompok asal bertugas memaparkan hasil rumusan materi pada kelompok asal. Hasil pemaparan disimpulkan sebagai pemahaman masing-masing anggota kelompok terhadap materi perkuliahan secara keseluruhan. Pemahaman ini dijadikan sebagai landasan pelaksanaan pengembangan dan uji coba perangkat penilaian yang dilakukan melalui teknik kolaborasi.
    5. Pertemuan -16 : Mid Tes
    6. Pertemuan -17-18 : Diskusi kelas, memperkaya perolehan dari hasil diskusi KELOMPOK AHLI
    6. Pertemuan -19-22 : Kelompok mahasiswa melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran B.Indonesia SMA dalam pengembangan silabus, penyusunan instrumen penilaian, melakukan penilaian, melakukan scoring, melakukan analisis butir tes (pokok uji), dan menyusun laporan penilaian (Rincian lihat pada bagian TUGAS).
    7. Pertemuan 23 dan 25 : KELOMPOK AHLI melakukan kolaborasi dengan guru di sekolah untuk menetapkan materi pokok yang akan dikembangkan perangkat penilaiannya, melakukan penilaian dan analisis perangkat penilaian
    9. Pertemuan-26 s.d 27 : Diskusi hasil kerja kolaborasi pengembangan, implementasi, dan evaluasi perangkat penilaian.

    10. Pertemuan-28 : Ujian Akhir Semester.

    11. Pertemuan-29-30 : Remidial dan Pengayaan.

    6. Materi/Bacaan Perkuliahan
    Cangara, Hafied.2002.Pengantar Ilmu Komunikasi.Jakarta:Rajawali Pers
    Mulyana, Dede.2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
    McQuail, Denis and Sven Windahl. 1981. Communication Models for the Study of Mass
    Communication. London. Longman.
    Schramm, Wilbur. 1971. The Process and Effects of Mass Communication. Urbana.
    University of Illinois Press.
    Suprapto, Tommy.2006. Pengantar Teori Komunikasi.Yogyakarta. Media Pressindo

    7. Tugas-Tugas Perkuliahan
    Pada perkuliahan ini mahasiswa diberi 2 macam tugas utama, yakni :
    1. Melakukan diskusi kelas tentang materi kajian yang telah ditugaskan kepada tiap kelompok pada PENGELOMPOKAN-1.
    2. Tiap kelompok pada PENGELOMPOKAN-2 melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran SMA dalam melakukan pengembangan silabus, penyusunan SP, penyusunan instrumen penilaian, dan analisis hasil penilaian.

    Tagihan Tugas-1 adalah :
    1. Berita acara diskusi kelompok yang dilaporkan menggunakan format
    laporan-1. Dilaporkan setiap pertemuan sejak pertemuan ke-4.
    2. Laporan hasil diskusi berupa makalah yang mengkaji tentang materi yang menjadi tugas kelompok dalam bentuk makalah yang siap dipresentasekan menggunakan format laporan-2. Dilaporkan sesuai dengan jadwal presentase kelompok.
    3. Perangkat media presentase berupa slide-slide transparansi. Dilaporkan saat presentase.

    Tagihan Tugas-2 adalah :
    1. Berita pertemuan dengan guru mata pelajaran dan diskusi kelompok, menggunakan format laporan-3.
    Dilaporkan dan dikomunikasikan di dalam kelas setiap pertemuan, sejak pertemuan ke-4.
    2. Silabus dan Satuan Pelajaran (SP) mata pelajaran yang menjadi objek uji coba.
    Dilaporkan sebelum penyusunan instrumen penilaian, selambat-lambatnya 1 minggu sebelum ujian tengah semester.
    3. Perangkat instrumen penilaian (kognitif, afektif, dan psikomotorik).
    Dilaporkan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum ujian tengah semester.
    4. Hasil kegiatan penilaian, analisis butir soal, dan analisis skor.
    Dilaporkan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum ujian akhir semester.

    8. Kriteria Penilaian
    Penilaian yang dilakukan pada mata kuliah ini mengacu pada sistem penilaian yang diatur dalam peraturan akademik Unimed:

    Nilai=

    Penetapan nilai dari tiap penilaian dilakukan menggunakan formula:

    Nilai =

    Penilaian terhadap berita acara diskusi kelompok dan atau diskusi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan atau produk-produk hasil kolaborasi dengan guru dilakukan melalui sistem penilaian portofolio, artinya tagihan ini akan menjadi bagian dari kumpulan tagihan-tagihan lainnya. Kriteria penilaian sebagai berikut :

    No Aspek yang Dinilai dan Kriteria Penilaian Skor
    1. Ketepatan waktu penyerahan tugas
    (benar =2; kurang =1; tidak =0) 0-2
    2. Keterlibatan seluruh anggota kelompok
    (terlibat penuh =3; hanya beberap orang =2; hanya 1 orang =1) 1-3
    3. Deskripsi hasil diskusi kelompok
    (baik =3; kurang baik =2; tidak baik =1) 1-3
    4. Kelengkapan dokumen
    (lengkap =2; tidak lengkap =1) 1-2
    Skor Maksimum 10
    Penilaian terhadap laporan tugas kelompok berupa makalah dan slide presentase diukur menggunakan indikator penilaian sebagai berikut :

    No Aspek yang Dinilai dan Kriteria Penilaian Skor
    1. Kebenaran informasi
    (benar =2; kurang =1; tidak =0) 0-2
    2. Kesesuaian isi makalah dengan materi perkuliahan
    (sesuai =3; cukup =2; kurang =1; tidak sesuai =0) 0-3
    3. Sistematika penyusunan makalah
    (terdiri dari pendahuluan, isi, dan kesimpulan/penutup) 0-3
    4. Bahasa
    (sangat komunikatif =3; cukup =2; kurang =1) 1-3
    Skor Maksimum 11

    9. Jadwal Perkuliahan

    Pert.
    ke Tanggal Kegiatan Dosen Mahasiswa
    1. 24 Feb 2006 Perkenalan, kontrak kuliah, dll Presentasi Mendengar,
    Menginterpretasi
    2. 03 Mar 2006 Konsep-konsep penilaian Presentasi Mendengar,
    Menginterpretasi
    3. 10 Mar 2006 Penilaian berbasis kelas Presentasi Mendengar,
    Menginterpretasi
    4. 17 Mar 2006 Prosedur penilaian Menilai Proses Diskusi Kelas
    5. 24 Mar 2006 Penilaian kognitif Menilai Proses Diskusi Kelas
    6. 31 Mar 2006 Penilaian afektif Menilai Proses Diskusi Kelas
    7. 07 Apr 2006 Penilaian psikomotorik Menilai Proses Diskusi Kelas
    8. 14 Apr 2006 Ujian Tengah Semester Mengawasi Diskusi Kelas
    9. 21 Apr 2006 Penggunaan Statistik dalam penilaian Menilai Proses Diskusi Kelas
    10. 28 Apr 2006 Skoring & Teknik pengolahan skor Menilai Proses Diskusi Kelas
    11. 12 Mei 2006 Analisis Pokok Uji Menilai Proses Diskusi Kelas
    12. 19 Mei 2006 Diskusi/Praktek-1 Menilai Proses Diskusi Kelas
    13. 26 Mei 2006 Diskusi/Praktek-2 Menilai Proses Diskusi Kelas
    14. 02 Jun 2006 Diskusi/Praktek-3 Menilai Proses Diskusi Kelas
    15. 09 Jun 2006 Diskusi/Praktek-4 Menilai Proses Diskusi Kelas
    16. 16 Jun 2006 Ujian Akhir Semester Mengawasi Diskusi Kelas

    Lampiran 1.
    PETUNJUK PELAKSANAAN TUGAS PENGELOMPOKAN-1
    “PRESENTASE MATERI PERKULIAHAN”

    A. Tujuan
    Melalui tugas ini diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar antara lain :
    1. Berlatih bekerja kelompok.
    2. Berlatih mengumpulkan informasi yang benar.
    3. Berlatih menyusun laporan kerja kelompok yang benar.
    4. Berlatih menyampaikan informasi dan saling tukar menukar informasi dengan sesama teman sebaya.
    B. Mekanisme dan Rancangan Kegiatan
    Kegiatan ini dirancang sebagai kegiatan kelompok yang dilakukan di luar jam perkuliahan, ditunjukkan dengan adanya pertemuan rutinsetiap minggu. Pada pertemuan rutin ini setiap anggota kelompok mendapat tugas spesifik sesuai dengan kesepakatan kelompok, mengumpulkan informasi untuk keperluan tugas kelompok. Hasil pengumpulan informasi kemudian didiskusikan dengan sesama anggota kelompok untuk mendapatkan kesepakatan struktur dan isi materi yang akan menjadi isi dari makalah yang akan dipresentasekan di depan kelas.
    Aktivitas pertemuan rutin tersebut di atas dibuktikan dengan bukti-bukti (portofolio) berupa berita acara pertemuan diskusi kelompok, yang berisi deskripsi kegiatan dan daftar hadir kelompok (lihat contoh format berita acara).
    Diskusi rutin kelompok ini akan menghasilkan makalah dan slide-slide transparansi yang akan digunakan dan didiskusikan dalam diskusi kelas. Tiap moderator, dan notulis (Rapporter) kegiatan seminar kecil di kelas.
    Setelah selesai seminar/diskusi kelas, dilakukan diskusi kelompok kembali untuk menyusun dan merumuskan hasil seminar dan dilaporkan dalam bentuk berita acara seminar (format sama dengan berita acara diskusi kelompok).
    Tagihan kegiatan ini adalah portofolio berupa: jadwal pertemuan, berita acara pertemuan, makalah, slide transparansi, dan berita acara seminar.
    Contoh format berita acara diskusi kelompok dan diskusi kelas:

    BERITA ACARA DISKUSI
    Hari/Tanggal :…………………….
    Tempat :…………………….
    Materi Diskusi :…………………….
    A. Tujuan Diskusi
    Tuliskan tujuan umum maupun spesifik dari diskusi yang dilakukan. Tujuan sebaiknya menggunakan kalimat operasional yang dapat diukur.
    B. Mekanisme dan Rancangan Diskusi
    Tuliskan mekanisme dan rancangan diskusi yang disepakati dengan sesama anggota kelompok maupun anggota kelas.
    C. Hal-hal yang Berkembang dalam Diskusi
    Tuliskan berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi yang dilakukan (pertanyaan, tanggapan, kesimpulan/kesepakatan, dsb). Tuliskan pula hal-hal lain yang tidak bersifat akademik seperti kehadiran anggota/peserta diskusi, sikap dan respon peserta diskusi, dll.
    D. Kesimpulan
    Tuliskan kesepakatan yang diperoleh dari hasil diskusi, baik yang sifatnya akademik maupun non akademik.
    E. Lampiran
    Lampirkan daftar hadir peserta dan susunan petugas sebagai pemimpin diskusi/presenter, moderator, notulis, dan sebagainya.
    Contoh format daftar hadir :
    DAFTAR HADIR DISKUSI KELOMPOK
    Hari/Tanggal :…………………
    Tempat :…………………
    No. NIM Nama Mahasiswa Tanda Tangan
    1. 1.
    2. 2.
    3. 3.

    Lampiran 2.

    PETUNJUK PELAKSANAAN TUGAS PENGELOMPOKAN-2
    “KOLABORASI PENILAIAN DENGAN GURU MATA PELAJARAN”

    A. Tujuan
    Tugas perkuliahan ini diharapkan akan memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam hal :
    1. Keterampilan bekerja dalam kelompok belajar.
    2. Penggunaan pendekatan komunikatif dalam membangun kerja sama kemitraan dengan orang lain dalam bentuk kolaboratif dan kooperatif.
    3. Membangun sendiri pengetahuan dan keterampilan dalam menetapkan tujuan penilaian, penyusunan perangkat/instrumen penilaian, melakukan penilaian, analisis butir soal, dan analisis hasil penilaian.
    B. Mekanisme dan Rancangan Kegiatan
    1. Setiap kelompok melakukan pendekatandengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah mengimplementasikan KBK (Kelas I SMA) agar bersedia secara sukarela melakukan kemitraan dalam bentuk kolaborasi dan kooperatif dalam melakukan penilaian proses dan hasil belajar dari suatu pembelajaran.
    2. Menyepakati jadwal pertemuan rutin dan topik-topik yang akan dibicarakan dan dikerjakan dalam pertemuan tersebut.
    3. Secara kolaborasi, mahasiswa dan guru menyusun silabus, SP, instrumen penilaian, melakukan penilaian, dan melakukan analisis dan interpretasi hasil penilaian. Bahkan kalau perlu merencanakan program remedial bila hasil analisis menunjukkan adanya siswa yang tidak mencapai ketuntasan belajar.
    4. Setiap perkembangan dari kerjasama kemitraan ini merupakan salah satu bahan yang dibicarakan dalam diskusi kelompok dan diskusi kelas.
    5. Tagihan kegiatan ini adalah portofolio berupa: jadwal pertemuan, berita acara pertemuan, perangkat silabus, SP, instrumen penilaian, hasil analisis butir, serta analisis dan interpretasi hasil penilaian.
    6. Contoh berita acara sama dengan tugas pengelompokan-1.

  10. Komunikasi nonverbal
    Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
    Langsung ke: navigasi, cari
    Penggunaan ekspresi wajah merupakan salah satu komunikasi nonverbal.
    Penggunaan ekspresi wajah merupakan salah satu komunikasi nonverbal.

    Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.

    Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi “tidak menggunakan kata” dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.
    Daftar isi
    [sembunyikan]

    * 1 Jenis-jenis komunikasi nonverbal
    o 1.1 Komunikasi objek
    o 1.2 Sentuhan
    o 1.3 Kronemik
    o 1.4 Gerakan tubuh
    o 1.5 Vokalik
    o 1.6 Lingkungan
    * 2 Variasi budaya dalam komunikasi nonverbal
    * 3 Referensi
    * 4 Catatan kaki
    * 5 Lihat pula

    [sunting] Jenis-jenis komunikasi nonverbal

    [sunting] Komunikasi objek
    Seorang polisi menggunakan seragam. Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi objek.
    Seorang polisi menggunakan seragam. Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi objek.

    Komunikasi objek yang paling umum adalah penggunaan pakaian. Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang digunakannya, walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe. Misalnya orang sering lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya menarik. Selain itu, dalam wawancara pekerjaan seseorang yang berpakaian cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan daripada yang tidak. Contoh lain dari penggunaan komunikasi objek adalah seragam.

    [sunting] Sentuhan

    Haptik adalah bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.

    [sunting] Kronemik

    Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktifitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).[1]

    [sunting] Gerakan tubuh

    Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan.[2][3]

    [sunting] Vokalik

    Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti “mm”, “e”, “o”, “um”, saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.[4]

    [sunting] Lingkungan

    Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.[5]

    [sunting] Variasi budaya dalam komunikasi nonverbal

    Budaya asal seseorang amat menentukan bagaimana orang tersebut berkomunikasi secara nonverbal. Perbedaan ini dapat meliputi perbedaan budaya Barat-Timur, budaya konteks tinggi dan konteks rendah, bahasa, dsb. Contohnya, orang dari budaya Oriental cenderung menghindari kontak mata langsung, sedangkan orang Timur Tengah, India dan Amerika Serikat biasanya menganggap kontak mata penting untuk menunjukkan keterpercayaan, dan orang yang menghindari kontak mata dianggap tidak dapat dipercaya.[6]

    [sunting] Referensi

    * Verderber, Rudolph F.; Kathleen S. Verderber (2005). “Chapter 4: Communicating through Nonverbal Behaviour”, Communicate!, edisi ke-11, Wadsworth. ISBN 0-534-73936-4.

    [sunting] Catatan kaki

    1. ^ Verderber (2005), h. 82-83
    2. ^ Ekman, P.; W. V. Friesen (1969). Semiotica, I, 49-98.
    3. ^ Verderber (2005), h. 74-75
    4. ^ Verderber (2005), h. 77-78
    5. ^ Verderber (2005), h. 84-88
    6. ^ Nonverbal Communication: Speaking Without Words

    [sunting] Lihat pula

    * Komunikasi
    * Komunikasi antar-personal
    * Komunikasi verbal

    Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_nonverbal”
    Kategori: Komunikasi manusia
    Tampilan

    * Artikel
    * Pembicaraan
    * Sunting
    * ↑
    * Versi terdahulu

    Peralatan pribadi

    * Log in / create account

    Navigasi

    * Halaman Utama
    * Portal komunitas
    * Peristiwa terkini
    * Perubahan terbaru
    * Halaman sembarang
    * Bantuan
    * Menyumbang
    * Warung Kopi

    Pencarian

    Kotak peralatan

    * Pranala balik
    * Perubahan terkait
    * Pemuatan
    * Halaman istimewa
    * Versi cetak
    * Pranala permanen
    * Kutip artikel ini

    Bahasa lain

    * বাংলা
    * Català
    * Česky
    * Deutsch
    * English
    * Español
    * Français
    * 日本語
    * Polski
    * Русский

    Powered by MediaWiki
    Wikimedia Foundation

    * Halaman ini terakhir diubah pada 09:32, 13 Februari 2008.
    * Seluruh teks tersedia sesuai dengan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
    Wikipedia® adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Inc.
    * Kebijakan privasi
    * Perihal Wikipedia
    * Penyangkalan

  11. http://b-comm.blogspot.com/2007_08_01_archive.html

  12. erbicara di Depan Publik

    Salah satu hal yang paling kita takuti baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan profesional kita adalah ketika kita harus berbicara di depan banyak orang, baik untuk acara sosial, seminar, kuliah, presentasi bisnis, pidato perpisahan, bahkan dalam acara reuni sekolah yang sebagian besar hadirin telah kita kenal dengan baik. Berbicara di depan publik bagi sebagian besar kita adalah sesuatu yang menegangkan dan menakutkan, seakan seluruh mata para hadirin sedang menghakimi kita. Kita seakan-akan menjadi terdakwa yang sedang diadili oleh para hadirin.

    Pengelola rubrik:
    Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel

    Aribowo Prijosaksono (email:[email protected]) dan Roy Sembel (http://www.roy-sembel.com) adalah co-founder dan direktur The Indonesia Learning Institute – INLINE (http://www.inline.or.id), sebuah lembaga pembelajaran untuk para eksekutif dan profesional.

    Berbicara di depan publik, suka atau tidak merupakan keterampilan yang harus kita kuasai, karena pada suatu saat dalam kehidupan kita, pastilah kita harus berbicara di hadapan sejumlah orang untuk menyampaikan pesan, pertanyaan, tanggapan atau pendapat kita tentang sesuatu hal yang kita yakini. Hal yang sederhana misalnya kita harus berbicara di depan para tamu pada acara ulang tahun anak kita atau hal yang menentukan karier kita seperti mempresentasikan proposal proyek atau tentang produk kita di hadapan sejumlah mitra bisnis atau calon pembeli.

    Lima Unsur
    Berbicara di depan publik merupakan salah satu seni berkomunikasi. Dalam edisi Mandiri ke-38 kita telah membahas topik komunikasi. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya dalam edisi tersebut, ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan. Kelima unsur tersebut adalah: pengirim pesan (sender), pesan yang dikirimkan (message), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau medium), penerima pesan (receiver), dan umpan balik (feedback).

    Hukum Komunikasi
    Selain itu kita juga telah membahas 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kita rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble), yang berarti merengkuh atau meraih. Karena kita berkeyakinan bahwa komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain. Berikut kami uraikan kembali kelima hukum komunikasi efektif tersebut dalam konteks dan sebagai fondasi bagi kita untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik.
    Hukum pertama dalam berkomunikasi secara efektif, khususnya dalam berbicara di depan publik adalah sikap hormat dan sikap menghargai terhadap khalayak atau hadirin. Hal ini merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain, termasuk berbicara di depan publik. Kita harus memiliki sikap (attitude) menghormati dan menghargai hadirin kita. Kita harus ingat bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan orang tersebut.
    Hukum kedua adalah empati, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam berbicara di depan publik, kita harus terlebih dulu memahami latar belakang, golongan, lapisan sosial, tingkatan umur, pendidikan, kebutuhan, minat, harapan dan sebagainya, dari calon hadirin (audiences) kita. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
    Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan atau pun umpan balik apa pun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam berbicara di depan publik, kita perlu siap untuk menerima masukan atau umpan balik dengan sikap positif.
    Hukum ketiga adalah audible. Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Audible dalam hal ini berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui medium atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik.
    Hukum keempat adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (clarity). Selain bahwa pesan harus dapat diterima dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan. Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti oleh hadirin, akan membuat pidato atau presentasi kita tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh pentingnya Clarity dalam public speaking, sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice) dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan dalam presentasi atau pembicaraannya.
    Hukum kelima dalam komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Kerendahan hati juga bisa berarti tidak sombong dan menganggap diri penting ketika kita berbicara di depan publik. Justru dengan kerendahan hatilah kita dapat menangkap perhatian dan respon yang positif dari publik pendengar kita.
    Kelima hukum komunikasi tersebut sangat penting untuk menjadi dasar dalam melakukan pembicaraan di depan publik. Berikut adalah beberapa tips atau kiat-kiat untuk public speaking yang kami adaptasi dari buku Say It Like Shakespeare, karangan Thomas Leech.

    Persiapan
    Hal yang paling penting dalam persiapan kita untuk berbicara di depan publik adalah membangun rasa percaya diri dan mengendalikan rasa takut dan emosi kita. Bahkan banyak pakar komunikasi yang mengatakan bahwa persiapan mental jauh lebih penting daripada persiapan materi atau bahan pembicaraan. Meskipun demikian, persiapan materi juga sangat mempengaruhi kesiapan mental kita. Kesiapan mental yang positif merupakan syarat mutlak bagi kita dalam berbicara di depan publik. Pastikan juga bahwa anda beristirahat dan tidur yang cukup menjelang waktu anda berbicara di depan publik dan majulah dengan sikap optimis dan sukses. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam menyampaikan pesan kepada publik:
    Kualitas suara kita merupakan faktor kunci yang menentukan apakah hadirin memperhatikan kita maupun pesan yang kita sampaikan. Pastikan bahwa suara anda cukup keras dan jelas terdengar bahkan oleh hadirin yang duduk paling jauh dari anda sekalipun. Jika tersedia, selalu gunakan pengeras suara (loudspeaker), meskipun anda merasa suara anda sudah cukup keras. Cobalah dengan berlatih mendengarkan suara anda sendiri. Caranya dengan menutup mata, berbicaralah, kemudian perhatikan kualitas, kekuatan dan kejelasan suara anda.
    Suara kita merupakan aset kita yang paling berharga dalam berkomunikasi secara lisan. Oleh karena itu memelihara kualitas suara dan berlatih secara kontinu merupakan keharusan jika kita ingin menjadi pembicara publik yang sukses. Jika suara kita kurang bagus dan sumbang, kita dapat mencari pelatih suara profesional atau mengikuti kursus atau pendidikan (seperti misalnya di Institut Kesenian Jakarta) untuk meningkatkan kualitas suara kita. Apalagi misalnya anda bercita-cita jadi presenter, pembicara publik, MC dan sebagainya. Anda harus benar-benar memperhatikan kualitas suara anda.
    Bahasa dan kata-kata yang kita gunakan merupakan faktor kunci lain yang menentukan kemampuan komunikasi kita. Bahasa yang baik dan tepat dapat membantu memperjelas dan meningkatkan kualitas presentasi atau pembicaraan kita. Oleh karena itu perlu sekali bagi kita untuk memperhatikan kata-kata dan bahasa yang kita pilih.
    Pikirkanlah kata-kata yang akan anda gunakan, karena kemampuan berbahasa yang buruk akan tercermin pada kualitas penyampaian pesan kita. Hindari menggunakan kata-kata yang tidak perlu, seperti: apa itu ….. apa namanya…ehm….you know…. dll. Jangan mengucapkan kata-kata: maaf…..Jika anda salah mengucap, cukup anda ulangi sekali lagi kalimat tersebut dengan benar.
    Penampilan adalah kesan pertama. Jadi kita harus pastikan bahwa pada saat kita maju atau berdiri untuk berbicara, hadirin atau audiens kita memperoleh kesan yang baik terhadap kita. Pastikan bahwa penampilan kita membawa pesan yang positif, dan kita kelihatan lebih baik dan merasa lebih baik. Gunakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, dan sesuai dengan jenis pakaian yang digunakan oleh para hadirin lainnya.

    Komunikasi Non-verbal
    Yang dimaksud dengan komunikasi non-verbal adalah: kontak mata, ekspresi wajah, penampilan fisik, nada suara, gerakan tubuh, pakaian dan aksesoris yang kita gunakan – semuanya memberikan efek atau pengaruh yang cukup besar terhadap penyampaian pesan kita. Para hadirin akan kebingungan ketika bahasa tubuh kita misalnya berbeda dengan bahasa verbal yang kita ucapkan. Biarkan tubuh kita berkomunikasi juga dengan audiens kita. Bahasa tubuh kita sebagai pembicara atau pengirim pesan dan bahasa tubuh pendengar atau audiens kita dapat membantu atau menghalangi proses komunikasi. Jika hadirin duduk dengan sikap seperti mau tidur atau menunjukkan wajah bosan, berarti kita harus mengubah suasana atau cara kita menyampaikan pesan.

    Persiapan Mental
    Dalam membangun kesiapan mental kita dalam berbicara di depan publik, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengurangi ketegangan fisik dengan cara melakukan senam ringan (stretching). Karena kita tidak dapat menurunkan ketegangan mental sebelum kita mengendorkan otot-otot tubuh kita yang tegang. Seperti yang dikatakan oleh psikolog Amerika yang terkenal Dr. Richard Gillett, ”It is almost impossible to go into alpha without considerable muscular relaxation.” Hampir tidak mungkin masuk ke kondisi alpha (kondisi gelombang otak atau mental yang relaks) tanpa mengendorkan otot-otot tubuh. Biasanya saya memegang ujung kaki sambil berdiri membungkuk selama sepuluh detik. Kemudian tarik napas yang panjang dan dalam, tahan beberapa detik, kemudian keluarkan napas pelan-pelan. Selanjutnya anda bisa batuk sekali atau minum segelas air putih untuk mempersiapkan vokal anda.
    Cara lain yang efektif untuk membangun kesiapan mental adalah dengan datang ke tempat pertemuan lebih awal. Dengan demikian kita dapat mengetahui suasana dan keadaan terlebih dahulu. Selanjutnya kita bisa mencari dukungan (back up support) dari orang-orang yang kita kenal maupun kenalan baru serta dari mereka yang mengharapkan kita sukses dalam presentasi nantinya. Mengobrollah dengan mereka sebelum presentasi dimulai.
    Berikut adalah beberapa prinsip dalam mempersiapkan mental kita sebelum berbicara di depan publik:

    1. Berbicara di depan publik bukanlah hal yang sangat menegangkan. Dunia tidak runtuh jika anda tidak melakukannya dengan baik. Tidak akan ada hal yang buruk yang akan terjadi setelah presentasi atau penyampaian anda. Jadi tenang dan relaks saja.
    2. Kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas ataupun brilian untuk berbicara di depan publik.
    3. Siapkan 2-3 poin pembicaraan atau pertanyaan, karena audiens anda akan sulit untuk mengingat atau memperhatikan lebih dari tiga hal dalam satu waktu.
    4. Kita harus memiliki tujuan atau sasaran yang jelas dan terarah.
    5. Kita tidak perlu menganggap diri kita adalah seorang pembicara publik. Tujuan kita adalah menyampaikan pesan (message) kita kepada hadirin.
    6. Kita tidak perlu harus dapat sepenuhya menguasai seluruh hadirin. Biarkan saja kalau ada beberapa yang tidak menaruh perhatian. Fokuskan perhatian kita pada mereka yang tertarik dan mendengarkan presentasi kita.
    7. Kita harus ingat bahwa sebagian besar hadirin menginginkan kita berhasil dalam presentasi atau penyampaian pesan kita.

    Siapkan Pesannya
    Dalam mempersiapkan public speaking, selain persiapan mental, persiapan materi juga harus dilakukan dengan baik dan benar. Karena kesiapan materi atau pesan yang akan kita sampaikan akan sangat mempengaruhi kesiapan kita secara mental. Hal yang paling penting adalah kesiapan pendengar atau audiens untuk menerima pesan kita. Biasanya kita harus menyampaikan pokok-pokok pemikiran atau ringkasan dari apa yang mau kita sampaikan sehingga audiens juga memiliki kesiapan mental untuk menerima pesan tersebut. Paling tidak agenda atau outline bahan pembicaraan kita sudah jauh-jauh hari kita sampaikan terlebih dulu.
    Hal yang pertama dalam mempersiapkan materi adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai materi yang akan kita sampaikan baik dari buku-buku referensi, tulisan atau publikasi lainnya. Kita juga perlu memperoleh informasi tentang audiens kita, baik tingkatan umur, maupun pendidikan, pengalaman, bidang keahlian, minat dan sebagainya. Sehingga kita bisa empati (ingat hukum komunikasi kedua) dan berbicara dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh audiens kita. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam mengembangkan topik atau materi:
    1. Perkayalah topik dan bacaan yang telah kita lakukan dengan hal yang uptodate dan riil terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman kita, maupun pengalaman orang lain adalah bahan yang menarik untuk kita angkat.
    2. Hilangkan bagian-bagian yang dirasakan membuat kita tidak fokus, menimbulkan keragu-raguan atau melebihi jadwal waktu yang tersedia untuk kita.

    Kemudian kita tetapkan terlebih dulu apa tujuan atau sasaran kita. Apa yang menjadi tujuan seminar, rapat, kuliah atau pertemuan ini? Apa yang menjadi harapan panitia, kita sebagai pembicara dan seluruh hadirin yang ada? Penetapan tujuan ini sangat berkaitan dengan informasi yang kita dapatkan mengenai pendengar atau hadirin kita, apa yang menjadi tujuan dan harapan mereka? Dapatkan umpan balik dari teman-teman anda atau mereka yang ahli dalam bidang yang akan kita presentasikan.
    Setelah itu kemudian barulah kita susun peta pemikiran dari topik yang dipilih. Mengenai teknik pemetaan pemikiran pernah kita sampaikan pada edisi Mandiri 40. Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada dalam buku. Pertama, kita awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas kosong. Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting kita kembangkan tema pokok menjadi sub-tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti jari-jari roda.
    Setelah itu buatlah agenda, outline atau catatan kecil tentang urutan pembicaraan yang akan kita sampaikan. Sisipkan anekdot, kuis, cerita ilustrasi, games, dan latihan-latihan untuk menjaga agar audiens tidak bosan dan mengantuk. Persiapan tersebut termasuk menyusun makalah, powerpoint presentation, transparent sheets, handouts, video presentation, dan sebagainya sebagai materi utama presentasi anda. Ingat pada saat presentasi jangan membacakan makalah atau terpaku pada bahan utama anda. Berbicaralah seakan anda sedang berbicara dengan satu-dua orang saja. Gunakan kontak mata dan fokuskan perhatian pada mereka yang memperhatikan presentasi anda. Tetapi sebisa mungkin anda memproyeksikan pembicaraan anda ke seluruh ruangan dan seluruh hadirin.

    Alat Bantu Visual
    Untuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan (hukum ketiga audible), kita harus menguasai kegunaan dan penggunaan alat bantu visual seperti misalnya slide, overhead projector, LCD (infocus) projector yang langsung dihubungkan dengan komputer atau notebook anda. Sebagian besar orang lebih mudah menangkap informasi yang berupa gambaran visual daripada mendengarkan. Apalagi jika kita menggunakan data-data numerikal, akan lebih menarik jika disajikan dalam bentuk grafik, tabel atau bagan warna-warni. Anda bisa menggunakan software tertentu misalnya powerpoint, untuk menggabungkan pointers anda dengan suara, foto, clip art, animasi, dan video dalam satu file presentasi. Kemampuan menggunakan alat bantu visual ini akan memberikan kesan pertama kepada audience bahwa kita siap melakukan presentasi.
    Tetapi sekali lagi jangan terfokus pada alat bantu tersebut. Apalagi jika terjadi kesalahan atau gangguan teknis, anda harus selalu siap dengan cara presentasi yang langsung tanpa alat bantu. Atau sebaiknya ada teknisi yang siap untuk mengatasi gangguan teknis tersebut. Jangan sampai gara-gara alat bantu visual, anda kehilangan momentum untuk menyampaikan topik atau materi presentasi anda.
    Jadi dalam penyampaian pesan kepada publik, baik berupa pertanyaan, pidato, kuliah, seminar, sepatah kata, yang paling penting bagi kita adalah bahwa pesan kita dapat tersampaikan kepada penerima pesan dengan baik dan jelas. Berbicara di depan publik bukan ujian atau pun pengadilan untuk mengadili penampilan, kecerdasan, kecantikan atau pun keluasan pengetahuan kita. It is simply a process of conveying your message to the targetted audiences — nothing more nothing less.n

  13. Komunikasi
    Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
    Langsung ke: navigasi, cari

    Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
    Daftar isi
    [sembunyikan]

    * 1 Sejarah komunikasi
    * 2 Komponen komunikasi
    * 3 Proses komunikasi
    * 4 Teknologi komunikasi
    * 5 Batasan dalam komunikasi
    * 6 Referensi
    * 7 Lihat pula
    * 8 Pranala luar

    [sunting] Sejarah komunikasi

    Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan. [1].

    Pada binatang, selain untuk seks, komunikasijuga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya “otak reptil” menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain “tingkat tinggi”.

    Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan.

    Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.

    [sunting] Komponen komunikasi

    Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:

    * Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
    * Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
    * Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
    * Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
    * Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.

    [sunting] Proses komunikasi

    Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.

    1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
    2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
    3. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti kedua pihak.
    4. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.

    [sunting] Teknologi komunikasi

    Dalam telekomunikasi, komunikasi radio dua-arah melewati Atlantik pertama terjadi pada 25 Juli 1920.

    Dengan berkembangnya teknologi, protokol komunikasi juga turut berkembang, contohnya, Thomas Edison telah menemukan bahwa “halo” merupakan kata sambutan yang paling tidak berambiguasi melalaui suara dari kejauhan; kata sambutan lain seperti hail dapat mudah hilang atau terganggu dalam transmisi.

    [sunting] Batasan dalam komunikasi

    Batasan dalam komunikasi termasuk:

    1. Bahasa
    2. Penundaan waktu
    3. Politik

    [sunting] Referensi

    1. ^ (id) Larry Gonick, Kartun (non) Komunikasi, guna dan salah guna informasi dalam dunia modern. Kepustakaan Populer Gramedia, Juli 2007. (diterjemahkan dari Guide to (non) Communication HarperClollins Publisher, Inc copyright 1993. ISBN 978-979-91-0075-7

    Witzany, Guenther. “The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007). [1] Dance, Frank. “The ‘concept’ of communication. Journal of Communication, 20, 201-210 (1970). [2] Witzany, Guenther. “The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007).

    [2] Witzany, Guenther. “The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007).

    [sunting] Lihat pula

    Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
    Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifisasi artikel.
    Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

    * Teori komunikasi
    * satelit komunikasi
    * Logika
    * Sosiologi
    * Antropologi
    * Psikologi
    * jaringan komputer
    * Diffusion of innovations
    * Ethernet
    * Jaringan telepon global – juga dikenal sebagai Jaringan Telepon Switch Publik (Public Switched Telephone Network, PSTN)
    * Teori informasi
    * Internet
    * Jurnalisme
    * Linguistik
    * Surat
    * Media Massa
    * Media studies
    * Neuro-linguistic programming
    * Radioteletype
    * Rhetorical criticism
    * Semaphore
    * Social software
    * Telegrafi
    * Telekomunikasi
    * Telephony
    * Vokalisasi

    [sunting] Pranala luar

    * Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Republik Indonesia
    * Milis Public Speaking
    * Sekolah Public Speaking

    [sembunyikan]Bidang utama teknologi
    Ilmu Terapan Kecerdasan buatan • Teknologi keramik • Teknologi komputasi • Elektronik • Energi • Penyimpanan Energi • Rekayasa Fisika • Teknologi lingkungan • Ilmu Material • Material engineering • Teknologi mikro • Teknologi nano • Teknologi nuklir • Rekayasa optis • Quantum computing
    Olah raga dan Rekreasi Peralatan berkemah • Tempat bermain • Olah raga • Peralatan olah raga
    Informasi dan Komunikasi Komunikasi • Grafis • Teknologi musik • Pengenalan suara • Teknologi Visual
    Industri Konstruksi • Financial engineering • Manufaktur • Mesin • Pertambangan
    Militer Bom • Senapan • Amunisi • Teknologi militer dan peralatan • Teknik kelautan • Pesawat tempur • Kapal perang • Rudal • Tank
    Rumah tangga Peralatan rumah tangga • Teknologi rumah tangga • Teknologi pendidikan • Teknologi pangan
    Teknik Teknik penerbangan • Teknik pertanian • Teknik arsitektur • Rekayasa biologi • Teknik biokimia • Teknik biomedis • Teknik kimia • Teknik sipil • Teknik komputer • Teknik konstruksi • Teknik listrik • Teknik elektro • Teknik lingkungan • Teknik industri • Teknik material • Teknik mesin • Teknik mekatronika • Teknik metalurgi • Teknik pertambangan • Teknik nuklir • Teknik perminyakan • Teknik perangkat lunak • Teknik struktur • Rekayasa jaringan
    Kesehatan dan Keselamatan Teknik Biomedis • Bioinformatika • Bioteknologi • Informatika kimiawi • Teknologi perlindungan kebakaran • Ilmu kesehatan • Farmasi • Teknik keselamatan • Teknik kesehatan
    Transportasi Angkasa luar • Teknik penerbangan • Teknik perkapalan • Kendaraan bermotor • Teknologi luar angkasa • Transportasi
    Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi”
    Kategori: Artikel yang perlu dirapikan | Komunikasi
    Tampilan

    * Artikel
    * Pembicaraan
    * Sunting
    * ↑
    * Versi terdahulu

    Peralatan pribadi

    * Log in / create account

    Navigasi

    * Halaman Utama
    * Portal komunitas
    * Peristiwa terkini
    * Perubahan terbaru
    * Halaman sembarang
    * Bantuan
    * Menyumbang
    * Warung Kopi

    Pencarian

    Kotak peralatan

    * Pranala balik
    * Perubahan terkait
    * Pemuatan
    * Halaman istimewa
    * Versi cetak
    * Pranala permanen
    * Kutip artikel ini

    Bahasa lain

    * Aragonés
    * Български
    * Brezhoneg
    * Català
    * Česky
    * Dansk
    * Deutsch
    * Ελληνικά
    * English
    * Esperanto
    * Español
    * Eesti
    * فارسی
    * Français
    * Galego
    * עברית
    * Italiano
    * 日本語
    * 한국어
    * Lëtzebuergesch
    * Limburgs
    * Македонски
    * Nederlands
    * ‪Norsk (nynorsk)‬
    * ‪Norsk (bokmål)‬
    * Polski
    * Português
    * Русский
    * Simple English
    * Basa Sunda
    * ไทย
    * Tagalog
    * Українська
    * 中文

    Powered by MediaWiki
    Wikimedia Foundation

    * Halaman ini terakhir diubah pada 03:16, 13 Mei 2008.
    * Seluruh teks tersedia sesuai dengan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
    Wikipedia® adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Inc.
    * Kebijakan privasi
    * Perihal Wikipedia
    * Penyangkalan

  14. Memahami Proses Komunikasi
    By Purnawan Kristanto – Posted on Desember 21st, 2006
    Setiap hari kita melakukan komunikasi. Bahkan sebagian besar kegiatan dalam kehidupan kita adalah untuk berkomunikasi. Apapun yang Anda sampaikan–entah itu cerita lucu, kisah sedih, atau paparan teori Fisika yang rumit,–yang paling terutama pesan Anda itu harus bisa dimengerti oleh orang lain. Kalau pesan itu tidak bisa dimengerti maka kegiatan itu tidak bisa disebut sebagai komunikasi. Secara sederhana, komunikasi dapat didefinisikan sebagai sebuah tindakan mengirimkan pesan yang dapat dipahami kepada orang lain.

    Di dalam komunikasi lisan, ada dua cara dasar di dalam berkomunikasi, yaitu: komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Di dalam komunikasi verbal, kita menyampaikan pesan menggunakan kata-kata(bahasa). Sedangkan di dalam komunikasi non-verbal, kita mengirimkan pesan menggunakan tanda-tanda, simbol, sikap tubuh (gesture), ekspresi wajah, nada bicara dan tekanan kalimat.

    Bagaimana sih cara kerja komunikasi? Faktor apa yang menunjang keberhasilan dalam berkomunikasi? Proses komunikasi sedikitnya melibatkan empat komponen, yaitu:

    1. Komunikator, Sumber Komunikasi atau Pengirim Pesan, yakni seseorang atau sekelompok orang atau suatu organisasi yang mengambil inisiatif mengirimkan pesan.

    2. Pesan, berupa lambang atau tanda, seperti kata-kata (dalam bentuk tertulis atau lisan) gesture dll.

    3. Media atau Saluran Komunikasi, yakni sesuatu yang dipakai sebagai alat pengiriman pesan (misalnya telepon, radio, surat, suratkabar, email, SMS, TV atau gelombang udara

    4. Komunikan atau Penerima Pesan, yakni seseorang atau sekelompok orang yang menjadi sasaran penerima pesan.

    Di samping keempat elemen tersebut, masih ada tiga elemen atau faktor lain yang juga penting dalam proses komunikasi, yakni:

    5. Dampak/Akibat/Hasil yang terjadi pada pihak penerima/komunikan.

    6. Umpan balik (feedback), yakni reaksi atau tanggapan balik dari pihak penerima/komunikan atas pesan yang diterimanya.

    7. Gangguan (noise) yakni faktor-faktor eksternal maupun internal (psikologis) yang dapat mengganggu atau menghambat kelancaran proses komunikasi.

    Secara sederhana, proses komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut:Pertama-tama, proses komunikasi selalu ditimbulkan oleh inisiatif seseorang yang ingin menyampaikan sebuah pesan kepada orang lain atau sekelompok orang. Orang yang memprakarsai komuniasi ini disebut sebagai Komunikator. Jika Anda berbicara kepada teman Anda, isi perkataan Anda itulah yang disebut dengan pesan (message) Anda. Ketika Anda mengirimkan SMS, Anda juga sedang mengirimkan pesan. Demikian juga, ketika Anda ingin menyampaikan cerita Alkitab pada anak-anak Sekolah Minggu, Anda pun sebenarnya mengambil inisiatif untuk menyampaikan pesan kepada orang lain.

    Supaya bisa menyampaikan pesan, komunikator itu membutuhkan media atau saluran. Ibarat kantor Perusahaan Air Minum (PAM), mereka membutuhkan saluran untuk meneruskan air yang mereka olah supaya sampai kepada pelanggan. Mereka bisa memakai pipa, selang plastik, selokan, atau truk tangki. Demikian juga dalam proses komunikasi, ada berbagai pilihan saluran komunikasi: lewat kabel (telepon, TV kabel, internet), gelombang elektronik (handphone, televisi, radio), cetakan (surat kabar, surat, majalah, buku).

    Lalu bagaimana dengan pembawa cerita? Mereka memakai saluran komunikasi apa? Di dalam ranah komunikasi lisan, saluran komunikasi yang digunakan adalah melalui panca indera manusia. Kita dapat menerima pesan itu menggunakan satu atau lebih indera kita. Ketika melihat langit yang mendung, kita menangkap pesan bahwa sebentar lagi akan turun hujan. Ketika kita mendengar suara bergemuruh di stasiun, kita mendapat pesan bahwa kereta api sebentar lagi akan lewat. Ketika kita merasa pahit ketika mencicipi makanan, kita memperoleh informasi bahwa makanan tersebut tidak enak.

    Di dalam komunikasi lisan, indera yang paling sering digunakan untuk menerima pesan adalah penglihatan dan pendengaran kita. Itu sebabnya kalau Anda berkomunikasi dengan orang buta dan tuli, maka Anda akan menemui hambatan. Mengapa demikian? Karena kedua saluran komunikasi mereka yang paling utama telah tertutup. Banyak orang yang menganggap bahwa dalam komunikasi lisan, yang paling penting adalah berkomunikasi menggunakan kata-kata (suara). Pada kenyatannya, komunikan Anda, yaitu anak-anak, tidak hanya mendengar cerita Anda, tapi juga melihat Anda. Mereka mengamat-amati gerak-gerik Anda, ekspresi Anda, dandanan Anda, tekanan suara Anda,dll. Semua yang mereka lihat ini dapat memperkuat pesan yang Anda sampaikan; Tapi bisa juga berakibat sebaliknya, yaitu melemahkan pesan Anda.

    Dalam penyampaian pesan melalui media, komunikasi ini ada kemungkinan akan menemui gangguan. Ibarat saluran pipa PAM, jika pipa ini yang mengalami kebocoran, maka akibatnya pelanggan menerima air yang berkualitas buruk. Demikian juga di dalam komunikasi. Karena ada gangguan (noise) dalam saluran komunikasi, maka akibatnya pesan yang diterima oleh komunikan mengalami gangguan.

    Ada dua macam gangguan: gangguan eksternal dan gangguan internal dan. Gangguan eksternal adalah berbagai gangguan yang berasal dari luar komunikator dan komunikan. Gangguan ini dapat berupa suara gaduh, suhu udara yang panas, ada hal lain yang lebih menarik perhatian audiens, bau yang tidak sedap, udara yang terlalu dingin dll. Gangguan dari luar biasanya tidak banyak mengganggu media atau saluran komunikasi, sepanjang tingkat gangguan itu masih bisa ditoleransi. Akan tetapi gangguan yang lebih sulit untuk dikendalikan adalah gangguan internal. Gangguan ini berasal dari faktor-faktor psikologis. Misalnya rasa takut, kecewa, cemas, grogi atau gejolak emosi lainnya. Sebagai contoh, anak yang baru saja pindah ke kelompok Sekolah Minggu Anda, biasanya dia akan menemui kesulitan di dalam menerima pesan yang Anda sampaikan. Penyebabnya, karena dia merasa cemas sebagai anak baru. Dia merasa berada di dalam lingkungan yang masih asing. Dia tidak merasa aman, karena belum memiliki kenalam. Akibatnya, dia tidak bisa berkonsentrasi di dalam menyimak cerita Guru Sekolah Minggu.

    Pesan yang disampaikan oleh komunikator ini harus melewati berbagai gangguan (noise). Pesan-pesan ini harus bisa lolos dari berbagai gangguan sebelum akhirnya bisa mencapai komunikan. Komunikasi terjadi apabila komunikan bisa mengerti pesan-pesan yang diterimanya.

    Aspek berikutnya di dalam proses komunikasi adalah umpan balik. Umpan balik adalah informasi yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator, yang menandakan bahwa pesan tersebut telah diterima dan dipahami. Melalui umpan balik ini, komunikator dapat memeriksa dan memastikan apakah penerima pesan atau komunikan sudah menerima pesan, sesuai dengan keinginannya atau tidak. Ada kemungkinan, pesan yang dipahami oleh komunikan itu berbeda dengan yang di yang dikehendaki. Hal ini bisa terjadi karena pesan tersebut mengalami gangguan selama pengiriman. Akibatnya, pesan tersebut tidak dapat diterima dengan utuh. Ilustrasi berikut ini bisa menjelaskan:

    Seorang Ibu baru saja melahirkan bayi kembar empat. Dia segera meraih handphone-nya. Dia ingin membagikan kabar gembira ini kepada redaksi suratkabar di kotanya.Namun dia karena berada di dalam gedung rumah sakit, maka sinyal di sana sangat lemah. Sambungan telepon itu buruk dan terputus-putus.”Pak, saya mengabarkan bahwa saya telah melahirkan kembar empat,” kata Ibu itu.Dari ujung telepon, terdengar suara redaksi suratkabar, “Apakah Ibu bisa mengulanginya lagi?”Dengan kesal Ibu itu menjawab, “Tidak,Pak. Punya anak empat saja sudah cukup banyak.”

    Di sini, ada kesalahan penerimaan pesan antara Ibu dan Redaksi. Redaksi sebenarnya meminta Ibu itu supaya mengulangi berita pertama karena dia tidak bisa mendengar dengan jelas. Akan tetapi Ibu itu mengira Redaksi tadi menanyakan apakah dia mau melahirkan kembar empat lagi!

    Di dalam komunikasi lisan, umpan balik itu bisa berupa kata-kata. Akan tetapi yang lebih sering muncul justru berupa pesan nonverbal. Misalnya, komunikasn tersenyum yang menandakan bahwa dia merasa senang, mengangguk sebagai isyarat setuju, atau gelisah yang menunjukkan bahwa dia merasa bosan. Pada tulisan berikutnya, kita akan membahas tentang berbagai jenis umpan balik, cara mengenalinya dan bagaimana menghindari umpan balik yang negatif.

    Kita menulis karena ingin mengekspresikan pikiran kita, bukan pikiran yang menjadi bos kita.”
    — Nawal el Saadawi. Kunjungi SITUS saya di: http://www.geocities.com/purnawankristanto
    dan BLOG saya di: http://purnawan-kristanto.blogspot.com

    Tagged: Pengajaran/Guru sekolah minggu
    Blognya Purnawan Kristanto Login or register to post comments 6093 kali dibaca Kirim halaman ini
    Similar entries
    Setiap Orang adalah Pencerita
    Reason People Can’t Pray
    Guide us in our way
    aku harus hidup lagi…
    Gear up, go strong and Go forward

  15. HomeSurat Lamaran – BahasaSurat Lamaran – EnglishCV – BahasaCV – English
    Menu Home
    Surat Lamaran
    Curriculum Vitae (CV)
    Follow Up Letter
    Surat Bisnis
    Bursa Kerja Board

    Artikel Info Flash
    Tips on Ngelamar

    Partner Sites Irha
    HRD e-mail list

    Related Items Marketing/Sales/Kurir
    Marketing/sales
    Banking
    Finance & Accounting 2
    Finance & Accounting 1
    Marketing/Sales 4
    Banking
    Marketing/sales 3
    Marketing/sales 2
    Under & Fresh Graduate – Marketing/sales
    Sales Manager
    Marketing/sales 6
    Art & Craft Designer
    Banking – International Relation
    Marketing/sales 5
    Marketing/sales 1
    Insurance
    Resepsionis
    Manajer Pemasaran 2
    Pemasaran
    Manajemen
    Kargo/Transportasi
    Manajer Pemasaran 1
    Accountant 2
    Accountant 1
    Management
    Financial Management 3
    Financial Management 2
    Financial Management 1

    Home Curriculum Vitae (CV) Bahasa Indonesia Manajer Pemasaran
    Manajer Pemasaran
    Dwi Susanti
    DATA PRIBADI

    ——————————————————————————–

    Tempat, tanggal lahir
    : Yogyakarta, 18 Januari 1973
    Jenis kelamin
    : Perempuan
    Status : Menikah
    Agama : Islam
    Kewarganegaraan : Indonesia
    Alamat : Jl. Kebon Jeruk X No.75
    Jakarta Barat 17345
    Telepon : (021) 5846887, 08170957556
    e-mail : [email protected] e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

    BIDANG KEAHLIAN

    ——————————————————————————–
    Manajer Pemasaran

    PENGALAMAN KERJA

    ——————————————————————————–
    2002–Saat ini PT. BCG Battery Bekasi, Jawa Barat

    National Sales Manager

    Meningkatkan penjualan sebesar 50% dari Rp 400 milyar menjadi Rp 850 milyar.
    Meningkatkan penjualan per distributor sebesar 50%.
    Membuka wilayah pemasaran baru di Indonesia bagian timur yang memberikan kontribusi terhadap kenaikan penjualan nasional sebesar 20%.

    1999–2002 PT. BOGA INTI SARI Bogor, Jawa Barat

    District Sales Manager

    Meningkatkan penjualan wilayah Jabotabek dari Rp 250 milyar per tahun menjadi Rp 350 milyar per tahun.
    Mengkoordinir 250 agen distributor di wilayah Jabotabek.
    Implementasi kursus dan pelatihan mengenai teknik dan strategi menjual yang efektif bagi karyawan baru, yang terbukti dapat meningkatkan penjualan secara lebih cepat.

    1997–1999 PT. AUTO 5000 Tangerang, Banten

    Senior Sales Representative

    Meningkatkan penjualan produk mobil per individu agen sebesar 20% dalam waktu 2 tahun.
    Mengkoordinir agen-agen penjualan di wilayah Tangerang dan Serpong.
    Mengembangkan tim agen penjualan dari 10 orang menjadi 45 orang dalam waktu 2 tahun.

    PENDIDIKAN

    ——————————————————————————–
    1992–1997 STIE YKPN Yogyakarta
    Sarjana Ekonomi, jurusan Management Pemasaran, lulus tahun 1997 dengan IPK 3.32.

    KURSUS DAN PELATIHAN

    ——————————————————————————–
    2002 EXECUTIVE TRAINING CENTER Jakarta
    Effective Seling Strategy

    1997 GAJAH MADA KOMPUTER Yogyakarta
    Aplikasi Komputer Untuk Bisnis

    HOBY

    ——————————————————————————–
    Travelling, olah raga, membaca, internet.

    Next >
    [ Back ]

    © 2007 Ngelamar.com, contoh surat lamaran, resume dan CV

  16. Accounting & Finance 1
    Jakarta, 20 Desember 2006

    Kepada Yth,

    Manajer Sumber Daya Manusia
    PT. Abdi Bangsa Sejahtera Finance
    Jl. Kejayaan No. 50
    Jakarta Selatan
    Dengan hormat,

    Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari bapak/ibu seperti yang termuat di harian Media Indonesia tanggal 18 Desember 2006, saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam tim Accounting & Finance di PT. Abdi Bangsa Sejahtera Finance.

    Usia saya 27 tahun, telah menikah dan memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik. Saya dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan dan memiliki kemampuan Akuntansi yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti MS Excel, MS Word, MS Acces, MS PowerPoint, MS OutLook, Internet, maupun software khusus Accounting seperti SAP, serta surat-menyurat dalam bahasa Inggris.

    Saat ini saya bekerja sebagai staff Accounting di PT. Pandawa Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik. Dalam surat ini saya lampirkan data-data tentang diri saya berikut foto terakhir sebagai bahan pertimbangan bapak/ibu.

    Saya berharap bapak/ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.

    Hormat saya,

    Darius Sindunatra

  17. Finance & Accounting 1
    Jakarta, Desember 08, 2006

    Attention:

    Personel Manager of PT FAJAR KARYA INDAH Tbk.
    Gedung PT. FAJAR KARYA INDAH Tbk. 2nd floor
    Jl. Kemandoran Kav.27
    Jakarta Barat

    Dear Sir/Madam,

    Refer to your requirement advertised in Kompas December 06 2006, I am interested to joint and to contribute with your respected company.

    I am twenty-six years of age, single and in good health condition. I was graduated from AA YKPN, Yogyakarta in 2003. My scholastic record is satisfactory and also skilled at Accounting duties. I am be able to use English both oral and written, computer literate, able to use MS Office package such as MS Excel, MS Word, MS PowerPoint, MS OutLook and Internet, also familiar with English Correspondences and Administration duties.

    Now, I am working as Accounting Staff at PT. SURYA PERKASA. I am willing to learn and work very well with others and anxious to put my knowledge into practical. Enclosed is my resume and latest photograph for your review and considerations.

    I hope you will grant me an interview and the opportunity to give you more details about my self.

    Yours faithfully,

    Arimbi Ambarketawang

  18. tUGAS TERSTRUKTUR TAMBAHAN UNTUK INDIVIDU:
    DAN WAJIB DIPRESENTASIKAN DI DEPAN KELAS DENGAN MENGGUNAKAN POWER POINT. BAHAN PRESENTASIKAN DIEMAILKAN KE [email protected].
    Carilah dienterner topik Kombis sbb:
    Hambatan komunikasi
    Komunikasi lisan
    budaya komunikasi
    komunikasi bisnis
    Korespondensi
    Curriculum vitae
    resume
    Lamaran kerja
    surat bisnis
    surat pesanan
    wawancara kerja

Leave a Reply