<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Komunikasi Bisnis</title>
	<atom:link href="http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adimursalin.edublogs.org</link>
	<description>Just another Edublogs.org weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Nov 2008 08:41:36 -0400</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: adimursalin</title>
		<link>http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/comment-page-1/#comment-39</link>
		<dc:creator>adimursalin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 16:03:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/#comment-39</guid>
		<description>tUGAS TERSTRUKTUR TAMBAHAN UNTUK INDIVIDU:
DAN WAJIB DIPRESENTASIKAN DI DEPAN KELAS DENGAN MENGGUNAKAN POWER POINT. BAHAN PRESENTASIKAN DIEMAILKAN KE amur2766@yahoo.co.id.
Carilah dienterner topik Kombis sbb:
Hambatan komunikasi
Komunikasi lisan
budaya komunikasi
komunikasi bisnis
Korespondensi
Curriculum vitae
resume
Lamaran kerja 
surat bisnis
surat pesanan
wawancara kerja</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tUGAS TERSTRUKTUR TAMBAHAN UNTUK INDIVIDU:<br />
DAN WAJIB DIPRESENTASIKAN DI DEPAN KELAS DENGAN MENGGUNAKAN POWER POINT. BAHAN PRESENTASIKAN DIEMAILKAN KE <a href="mailto:amur2766@yahoo.co.id">amur2766@yahoo.co.id</a>.<br />
Carilah dienterner topik Kombis sbb:<br />
Hambatan komunikasi<br />
Komunikasi lisan<br />
budaya komunikasi<br />
komunikasi bisnis<br />
Korespondensi<br />
Curriculum vitae<br />
resume<br />
Lamaran kerja<br />
surat bisnis<br />
surat pesanan<br />
wawancara kerja</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adimursalin</title>
		<link>http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/comment-page-1/#comment-38</link>
		<dc:creator>adimursalin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 15:59:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/#comment-38</guid>
		<description>Finance &amp; Accounting 1    
Jakarta, Desember 08, 2006


Attention: 

Personel Manager of PT FAJAR KARYA INDAH Tbk.
Gedung PT. FAJAR KARYA INDAH Tbk. 2nd floor
Jl. Kemandoran Kav.27  
Jakarta Barat



 
Dear Sir/Madam,

Refer to your requirement advertised in Kompas December 06 2006, I am interested to joint and to contribute with your respected company.

I am twenty-six years of age, single and in good health condition. I was graduated from AA YKPN, Yogyakarta in 2003. My scholastic record is satisfactory and also skilled at Accounting duties. I am be able to use English both oral and written, computer literate, able to use MS Office package such as MS Excel, MS Word, MS PowerPoint, MS OutLook and Internet, also familiar with English Correspondences and Administration duties.

Now, I am working as Accounting Staff at PT. SURYA PERKASA. I am willing to learn and work very well with others and anxious to put my knowledge into practical. Enclosed is my resume and latest photograph for your review and considerations.

I hope you will grant me an interview and the opportunity to give you more details about my self.

 
 
Yours faithfully,



Arimbi Ambarketawang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Finance &amp; Accounting 1<br />
Jakarta, Desember 08, 2006</p>
<p>Attention: </p>
<p>Personel Manager of PT FAJAR KARYA INDAH Tbk.<br />
Gedung PT. FAJAR KARYA INDAH Tbk. 2nd floor<br />
Jl. Kemandoran Kav.27<br />
Jakarta Barat</p>
<p>Dear Sir/Madam,</p>
<p>Refer to your requirement advertised in Kompas December 06 2006, I am interested to joint and to contribute with your respected company.</p>
<p>I am twenty-six years of age, single and in good health condition. I was graduated from AA YKPN, Yogyakarta in 2003. My scholastic record is satisfactory and also skilled at Accounting duties. I am be able to use English both oral and written, computer literate, able to use MS Office package such as MS Excel, MS Word, MS PowerPoint, MS OutLook and Internet, also familiar with English Correspondences and Administration duties.</p>
<p>Now, I am working as Accounting Staff at PT. SURYA PERKASA. I am willing to learn and work very well with others and anxious to put my knowledge into practical. Enclosed is my resume and latest photograph for your review and considerations.</p>
<p>I hope you will grant me an interview and the opportunity to give you more details about my self.</p>
<p>Yours faithfully,</p>
<p>Arimbi Ambarketawang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adimursalin</title>
		<link>http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/comment-page-1/#comment-37</link>
		<dc:creator>adimursalin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 15:58:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/#comment-37</guid>
		<description>Accounting &amp; Finance 1    
Jakarta, 20 Desember 2006

 

Kepada Yth,

Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Abdi Bangsa Sejahtera Finance
Jl. Kejayaan No. 50
Jakarta Selatan
Dengan hormat,

    Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari bapak/ibu seperti yang termuat di harian Media Indonesia tanggal 18 Desember 2006, saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam tim Accounting &amp; Finance di PT. Abdi Bangsa Sejahtera Finance.

    Usia saya 27 tahun, telah menikah dan memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik. Saya dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan dan memiliki kemampuan Akuntansi yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti MS Excel, MS Word, MS Acces, MS PowerPoint, MS OutLook, Internet, maupun software khusus Accounting seperti SAP, serta surat-menyurat dalam bahasa Inggris.

    Saat ini saya bekerja sebagai staff Accounting di PT. Pandawa Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik. Dalam surat ini saya lampirkan data-data tentang diri saya berikut foto terakhir sebagai bahan pertimbangan bapak/ibu.

    Saya berharap bapak/ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.

Hormat saya,

 

  
Darius Sindunatra</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Accounting &amp; Finance 1<br />
Jakarta, 20 Desember 2006</p>
<p>Kepada Yth,</p>
<p>Manajer Sumber Daya Manusia<br />
PT. Abdi Bangsa Sejahtera Finance<br />
Jl. Kejayaan No. 50<br />
Jakarta Selatan<br />
Dengan hormat,</p>
<p>    Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari bapak/ibu seperti yang termuat di harian Media Indonesia tanggal 18 Desember 2006, saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam tim Accounting &amp; Finance di PT. Abdi Bangsa Sejahtera Finance.</p>
<p>    Usia saya 27 tahun, telah menikah dan memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik. Saya dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan dan memiliki kemampuan Akuntansi yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti MS Excel, MS Word, MS Acces, MS PowerPoint, MS OutLook, Internet, maupun software khusus Accounting seperti SAP, serta surat-menyurat dalam bahasa Inggris.</p>
<p>    Saat ini saya bekerja sebagai staff Accounting di PT. Pandawa Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik. Dalam surat ini saya lampirkan data-data tentang diri saya berikut foto terakhir sebagai bahan pertimbangan bapak/ibu.</p>
<p>    Saya berharap bapak/ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.</p>
<p>Hormat saya,</p>
<p>Darius Sindunatra</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adimursalin</title>
		<link>http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/comment-page-1/#comment-36</link>
		<dc:creator>adimursalin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 15:55:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/#comment-36</guid>
		<description>HomeSurat Lamaran - BahasaSurat Lamaran - EnglishCV - BahasaCV - English 
  Menu Home 
Surat Lamaran 
Curriculum Vitae (CV) 
Follow Up Letter 
Surat Bisnis 
Bursa Kerja Board 

Artikel Info Flash 
Tips on Ngelamar 

Partner Sites Irha 
HRD e-mail list 


Related Items Marketing/Sales/Kurir 
Marketing/sales 
Banking 
Finance &amp; Accounting 2 
Finance &amp; Accounting 1 
Marketing/Sales 4 
Banking 
Marketing/sales 3 
Marketing/sales 2 
Under &amp; Fresh Graduate - Marketing/sales 
Sales Manager 
Marketing/sales 6 
Art &amp; Craft Designer 
Banking - International Relation 
Marketing/sales 5 
Marketing/sales 1 
Insurance 
Resepsionis 
Manajer Pemasaran 2 
Pemasaran 
Manajemen 
Kargo/Transportasi 
Manajer Pemasaran 1 
Accountant 2 
Accountant 1 
Management 
Financial Management 3 
Financial Management 2 
Financial Management 1 



 

 
Home  Curriculum Vitae (CV)  Bahasa Indonesia  Manajer Pemasaran  
Manajer Pemasaran    
Dwi Susanti
DATA PRIBADI

--------------------------------------------------------------------------------
 
 Tempat, tanggal lahir 
  : Yogyakarta, 18 Januari 1973 
 Jenis kelamin 
  : Perempuan 
 Status  : Menikah 
 Agama  : Islam 
 Kewarganegaraan  : Indonesia 
 Alamat  : Jl. Kebon Jeruk X No.75 
     Jakarta Barat 17345 
 Telepon  : (021) 5846887, 08170957556 
 e-mail  : dwisusanti@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it  
   

BIDANG KEAHLIAN

--------------------------------------------------------------------------------
Manajer Pemasaran
    
PENGALAMAN KERJA

--------------------------------------------------------------------------------
2002–Saat ini    PT. BCG Battery    Bekasi, Jawa Barat

National Sales Manager


Meningkatkan penjualan sebesar 50% dari Rp 400 milyar menjadi Rp 850 milyar.
Meningkatkan penjualan per distributor sebesar 50%.
Membuka wilayah pemasaran baru di Indonesia bagian timur yang memberikan kontribusi terhadap kenaikan penjualan nasional sebesar 20%.
    
1999–2002    PT. BOGA INTI SARI    Bogor, Jawa Barat

District Sales Manager


Meningkatkan penjualan wilayah Jabotabek dari Rp 250 milyar per tahun menjadi Rp 350 milyar per tahun.
Mengkoordinir 250 agen distributor di wilayah Jabotabek.
Implementasi kursus dan pelatihan mengenai teknik dan strategi menjual yang efektif bagi karyawan baru, yang terbukti dapat meningkatkan penjualan secara lebih cepat.
    
1997–1999    PT. AUTO 5000    Tangerang, Banten

Senior Sales Representative


Meningkatkan penjualan produk mobil per individu agen sebesar 20% dalam waktu 2 tahun.
Mengkoordinir agen-agen penjualan di wilayah Tangerang dan Serpong.
Mengembangkan tim agen penjualan dari 10 orang menjadi 45 orang  dalam waktu 2 tahun.
    
PENDIDIKAN

--------------------------------------------------------------------------------
1992–1997    STIE YKPN    Yogyakarta
Sarjana Ekonomi, jurusan Management Pemasaran, lulus tahun 1997 dengan IPK 3.32.
    
KURSUS DAN PELATIHAN

--------------------------------------------------------------------------------
2002        EXECUTIVE TRAINING CENTER    Jakarta
Effective Seling Strategy

1997        GAJAH MADA KOMPUTER    Yogyakarta
Aplikasi Komputer Untuk Bisnis
    
HOBY

--------------------------------------------------------------------------------
Travelling, olah raga, membaca, internet.
 
 
  Next &gt;  
[ Back ]  
 
 

    
 
© 2007 Ngelamar.com, contoh surat lamaran, resume dan CV</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>HomeSurat Lamaran &#8211; BahasaSurat Lamaran &#8211; EnglishCV &#8211; BahasaCV &#8211; English<br />
  Menu Home<br />
Surat Lamaran<br />
Curriculum Vitae (CV)<br />
Follow Up Letter<br />
Surat Bisnis<br />
Bursa Kerja Board </p>
<p>Artikel Info Flash<br />
Tips on Ngelamar </p>
<p>Partner Sites Irha<br />
HRD e-mail list </p>
<p>Related Items Marketing/Sales/Kurir<br />
Marketing/sales<br />
Banking<br />
Finance &amp; Accounting 2<br />
Finance &amp; Accounting 1<br />
Marketing/Sales 4<br />
Banking<br />
Marketing/sales 3<br />
Marketing/sales 2<br />
Under &amp; Fresh Graduate &#8211; Marketing/sales<br />
Sales Manager<br />
Marketing/sales 6<br />
Art &amp; Craft Designer<br />
Banking &#8211; International Relation<br />
Marketing/sales 5<br />
Marketing/sales 1<br />
Insurance<br />
Resepsionis<br />
Manajer Pemasaran 2<br />
Pemasaran<br />
Manajemen<br />
Kargo/Transportasi<br />
Manajer Pemasaran 1<br />
Accountant 2<br />
Accountant 1<br />
Management<br />
Financial Management 3<br />
Financial Management 2<br />
Financial Management 1 </p>
<p>Home  Curriculum Vitae (CV)  Bahasa Indonesia  Manajer Pemasaran<br />
Manajer Pemasaran<br />
Dwi Susanti<br />
DATA PRIBADI</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p> Tempat, tanggal lahir<br />
  : Yogyakarta, 18 Januari 1973<br />
 Jenis kelamin<br />
  : Perempuan<br />
 Status  : Menikah<br />
 Agama  : Islam<br />
 Kewarganegaraan  : Indonesia<br />
 Alamat  : Jl. Kebon Jeruk X No.75<br />
     Jakarta Barat 17345<br />
 Telepon  : (021) 5846887, 08170957556<br />
 e-mail  : <a href="mailto:dwisusanti@yahoo.comThis">dwisusanti@yahoo.comThis</a> e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it  </p>
<p>BIDANG KEAHLIAN</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Manajer Pemasaran</p>
<p>PENGALAMAN KERJA</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
2002–Saat ini    PT. BCG Battery    Bekasi, Jawa Barat</p>
<p>National Sales Manager</p>
<p>Meningkatkan penjualan sebesar 50% dari Rp 400 milyar menjadi Rp 850 milyar.<br />
Meningkatkan penjualan per distributor sebesar 50%.<br />
Membuka wilayah pemasaran baru di Indonesia bagian timur yang memberikan kontribusi terhadap kenaikan penjualan nasional sebesar 20%.</p>
<p>1999–2002    PT. BOGA INTI SARI    Bogor, Jawa Barat</p>
<p>District Sales Manager</p>
<p>Meningkatkan penjualan wilayah Jabotabek dari Rp 250 milyar per tahun menjadi Rp 350 milyar per tahun.<br />
Mengkoordinir 250 agen distributor di wilayah Jabotabek.<br />
Implementasi kursus dan pelatihan mengenai teknik dan strategi menjual yang efektif bagi karyawan baru, yang terbukti dapat meningkatkan penjualan secara lebih cepat.</p>
<p>1997–1999    PT. AUTO 5000    Tangerang, Banten</p>
<p>Senior Sales Representative</p>
<p>Meningkatkan penjualan produk mobil per individu agen sebesar 20% dalam waktu 2 tahun.<br />
Mengkoordinir agen-agen penjualan di wilayah Tangerang dan Serpong.<br />
Mengembangkan tim agen penjualan dari 10 orang menjadi 45 orang  dalam waktu 2 tahun.</p>
<p>PENDIDIKAN</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
1992–1997    STIE YKPN    Yogyakarta<br />
Sarjana Ekonomi, jurusan Management Pemasaran, lulus tahun 1997 dengan IPK 3.32.</p>
<p>KURSUS DAN PELATIHAN</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
2002        EXECUTIVE TRAINING CENTER    Jakarta<br />
Effective Seling Strategy</p>
<p>1997        GAJAH MADA KOMPUTER    Yogyakarta<br />
Aplikasi Komputer Untuk Bisnis</p>
<p>HOBY</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Travelling, olah raga, membaca, internet.</p>
<p>  Next &gt;<br />
[ Back ]  </p>
<p>© 2007 Ngelamar.com, contoh surat lamaran, resume dan CV</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adimursalin</title>
		<link>http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/comment-page-1/#comment-35</link>
		<dc:creator>adimursalin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 15:52:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/#comment-35</guid>
		<description>Memahami Proses Komunikasi
By Purnawan Kristanto - Posted on Desember 21st, 2006
Setiap hari kita melakukan komunikasi. Bahkan sebagian besar kegiatan dalam kehidupan kita adalah untuk berkomunikasi. Apapun yang Anda sampaikan--entah itu cerita lucu, kisah sedih, atau paparan teori Fisika yang rumit,--yang paling terutama pesan Anda itu harus bisa dimengerti oleh orang lain.  Kalau pesan itu tidak bisa dimengerti maka kegiatan itu tidak bisa disebut sebagai komunikasi. Secara sederhana, komunikasi dapat didefinisikan sebagai sebuah tindakan mengirimkan pesan yang dapat dipahami kepada orang lain.

Di dalam komunikasi lisan, ada dua cara dasar di dalam berkomunikasi, yaitu: komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Di dalam komunikasi verbal, kita menyampaikan pesan menggunakan kata-kata(bahasa). Sedangkan di dalam komunikasi non-verbal, kita mengirimkan pesan menggunakan tanda-tanda, simbol, sikap tubuh (gesture), ekspresi wajah, nada bicara dan tekanan kalimat. 

Bagaimana sih cara kerja komunikasi? Faktor apa yang menunjang keberhasilan dalam berkomunikasi? Proses komunikasi sedikitnya melibatkan empat komponen, yaitu:

1.      Komunikator, Sumber Komunikasi atau Pengirim Pesan, yakni seseorang atau sekelompok orang atau suatu organisasi yang mengambil inisiatif mengirimkan pesan.

2.      Pesan, berupa lambang atau tanda, seperti kata-kata (dalam bentuk tertulis atau lisan) gesture dll.

3.      Media atau Saluran Komunikasi, yakni sesuatu yang dipakai sebagai alat pengiriman pesan (misalnya telepon, radio, surat, suratkabar, email, SMS, TV atau gelombang udara 

4.      Komunikan atau Penerima Pesan, yakni seseorang atau sekelompok orang yang menjadi sasaran penerima pesan.

Di samping keempat elemen tersebut, masih ada tiga elemen atau faktor lain yang juga penting dalam proses komunikasi, yakni:

5.      Dampak/Akibat/Hasil yang terjadi pada pihak penerima/komunikan.

6.      Umpan balik (feedback), yakni reaksi atau tanggapan balik dari pihak penerima/komunikan atas pesan yang diterimanya.

7.      Gangguan (noise) yakni faktor-faktor eksternal maupun internal (psikologis) yang dapat mengganggu atau menghambat kelancaran proses komunikasi.

Secara sederhana, proses komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut:Pertama-tama, proses komunikasi selalu ditimbulkan oleh inisiatif seseorang yang ingin menyampaikan sebuah pesan kepada orang lain atau sekelompok orang. Orang yang memprakarsai komuniasi ini disebut sebagai Komunikator. Jika Anda berbicara kepada teman Anda, isi perkataan Anda itulah yang disebut dengan pesan (message) Anda. Ketika Anda mengirimkan SMS, Anda juga sedang mengirimkan pesan.  Demikian juga, ketika Anda ingin menyampaikan cerita Alkitab pada anak-anak Sekolah Minggu, Anda pun sebenarnya mengambil inisiatif untuk menyampaikan pesan kepada orang lain.

Supaya bisa menyampaikan pesan, komunikator itu membutuhkan media atau saluran. Ibarat kantor Perusahaan Air Minum (PAM), mereka membutuhkan saluran untuk meneruskan air yang mereka olah supaya sampai kepada pelanggan. Mereka bisa memakai pipa, selang plastik, selokan, atau truk tangki. Demikian juga dalam proses komunikasi, ada berbagai pilihan saluran komunikasi: lewat kabel (telepon, TV kabel, internet), gelombang elektronik (handphone, televisi, radio), cetakan (surat kabar, surat, majalah, buku).

Lalu bagaimana dengan pembawa cerita? Mereka memakai saluran komunikasi apa? Di dalam ranah komunikasi lisan, saluran komunikasi yang digunakan adalah melalui panca indera manusia. Kita dapat menerima pesan itu menggunakan satu atau lebih indera kita. Ketika melihat langit yang mendung, kita menangkap pesan bahwa sebentar lagi akan turun hujan.  Ketika kita mendengar suara bergemuruh di stasiun, kita mendapat pesan bahwa kereta api sebentar lagi akan lewat. Ketika kita merasa pahit ketika mencicipi makanan, kita memperoleh informasi bahwa makanan tersebut tidak enak.

Di dalam komunikasi lisan, indera yang paling sering digunakan untuk menerima pesan adalah penglihatan dan pendengaran kita.  Itu sebabnya kalau Anda berkomunikasi dengan orang buta dan tuli, maka Anda akan menemui hambatan.  Mengapa demikian? Karena kedua saluran komunikasi mereka yang paling utama telah tertutup. Banyak orang yang menganggap bahwa dalam komunikasi lisan, yang paling penting adalah berkomunikasi menggunakan kata-kata (suara). Pada kenyatannya, komunikan Anda, yaitu anak-anak, tidak hanya mendengar cerita Anda, tapi juga melihat Anda.  Mereka mengamat-amati gerak-gerik Anda, ekspresi Anda, dandanan Anda, tekanan suara Anda,dll. Semua yang mereka lihat ini dapat memperkuat pesan yang Anda sampaikan; Tapi bisa juga berakibat sebaliknya, yaitu melemahkan pesan Anda.

Dalam penyampaian pesan melalui media, komunikasi ini ada kemungkinan akan menemui gangguan.  Ibarat saluran pipa PAM, jika pipa ini yang mengalami kebocoran, maka akibatnya pelanggan menerima air yang berkualitas buruk. Demikian juga di dalam komunikasi. Karena ada gangguan (noise) dalam saluran komunikasi, maka akibatnya pesan yang diterima oleh komunikan mengalami gangguan.

Ada dua macam gangguan: gangguan eksternal dan gangguan internal dan. Gangguan eksternal adalah berbagai gangguan yang berasal dari luar komunikator dan komunikan.  Gangguan ini dapat berupa suara gaduh, suhu udara yang panas, ada hal lain yang lebih menarik perhatian audiens, bau yang tidak sedap, udara yang terlalu dingin dll.  Gangguan dari luar biasanya tidak banyak mengganggu media atau saluran komunikasi, sepanjang tingkat gangguan itu masih bisa ditoleransi. Akan tetapi gangguan yang lebih sulit untuk dikendalikan adalah gangguan internal. Gangguan ini berasal dari faktor-faktor psikologis. Misalnya rasa takut, kecewa, cemas, grogi atau gejolak emosi lainnya.  Sebagai contoh, anak yang baru saja pindah ke kelompok Sekolah Minggu Anda, biasanya dia akan menemui kesulitan di dalam menerima pesan yang Anda sampaikan.  Penyebabnya, karena dia merasa cemas sebagai anak baru. Dia merasa berada di dalam lingkungan yang masih asing. Dia tidak merasa aman, karena belum memiliki kenalam. Akibatnya, dia tidak bisa berkonsentrasi di dalam menyimak cerita Guru Sekolah Minggu.

Pesan yang disampaikan oleh komunikator ini harus melewati berbagai gangguan (noise).  Pesan-pesan ini harus bisa lolos dari berbagai gangguan sebelum akhirnya bisa mencapai komunikan. Komunikasi terjadi apabila komunikan bisa mengerti pesan-pesan yang diterimanya.

Aspek berikutnya di dalam proses komunikasi adalah umpan balik.  Umpan balik adalah informasi yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator, yang menandakan bahwa pesan tersebut telah diterima dan dipahami.  Melalui umpan balik ini, komunikator dapat memeriksa dan memastikan apakah penerima pesan atau komunikan sudah menerima pesan, sesuai dengan keinginannya atau tidak. Ada kemungkinan, pesan yang dipahami oleh komunikan itu berbeda dengan yang di yang dikehendaki. Hal ini bisa terjadi karena pesan tersebut mengalami gangguan selama pengiriman. Akibatnya, pesan tersebut tidak dapat diterima dengan utuh. Ilustrasi berikut ini bisa menjelaskan:

Seorang Ibu baru saja melahirkan bayi kembar empat. Dia segera meraih handphone-nya.  Dia ingin membagikan kabar gembira ini kepada redaksi suratkabar di kotanya.Namun dia karena berada di dalam gedung rumah sakit, maka sinyal di sana sangat lemah. Sambungan telepon itu buruk dan terputus-putus.&quot;Pak, saya mengabarkan bahwa saya telah melahirkan kembar empat,&quot; kata Ibu itu.Dari ujung telepon, terdengar suara redaksi suratkabar, &quot;Apakah Ibu bisa mengulanginya lagi?&quot;Dengan kesal Ibu itu menjawab, &quot;Tidak,Pak. Punya anak empat saja sudah cukup banyak.&quot;


Di sini, ada kesalahan penerimaan pesan antara Ibu dan Redaksi.  Redaksi sebenarnya meminta Ibu itu supaya mengulangi berita pertama karena dia tidak bisa mendengar dengan jelas. Akan tetapi Ibu itu mengira Redaksi tadi menanyakan apakah dia mau melahirkan kembar empat lagi!

Di dalam komunikasi lisan, umpan balik itu bisa berupa kata-kata. Akan tetapi yang lebih sering muncul justru berupa pesan nonverbal. Misalnya, komunikasn tersenyum yang menandakan bahwa dia merasa senang, mengangguk sebagai isyarat setuju, atau gelisah yang menunjukkan bahwa dia merasa bosan. Pada tulisan berikutnya, kita akan membahas tentang berbagai jenis umpan balik, cara mengenalinya dan bagaimana menghindari umpan balik yang negatif.

Kita menulis karena ingin mengekspresikan pikiran kita, bukan pikiran yang menjadi bos kita.”
                                                                                                                                 --- Nawal el Saadawi. Kunjungi SITUS saya di: http://www.geocities.com/purnawankristanto
dan BLOG saya di: http://purnawan-kristanto.blogspot.com  

Tagged: Pengajaran/Guru sekolah minggu 
Blognya Purnawan Kristanto Login or register to post comments 6093 kali dibaca Kirim halaman ini 
Similar entries
Setiap Orang adalah Pencerita
Reason People Can’t Pray
Guide us in our way
aku harus hidup lagi...
Gear up, go strong and Go forward</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memahami Proses Komunikasi<br />
By Purnawan Kristanto &#8211; Posted on Desember 21st, 2006<br />
Setiap hari kita melakukan komunikasi. Bahkan sebagian besar kegiatan dalam kehidupan kita adalah untuk berkomunikasi. Apapun yang Anda sampaikan&#8211;entah itu cerita lucu, kisah sedih, atau paparan teori Fisika yang rumit,&#8211;yang paling terutama pesan Anda itu harus bisa dimengerti oleh orang lain.  Kalau pesan itu tidak bisa dimengerti maka kegiatan itu tidak bisa disebut sebagai komunikasi. Secara sederhana, komunikasi dapat didefinisikan sebagai sebuah tindakan mengirimkan pesan yang dapat dipahami kepada orang lain.</p>
<p>Di dalam komunikasi lisan, ada dua cara dasar di dalam berkomunikasi, yaitu: komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Di dalam komunikasi verbal, kita menyampaikan pesan menggunakan kata-kata(bahasa). Sedangkan di dalam komunikasi non-verbal, kita mengirimkan pesan menggunakan tanda-tanda, simbol, sikap tubuh (gesture), ekspresi wajah, nada bicara dan tekanan kalimat. </p>
<p>Bagaimana sih cara kerja komunikasi? Faktor apa yang menunjang keberhasilan dalam berkomunikasi? Proses komunikasi sedikitnya melibatkan empat komponen, yaitu:</p>
<p>1.      Komunikator, Sumber Komunikasi atau Pengirim Pesan, yakni seseorang atau sekelompok orang atau suatu organisasi yang mengambil inisiatif mengirimkan pesan.</p>
<p>2.      Pesan, berupa lambang atau tanda, seperti kata-kata (dalam bentuk tertulis atau lisan) gesture dll.</p>
<p>3.      Media atau Saluran Komunikasi, yakni sesuatu yang dipakai sebagai alat pengiriman pesan (misalnya telepon, radio, surat, suratkabar, email, SMS, TV atau gelombang udara </p>
<p>4.      Komunikan atau Penerima Pesan, yakni seseorang atau sekelompok orang yang menjadi sasaran penerima pesan.</p>
<p>Di samping keempat elemen tersebut, masih ada tiga elemen atau faktor lain yang juga penting dalam proses komunikasi, yakni:</p>
<p>5.      Dampak/Akibat/Hasil yang terjadi pada pihak penerima/komunikan.</p>
<p>6.      Umpan balik (feedback), yakni reaksi atau tanggapan balik dari pihak penerima/komunikan atas pesan yang diterimanya.</p>
<p>7.      Gangguan (noise) yakni faktor-faktor eksternal maupun internal (psikologis) yang dapat mengganggu atau menghambat kelancaran proses komunikasi.</p>
<p>Secara sederhana, proses komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut:Pertama-tama, proses komunikasi selalu ditimbulkan oleh inisiatif seseorang yang ingin menyampaikan sebuah pesan kepada orang lain atau sekelompok orang. Orang yang memprakarsai komuniasi ini disebut sebagai Komunikator. Jika Anda berbicara kepada teman Anda, isi perkataan Anda itulah yang disebut dengan pesan (message) Anda. Ketika Anda mengirimkan SMS, Anda juga sedang mengirimkan pesan.  Demikian juga, ketika Anda ingin menyampaikan cerita Alkitab pada anak-anak Sekolah Minggu, Anda pun sebenarnya mengambil inisiatif untuk menyampaikan pesan kepada orang lain.</p>
<p>Supaya bisa menyampaikan pesan, komunikator itu membutuhkan media atau saluran. Ibarat kantor Perusahaan Air Minum (PAM), mereka membutuhkan saluran untuk meneruskan air yang mereka olah supaya sampai kepada pelanggan. Mereka bisa memakai pipa, selang plastik, selokan, atau truk tangki. Demikian juga dalam proses komunikasi, ada berbagai pilihan saluran komunikasi: lewat kabel (telepon, TV kabel, internet), gelombang elektronik (handphone, televisi, radio), cetakan (surat kabar, surat, majalah, buku).</p>
<p>Lalu bagaimana dengan pembawa cerita? Mereka memakai saluran komunikasi apa? Di dalam ranah komunikasi lisan, saluran komunikasi yang digunakan adalah melalui panca indera manusia. Kita dapat menerima pesan itu menggunakan satu atau lebih indera kita. Ketika melihat langit yang mendung, kita menangkap pesan bahwa sebentar lagi akan turun hujan.  Ketika kita mendengar suara bergemuruh di stasiun, kita mendapat pesan bahwa kereta api sebentar lagi akan lewat. Ketika kita merasa pahit ketika mencicipi makanan, kita memperoleh informasi bahwa makanan tersebut tidak enak.</p>
<p>Di dalam komunikasi lisan, indera yang paling sering digunakan untuk menerima pesan adalah penglihatan dan pendengaran kita.  Itu sebabnya kalau Anda berkomunikasi dengan orang buta dan tuli, maka Anda akan menemui hambatan.  Mengapa demikian? Karena kedua saluran komunikasi mereka yang paling utama telah tertutup. Banyak orang yang menganggap bahwa dalam komunikasi lisan, yang paling penting adalah berkomunikasi menggunakan kata-kata (suara). Pada kenyatannya, komunikan Anda, yaitu anak-anak, tidak hanya mendengar cerita Anda, tapi juga melihat Anda.  Mereka mengamat-amati gerak-gerik Anda, ekspresi Anda, dandanan Anda, tekanan suara Anda,dll. Semua yang mereka lihat ini dapat memperkuat pesan yang Anda sampaikan; Tapi bisa juga berakibat sebaliknya, yaitu melemahkan pesan Anda.</p>
<p>Dalam penyampaian pesan melalui media, komunikasi ini ada kemungkinan akan menemui gangguan.  Ibarat saluran pipa PAM, jika pipa ini yang mengalami kebocoran, maka akibatnya pelanggan menerima air yang berkualitas buruk. Demikian juga di dalam komunikasi. Karena ada gangguan (noise) dalam saluran komunikasi, maka akibatnya pesan yang diterima oleh komunikan mengalami gangguan.</p>
<p>Ada dua macam gangguan: gangguan eksternal dan gangguan internal dan. Gangguan eksternal adalah berbagai gangguan yang berasal dari luar komunikator dan komunikan.  Gangguan ini dapat berupa suara gaduh, suhu udara yang panas, ada hal lain yang lebih menarik perhatian audiens, bau yang tidak sedap, udara yang terlalu dingin dll.  Gangguan dari luar biasanya tidak banyak mengganggu media atau saluran komunikasi, sepanjang tingkat gangguan itu masih bisa ditoleransi. Akan tetapi gangguan yang lebih sulit untuk dikendalikan adalah gangguan internal. Gangguan ini berasal dari faktor-faktor psikologis. Misalnya rasa takut, kecewa, cemas, grogi atau gejolak emosi lainnya.  Sebagai contoh, anak yang baru saja pindah ke kelompok Sekolah Minggu Anda, biasanya dia akan menemui kesulitan di dalam menerima pesan yang Anda sampaikan.  Penyebabnya, karena dia merasa cemas sebagai anak baru. Dia merasa berada di dalam lingkungan yang masih asing. Dia tidak merasa aman, karena belum memiliki kenalam. Akibatnya, dia tidak bisa berkonsentrasi di dalam menyimak cerita Guru Sekolah Minggu.</p>
<p>Pesan yang disampaikan oleh komunikator ini harus melewati berbagai gangguan (noise).  Pesan-pesan ini harus bisa lolos dari berbagai gangguan sebelum akhirnya bisa mencapai komunikan. Komunikasi terjadi apabila komunikan bisa mengerti pesan-pesan yang diterimanya.</p>
<p>Aspek berikutnya di dalam proses komunikasi adalah umpan balik.  Umpan balik adalah informasi yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator, yang menandakan bahwa pesan tersebut telah diterima dan dipahami.  Melalui umpan balik ini, komunikator dapat memeriksa dan memastikan apakah penerima pesan atau komunikan sudah menerima pesan, sesuai dengan keinginannya atau tidak. Ada kemungkinan, pesan yang dipahami oleh komunikan itu berbeda dengan yang di yang dikehendaki. Hal ini bisa terjadi karena pesan tersebut mengalami gangguan selama pengiriman. Akibatnya, pesan tersebut tidak dapat diterima dengan utuh. Ilustrasi berikut ini bisa menjelaskan:</p>
<p>Seorang Ibu baru saja melahirkan bayi kembar empat. Dia segera meraih handphone-nya.  Dia ingin membagikan kabar gembira ini kepada redaksi suratkabar di kotanya.Namun dia karena berada di dalam gedung rumah sakit, maka sinyal di sana sangat lemah. Sambungan telepon itu buruk dan terputus-putus.&#8221;Pak, saya mengabarkan bahwa saya telah melahirkan kembar empat,&#8221; kata Ibu itu.Dari ujung telepon, terdengar suara redaksi suratkabar, &#8220;Apakah Ibu bisa mengulanginya lagi?&#8221;Dengan kesal Ibu itu menjawab, &#8220;Tidak,Pak. Punya anak empat saja sudah cukup banyak.&#8221;</p>
<p>Di sini, ada kesalahan penerimaan pesan antara Ibu dan Redaksi.  Redaksi sebenarnya meminta Ibu itu supaya mengulangi berita pertama karena dia tidak bisa mendengar dengan jelas. Akan tetapi Ibu itu mengira Redaksi tadi menanyakan apakah dia mau melahirkan kembar empat lagi!</p>
<p>Di dalam komunikasi lisan, umpan balik itu bisa berupa kata-kata. Akan tetapi yang lebih sering muncul justru berupa pesan nonverbal. Misalnya, komunikasn tersenyum yang menandakan bahwa dia merasa senang, mengangguk sebagai isyarat setuju, atau gelisah yang menunjukkan bahwa dia merasa bosan. Pada tulisan berikutnya, kita akan membahas tentang berbagai jenis umpan balik, cara mengenalinya dan bagaimana menghindari umpan balik yang negatif.</p>
<p>Kita menulis karena ingin mengekspresikan pikiran kita, bukan pikiran yang menjadi bos kita.”<br />
                                                                                                                                 &#8212; Nawal el Saadawi. Kunjungi SITUS saya di: <a href="http://www.geocities.com/purnawankristanto" rel="nofollow">http://www.geocities.com/purnawankristanto</a><br />
dan BLOG saya di: <a href="http://purnawan-kristanto.blogspot.com" rel="nofollow">http://purnawan-kristanto.blogspot.com</a>  </p>
<p>Tagged: Pengajaran/Guru sekolah minggu<br />
Blognya Purnawan Kristanto Login or register to post comments 6093 kali dibaca Kirim halaman ini<br />
Similar entries<br />
Setiap Orang adalah Pencerita<br />
Reason People Can’t Pray<br />
Guide us in our way<br />
aku harus hidup lagi&#8230;<br />
Gear up, go strong and Go forward</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adimursalin</title>
		<link>http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/comment-page-1/#comment-34</link>
		<dc:creator>adimursalin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 15:47:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/#comment-34</guid>
		<description>Komunikasi
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Daftar isi
[sembunyikan]

    * 1 Sejarah komunikasi
    * 2 Komponen komunikasi
    * 3 Proses komunikasi
    * 4 Teknologi komunikasi
    * 5 Batasan dalam komunikasi
    * 6 Referensi
    * 7 Lihat pula
    * 8 Pranala luar

[sunting] Sejarah komunikasi

Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan. [1].

Pada binatang, selain untuk seks, komunikasijuga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya &quot;otak reptil&quot; menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain &quot;tingkat tinggi&quot;.

Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan.

Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.

[sunting] Komponen komunikasi

Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:

    * Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
    * Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
    * Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
    * Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
    * Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.

[sunting] Proses komunikasi

Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.

   1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
   2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
   3. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti kedua pihak.
   4. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.

[sunting] Teknologi komunikasi

Dalam telekomunikasi, komunikasi radio dua-arah melewati Atlantik pertama terjadi pada 25 Juli 1920.

Dengan berkembangnya teknologi, protokol komunikasi juga turut berkembang, contohnya, Thomas Edison telah menemukan bahwa &quot;halo&quot; merupakan kata sambutan yang paling tidak berambiguasi melalaui suara dari kejauhan; kata sambutan lain seperti hail dapat mudah hilang atau terganggu dalam transmisi.

[sunting] Batasan dalam komunikasi

Batasan dalam komunikasi termasuk:

   1. Bahasa
   2. Penundaan waktu
   3. Politik

[sunting] Referensi

   1. ^ (id) Larry Gonick, Kartun (non) Komunikasi, guna dan salah guna informasi dalam dunia modern. Kepustakaan Populer Gramedia, Juli 2007. (diterjemahkan dari Guide to (non) Communication HarperClollins Publisher, Inc copyright 1993. ISBN 978-979-91-0075-7

Witzany, Guenther. &quot;The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007). [1] Dance, Frank. &quot;The &#039;concept&#039; of communication. Journal of Communication, 20, 201-210 (1970). [2] Witzany, Guenther. &quot;The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007).

[2] Witzany, Guenther. &quot;The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007).

[sunting] Lihat pula

	

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifisasi artikel.
Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

    * Teori komunikasi
    * satelit komunikasi
    * Logika
    * Sosiologi
    * Antropologi
    * Psikologi
    * jaringan komputer
    * Diffusion of innovations
    * Ethernet
    * Jaringan telepon global - juga dikenal sebagai Jaringan Telepon Switch Publik (Public Switched Telephone Network, PSTN)
    * Teori informasi
    * Internet
    * Jurnalisme
    * Linguistik
    * Surat
    * Media Massa
    * Media studies
    * Neuro-linguistic programming
    * Radioteletype
    * Rhetorical criticism
    * Semaphore
    * Social software
    * Telegrafi
    * Telekomunikasi
    * Telephony
    * Vokalisasi


[sunting] Pranala luar

    * Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Republik Indonesia
    * Milis Public Speaking
    * Sekolah Public Speaking

[sembunyikan]Bidang utama teknologi
Ilmu Terapan 	Kecerdasan buatan • Teknologi keramik • Teknologi komputasi • Elektronik • Energi • Penyimpanan Energi • Rekayasa Fisika • Teknologi lingkungan • Ilmu Material • Material engineering • Teknologi mikro • Teknologi nano • Teknologi nuklir • Rekayasa optis • Quantum computing
Olah raga dan Rekreasi 	Peralatan berkemah • Tempat bermain • Olah raga • Peralatan olah raga
Informasi dan Komunikasi 	Komunikasi • Grafis • Teknologi musik • Pengenalan suara • Teknologi Visual
Industri 	Konstruksi • Financial engineering • Manufaktur • Mesin • Pertambangan
Militer 	Bom • Senapan • Amunisi • Teknologi militer dan peralatan • Teknik kelautan • Pesawat tempur • Kapal perang • Rudal • Tank
Rumah tangga 	Peralatan rumah tangga • Teknologi rumah tangga • Teknologi pendidikan • Teknologi pangan
Teknik 	Teknik penerbangan • Teknik pertanian • Teknik arsitektur • Rekayasa biologi • Teknik biokimia • Teknik biomedis • Teknik kimia • Teknik sipil • Teknik komputer • Teknik konstruksi • Teknik listrik • Teknik elektro • Teknik lingkungan • Teknik industri • Teknik material • Teknik mesin • Teknik mekatronika • Teknik metalurgi • Teknik pertambangan • Teknik nuklir • Teknik perminyakan • Teknik perangkat lunak • Teknik struktur • Rekayasa jaringan
Kesehatan dan Keselamatan 	Teknik Biomedis • Bioinformatika • Bioteknologi • Informatika kimiawi • Teknologi perlindungan kebakaran • Ilmu kesehatan • Farmasi • Teknik keselamatan • Teknik kesehatan
Transportasi 	Angkasa luar • Teknik penerbangan • Teknik perkapalan • Kendaraan bermotor • Teknologi luar angkasa • Transportasi
Diperoleh dari &quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi&quot;
Kategori: Artikel yang perlu dirapikan &#124; Komunikasi
Tampilan

    * Artikel
    * Pembicaraan
    * Sunting
    * ↑
    * Versi terdahulu

Peralatan pribadi

    * Log in / create account

Navigasi

    * Halaman Utama
    * Portal komunitas
    * Peristiwa terkini
    * Perubahan terbaru
    * Halaman sembarang
    * Bantuan
    * Menyumbang
    * Warung Kopi

Pencarian
 
Kotak peralatan

    * Pranala balik
    * Perubahan terkait
    * Pemuatan
    * Halaman istimewa
    * Versi cetak
    * Pranala permanen
    * Kutip artikel ini

Bahasa lain

    * Aragonés
    * Български
    * Brezhoneg
    * Català
    * Česky
    * Dansk
    * Deutsch
    * Ελληνικά
    * English
    * Esperanto
    * Español
    * Eesti
    * فارسی
    * Français
    * Galego
    * עברית
    * Italiano
    * 日本語
    * 한국어
    * Lëtzebuergesch
    * Limburgs
    * Македонски
    * Nederlands
    * ‪Norsk (nynorsk)‬
    * ‪Norsk (bokmål)‬
    * Polski
    * Português
    * Русский
    * Simple English
    * Basa Sunda
    * ไทย
    * Tagalog
    * Українська
    * 中文

Powered by MediaWiki
Wikimedia Foundation

    * Halaman ini terakhir diubah pada 03:16, 13 Mei 2008.
    * Seluruh teks tersedia sesuai dengan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
      Wikipedia® adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Inc.
    * Kebijakan privasi
    * Perihal Wikipedia
    * Penyangkalan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komunikasi<br />
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.<br />
Langsung ke: navigasi, cari</p>
<p>Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.<br />
Daftar isi<br />
[sembunyikan]</p>
<p>    * 1 Sejarah komunikasi<br />
    * 2 Komponen komunikasi<br />
    * 3 Proses komunikasi<br />
    * 4 Teknologi komunikasi<br />
    * 5 Batasan dalam komunikasi<br />
    * 6 Referensi<br />
    * 7 Lihat pula<br />
    * 8 Pranala luar</p>
<p>[sunting] Sejarah komunikasi</p>
<p>Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan. [1].</p>
<p>Pada binatang, selain untuk seks, komunikasijuga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya &#8220;otak reptil&#8221; menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain &#8220;tingkat tinggi&#8221;.</p>
<p>Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan.</p>
<p>Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.</p>
<p>[sunting] Komponen komunikasi</p>
<p>Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:</p>
<p>    * Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.<br />
    * Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.<br />
    * Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.<br />
    * Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain<br />
    * Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.</p>
<p>[sunting] Proses komunikasi</p>
<p>Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.</p>
<p>   1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.<br />
   2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.<br />
   3. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti kedua pihak.<br />
   4. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.</p>
<p>[sunting] Teknologi komunikasi</p>
<p>Dalam telekomunikasi, komunikasi radio dua-arah melewati Atlantik pertama terjadi pada 25 Juli 1920.</p>
<p>Dengan berkembangnya teknologi, protokol komunikasi juga turut berkembang, contohnya, Thomas Edison telah menemukan bahwa &#8220;halo&#8221; merupakan kata sambutan yang paling tidak berambiguasi melalaui suara dari kejauhan; kata sambutan lain seperti hail dapat mudah hilang atau terganggu dalam transmisi.</p>
<p>[sunting] Batasan dalam komunikasi</p>
<p>Batasan dalam komunikasi termasuk:</p>
<p>   1. Bahasa<br />
   2. Penundaan waktu<br />
   3. Politik</p>
<p>[sunting] Referensi</p>
<p>   1. ^ (id) Larry Gonick, Kartun (non) Komunikasi, guna dan salah guna informasi dalam dunia modern. Kepustakaan Populer Gramedia, Juli 2007. (diterjemahkan dari Guide to (non) Communication HarperClollins Publisher, Inc copyright 1993. ISBN 978-979-91-0075-7</p>
<p>Witzany, Guenther. &#8220;The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007). [1] Dance, Frank. &#8220;The &#8216;concept&#8217; of communication. Journal of Communication, 20, 201-210 (1970). [2] Witzany, Guenther. &#8220;The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007).</p>
<p>[2] Witzany, Guenther. &#8220;The Logos of the Bios 2. Bio-communication. Umweb, Helsinki (2007).</p>
<p>[sunting] Lihat pula</p>
<p>Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia<br />
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifisasi artikel.<br />
Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.</p>
<p>    * Teori komunikasi<br />
    * satelit komunikasi<br />
    * Logika<br />
    * Sosiologi<br />
    * Antropologi<br />
    * Psikologi<br />
    * jaringan komputer<br />
    * Diffusion of innovations<br />
    * Ethernet<br />
    * Jaringan telepon global &#8211; juga dikenal sebagai Jaringan Telepon Switch Publik (Public Switched Telephone Network, PSTN)<br />
    * Teori informasi<br />
    * Internet<br />
    * Jurnalisme<br />
    * Linguistik<br />
    * Surat<br />
    * Media Massa<br />
    * Media studies<br />
    * Neuro-linguistic programming<br />
    * Radioteletype<br />
    * Rhetorical criticism<br />
    * Semaphore<br />
    * Social software<br />
    * Telegrafi<br />
    * Telekomunikasi<br />
    * Telephony<br />
    * Vokalisasi</p>
<p>[sunting] Pranala luar</p>
<p>    * Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Republik Indonesia<br />
    * Milis Public Speaking<br />
    * Sekolah Public Speaking</p>
<p>[sembunyikan]Bidang utama teknologi<br />
Ilmu Terapan 	Kecerdasan buatan • Teknologi keramik • Teknologi komputasi • Elektronik • Energi • Penyimpanan Energi • Rekayasa Fisika • Teknologi lingkungan • Ilmu Material • Material engineering • Teknologi mikro • Teknologi nano • Teknologi nuklir • Rekayasa optis • Quantum computing<br />
Olah raga dan Rekreasi 	Peralatan berkemah • Tempat bermain • Olah raga • Peralatan olah raga<br />
Informasi dan Komunikasi 	Komunikasi • Grafis • Teknologi musik • Pengenalan suara • Teknologi Visual<br />
Industri 	Konstruksi • Financial engineering • Manufaktur • Mesin • Pertambangan<br />
Militer 	Bom • Senapan • Amunisi • Teknologi militer dan peralatan • Teknik kelautan • Pesawat tempur • Kapal perang • Rudal • Tank<br />
Rumah tangga 	Peralatan rumah tangga • Teknologi rumah tangga • Teknologi pendidikan • Teknologi pangan<br />
Teknik 	Teknik penerbangan • Teknik pertanian • Teknik arsitektur • Rekayasa biologi • Teknik biokimia • Teknik biomedis • Teknik kimia • Teknik sipil • Teknik komputer • Teknik konstruksi • Teknik listrik • Teknik elektro • Teknik lingkungan • Teknik industri • Teknik material • Teknik mesin • Teknik mekatronika • Teknik metalurgi • Teknik pertambangan • Teknik nuklir • Teknik perminyakan • Teknik perangkat lunak • Teknik struktur • Rekayasa jaringan<br />
Kesehatan dan Keselamatan 	Teknik Biomedis • Bioinformatika • Bioteknologi • Informatika kimiawi • Teknologi perlindungan kebakaran • Ilmu kesehatan • Farmasi • Teknik keselamatan • Teknik kesehatan<br />
Transportasi 	Angkasa luar • Teknik penerbangan • Teknik perkapalan • Kendaraan bermotor • Teknologi luar angkasa • Transportasi<br />
Diperoleh dari &#8220;http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi&#8221;<br />
Kategori: Artikel yang perlu dirapikan | Komunikasi<br />
Tampilan</p>
<p>    * Artikel<br />
    * Pembicaraan<br />
    * Sunting<br />
    * ↑<br />
    * Versi terdahulu</p>
<p>Peralatan pribadi</p>
<p>    * Log in / create account</p>
<p>Navigasi</p>
<p>    * Halaman Utama<br />
    * Portal komunitas<br />
    * Peristiwa terkini<br />
    * Perubahan terbaru<br />
    * Halaman sembarang<br />
    * Bantuan<br />
    * Menyumbang<br />
    * Warung Kopi</p>
<p>Pencarian</p>
<p>Kotak peralatan</p>
<p>    * Pranala balik<br />
    * Perubahan terkait<br />
    * Pemuatan<br />
    * Halaman istimewa<br />
    * Versi cetak<br />
    * Pranala permanen<br />
    * Kutip artikel ini</p>
<p>Bahasa lain</p>
<p>    * Aragonés<br />
    * Български<br />
    * Brezhoneg<br />
    * Català<br />
    * Česky<br />
    * Dansk<br />
    * Deutsch<br />
    * Ελληνικά<br />
    * English<br />
    * Esperanto<br />
    * Español<br />
    * Eesti<br />
    * فارسی<br />
    * Français<br />
    * Galego<br />
    * עברית<br />
    * Italiano<br />
    * 日本語<br />
    * 한국어<br />
    * Lëtzebuergesch<br />
    * Limburgs<br />
    * Македонски<br />
    * Nederlands<br />
    * ‪Norsk (nynorsk)‬<br />
    * ‪Norsk (bokmål)‬<br />
    * Polski<br />
    * Português<br />
    * Русский<br />
    * Simple English<br />
    * Basa Sunda<br />
    * ไทย<br />
    * Tagalog<br />
    * Українська<br />
    * 中文</p>
<p>Powered by MediaWiki<br />
Wikimedia Foundation</p>
<p>    * Halaman ini terakhir diubah pada 03:16, 13 Mei 2008.<br />
    * Seluruh teks tersedia sesuai dengan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU<br />
      Wikipedia® adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Inc.<br />
    * Kebijakan privasi<br />
    * Perihal Wikipedia<br />
    * Penyangkalan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adimursalin</title>
		<link>http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/comment-page-1/#comment-33</link>
		<dc:creator>adimursalin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 15:43:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/#comment-33</guid>
		<description>erbicara di Depan Publik

Salah satu hal yang paling kita takuti baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan profesional kita adalah ketika kita harus berbicara di depan banyak orang, baik untuk acara sosial, seminar, kuliah, presentasi bisnis, pidato perpisahan, bahkan dalam acara reuni sekolah yang sebagian besar hadirin telah kita kenal dengan baik. Berbicara di depan publik bagi sebagian besar kita adalah sesuatu yang menegangkan dan menakutkan, seakan seluruh mata para hadirin sedang menghakimi kita. Kita seakan-akan menjadi terdakwa yang sedang diadili oleh para hadirin.

Pengelola rubrik:
Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel

Aribowo Prijosaksono (email:aribowo_ps@hotmail.com) dan Roy Sembel (http://www.roy-sembel.com) adalah co-founder dan direktur The Indonesia Learning Institute – INLINE (http://www.inline.or.id), sebuah lembaga pembelajaran untuk para eksekutif dan profesional.


Berbicara di depan publik, suka atau tidak merupakan keterampilan yang harus kita kuasai, karena pada suatu saat dalam kehidupan kita, pastilah kita harus berbicara di hadapan sejumlah orang untuk menyampaikan pesan, pertanyaan, tanggapan atau pendapat kita tentang sesuatu hal yang kita yakini. Hal yang sederhana misalnya kita harus berbicara di depan para tamu pada acara ulang tahun anak kita atau hal yang menentukan karier kita seperti mempresentasikan proposal proyek atau tentang produk kita di hadapan sejumlah mitra bisnis atau calon pembeli.

Lima Unsur
Berbicara di depan publik merupakan salah satu seni berkomunikasi. Dalam edisi Mandiri ke-38 kita telah membahas topik komunikasi. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya dalam edisi tersebut, ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan. Kelima unsur tersebut adalah: pengirim pesan (sender), pesan yang dikirimkan (message), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau medium), penerima pesan (receiver), dan umpan balik (feedback).

Hukum Komunikasi
Selain itu kita juga telah membahas 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kita rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble), yang berarti merengkuh atau meraih. Karena kita berkeyakinan bahwa komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain. Berikut kami uraikan kembali kelima hukum komunikasi efektif tersebut dalam konteks dan sebagai fondasi bagi kita untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik.
Hukum pertama dalam berkomunikasi secara efektif, khususnya dalam berbicara di depan publik adalah sikap hormat dan sikap menghargai terhadap khalayak atau hadirin. Hal ini merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain, termasuk berbicara di depan publik. Kita harus memiliki sikap (attitude) menghormati dan menghargai hadirin kita. Kita harus ingat bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan orang tersebut.
Hukum kedua adalah empati, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam berbicara di depan publik, kita harus terlebih dulu memahami latar belakang, golongan, lapisan sosial, tingkatan umur, pendidikan, kebutuhan, minat, harapan dan sebagainya, dari calon hadirin (audiences) kita. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan atau pun umpan balik apa pun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam berbicara di depan publik, kita perlu siap untuk menerima masukan atau umpan balik dengan sikap positif.
Hukum ketiga adalah audible. Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Audible dalam hal ini berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui medium atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik.
Hukum keempat adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (clarity). Selain bahwa pesan harus dapat diterima dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan. Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti oleh hadirin, akan membuat pidato atau presentasi kita tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh pentingnya Clarity dalam public speaking, sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice) dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan dalam presentasi atau pembicaraannya.
Hukum kelima dalam komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Kerendahan hati juga bisa berarti tidak sombong dan menganggap diri penting ketika kita berbicara di depan publik. Justru dengan kerendahan hatilah kita dapat menangkap perhatian dan respon yang positif dari publik pendengar kita.
Kelima hukum komunikasi tersebut sangat penting untuk menjadi dasar dalam melakukan pembicaraan di depan publik. Berikut adalah beberapa tips atau kiat-kiat untuk public speaking yang kami adaptasi dari buku Say It Like Shakespeare, karangan Thomas Leech.

Persiapan
Hal yang paling penting dalam persiapan kita untuk berbicara di depan publik adalah membangun rasa percaya diri dan mengendalikan rasa takut dan emosi kita. Bahkan banyak pakar komunikasi yang mengatakan bahwa persiapan mental jauh lebih penting daripada persiapan materi atau bahan pembicaraan. Meskipun demikian, persiapan materi juga sangat mempengaruhi kesiapan mental kita. Kesiapan mental yang positif merupakan syarat mutlak bagi kita dalam berbicara di depan publik. Pastikan juga bahwa anda beristirahat dan tidur yang cukup menjelang waktu anda berbicara di depan publik dan majulah dengan sikap optimis dan sukses. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam menyampaikan pesan kepada publik:
Kualitas suara kita merupakan faktor kunci yang menentukan apakah hadirin memperhatikan kita maupun pesan yang kita sampaikan. Pastikan bahwa suara anda cukup keras dan jelas terdengar bahkan oleh hadirin yang duduk paling jauh dari anda sekalipun. Jika tersedia, selalu gunakan pengeras suara (loudspeaker), meskipun anda merasa suara anda sudah cukup keras. Cobalah dengan berlatih mendengarkan suara anda sendiri. Caranya dengan menutup mata, berbicaralah, kemudian perhatikan kualitas, kekuatan dan kejelasan suara anda.
Suara kita merupakan aset kita yang paling berharga dalam berkomunikasi secara lisan. Oleh karena itu memelihara kualitas suara dan berlatih secara kontinu merupakan keharusan jika kita ingin menjadi pembicara publik yang sukses. Jika suara kita kurang bagus dan sumbang, kita dapat mencari pelatih suara profesional atau mengikuti kursus atau pendidikan (seperti misalnya di Institut Kesenian Jakarta) untuk meningkatkan kualitas suara kita. Apalagi misalnya anda bercita-cita jadi presenter, pembicara publik, MC dan sebagainya. Anda harus benar-benar memperhatikan kualitas suara anda.
Bahasa dan kata-kata yang kita gunakan merupakan faktor kunci lain yang menentukan kemampuan komunikasi kita. Bahasa yang baik dan tepat dapat membantu memperjelas dan meningkatkan kualitas presentasi atau pembicaraan kita. Oleh karena itu perlu sekali bagi kita untuk memperhatikan kata-kata dan bahasa yang kita pilih.
Pikirkanlah kata-kata yang akan anda gunakan, karena kemampuan berbahasa yang buruk akan tercermin pada kualitas penyampaian pesan kita. Hindari menggunakan kata-kata yang tidak perlu, seperti: apa itu ….. apa namanya…ehm….you know…. dll. Jangan mengucapkan kata-kata: maaf…..Jika anda salah mengucap, cukup anda ulangi sekali lagi kalimat tersebut dengan benar.
Penampilan adalah kesan pertama. Jadi kita harus pastikan bahwa pada saat kita maju atau berdiri untuk berbicara, hadirin atau audiens kita memperoleh kesan yang baik terhadap kita. Pastikan bahwa penampilan kita membawa pesan yang positif, dan kita kelihatan lebih baik dan merasa lebih baik. Gunakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, dan sesuai dengan jenis pakaian yang digunakan oleh para hadirin lainnya.

Komunikasi Non-verbal
Yang dimaksud dengan komunikasi non-verbal adalah: kontak mata, ekspresi wajah, penampilan fisik, nada suara, gerakan tubuh, pakaian dan aksesoris yang kita gunakan – semuanya memberikan efek atau pengaruh yang cukup besar terhadap penyampaian pesan kita. Para hadirin akan kebingungan ketika bahasa tubuh kita misalnya berbeda dengan bahasa verbal yang kita ucapkan. Biarkan tubuh kita berkomunikasi juga dengan audiens kita. Bahasa tubuh kita sebagai pembicara atau pengirim pesan dan bahasa tubuh pendengar atau audiens kita dapat membantu atau menghalangi proses komunikasi. Jika hadirin duduk dengan sikap seperti mau tidur atau menunjukkan wajah bosan, berarti kita harus mengubah suasana atau cara kita menyampaikan pesan.

Persiapan Mental
Dalam membangun kesiapan mental kita dalam berbicara di depan publik, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengurangi ketegangan fisik dengan cara melakukan senam ringan (stretching). Karena kita tidak dapat menurunkan ketegangan mental sebelum kita mengendorkan otot-otot tubuh kita yang tegang. Seperti yang dikatakan oleh psikolog Amerika yang terkenal Dr. Richard Gillett, ”It is almost impossible to go into alpha without considerable muscular relaxation.” Hampir tidak mungkin masuk ke kondisi alpha (kondisi gelombang otak atau mental yang relaks) tanpa mengendorkan otot-otot tubuh. Biasanya saya memegang ujung kaki sambil berdiri membungkuk selama sepuluh detik. Kemudian tarik napas yang panjang dan dalam, tahan beberapa detik, kemudian keluarkan napas pelan-pelan. Selanjutnya anda bisa batuk sekali atau minum segelas air putih untuk mempersiapkan vokal anda.
Cara lain yang efektif untuk membangun kesiapan mental adalah dengan datang ke tempat pertemuan lebih awal. Dengan demikian kita dapat mengetahui suasana dan keadaan terlebih dahulu. Selanjutnya kita bisa mencari dukungan (back up support) dari orang-orang yang kita kenal maupun kenalan baru serta dari mereka yang mengharapkan kita sukses dalam presentasi nantinya. Mengobrollah dengan mereka sebelum presentasi dimulai.
Berikut adalah beberapa prinsip dalam mempersiapkan mental kita sebelum berbicara di depan publik:

1. Berbicara di depan publik bukanlah hal yang sangat menegangkan. Dunia tidak runtuh jika anda tidak melakukannya dengan baik. Tidak akan ada hal yang buruk yang akan terjadi setelah presentasi atau penyampaian anda. Jadi tenang dan relaks saja.
2. Kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas ataupun brilian untuk berbicara di depan publik.
3. Siapkan 2-3 poin pembicaraan atau pertanyaan, karena audiens anda akan sulit untuk mengingat atau memperhatikan lebih dari tiga hal dalam satu waktu.
4. Kita harus memiliki tujuan atau sasaran yang jelas dan terarah.
5. Kita tidak perlu menganggap diri kita adalah seorang pembicara publik. Tujuan kita adalah menyampaikan pesan (message) kita kepada hadirin.
6. Kita tidak perlu harus dapat sepenuhya menguasai seluruh hadirin. Biarkan saja kalau ada beberapa yang tidak menaruh perhatian. Fokuskan perhatian kita pada mereka yang tertarik dan mendengarkan presentasi kita.
7. Kita harus ingat bahwa sebagian besar hadirin menginginkan kita berhasil dalam presentasi atau penyampaian pesan kita.

Siapkan Pesannya
Dalam mempersiapkan public speaking, selain persiapan mental, persiapan materi juga harus dilakukan dengan baik dan benar. Karena kesiapan materi atau pesan yang akan kita sampaikan akan sangat mempengaruhi kesiapan kita secara mental. Hal yang paling penting adalah kesiapan pendengar atau audiens untuk menerima pesan kita. Biasanya kita harus menyampaikan pokok-pokok pemikiran atau ringkasan dari apa yang mau kita sampaikan sehingga audiens juga memiliki kesiapan mental untuk menerima pesan tersebut. Paling tidak agenda atau outline bahan pembicaraan kita sudah jauh-jauh hari kita sampaikan terlebih dulu.
Hal yang pertama dalam mempersiapkan materi adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai materi yang akan kita sampaikan baik dari buku-buku referensi, tulisan atau publikasi lainnya. Kita juga perlu memperoleh informasi tentang audiens kita, baik tingkatan umur, maupun pendidikan, pengalaman, bidang keahlian, minat dan sebagainya. Sehingga kita bisa empati (ingat hukum komunikasi kedua) dan berbicara dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh audiens kita. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam mengembangkan topik atau materi:
1. Perkayalah topik dan bacaan yang telah kita lakukan dengan hal yang uptodate dan riil terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman kita, maupun pengalaman orang lain adalah bahan yang menarik untuk kita angkat.
2. Hilangkan bagian-bagian yang dirasakan membuat kita tidak fokus, menimbulkan keragu-raguan atau melebihi jadwal waktu yang tersedia untuk kita.

Kemudian kita tetapkan terlebih dulu apa tujuan atau sasaran kita. Apa yang menjadi tujuan seminar, rapat, kuliah atau pertemuan ini? Apa yang menjadi harapan panitia, kita sebagai pembicara dan seluruh hadirin yang ada? Penetapan tujuan ini sangat berkaitan dengan informasi yang kita dapatkan mengenai pendengar atau hadirin kita, apa yang menjadi tujuan dan harapan mereka? Dapatkan umpan balik dari teman-teman anda atau mereka yang ahli dalam bidang yang akan kita presentasikan.
Setelah itu kemudian barulah kita susun peta pemikiran dari topik yang dipilih. Mengenai teknik pemetaan pemikiran pernah kita sampaikan pada edisi Mandiri 40. Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada dalam buku. Pertama, kita awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas kosong. Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting kita kembangkan tema pokok menjadi sub-tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti jari-jari roda.
Setelah itu buatlah agenda, outline atau catatan kecil tentang urutan pembicaraan yang akan kita sampaikan. Sisipkan anekdot, kuis, cerita ilustrasi, games, dan latihan-latihan untuk menjaga agar audiens tidak bosan dan mengantuk. Persiapan tersebut termasuk menyusun makalah, powerpoint presentation, transparent sheets, handouts, video presentation, dan sebagainya sebagai materi utama presentasi anda. Ingat pada saat presentasi jangan membacakan makalah atau terpaku pada bahan utama anda. Berbicaralah seakan anda sedang berbicara dengan satu-dua orang saja. Gunakan kontak mata dan fokuskan perhatian pada mereka yang memperhatikan presentasi anda. Tetapi sebisa mungkin anda memproyeksikan pembicaraan anda ke seluruh ruangan dan seluruh hadirin.

Alat Bantu Visual
Untuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan (hukum ketiga audible), kita harus menguasai kegunaan dan penggunaan alat bantu visual seperti misalnya slide, overhead projector, LCD (infocus) projector yang langsung dihubungkan dengan komputer atau notebook anda. Sebagian besar orang lebih mudah menangkap informasi yang berupa gambaran visual daripada mendengarkan. Apalagi jika kita menggunakan data-data numerikal, akan lebih menarik jika disajikan dalam bentuk grafik, tabel atau bagan warna-warni. Anda bisa menggunakan software tertentu misalnya powerpoint, untuk menggabungkan pointers anda dengan suara, foto, clip art, animasi, dan video dalam satu file presentasi. Kemampuan menggunakan alat bantu visual ini akan memberikan kesan pertama kepada audience bahwa kita siap melakukan presentasi.
Tetapi sekali lagi jangan terfokus pada alat bantu tersebut. Apalagi jika terjadi kesalahan atau gangguan teknis, anda harus selalu siap dengan cara presentasi yang langsung tanpa alat bantu. Atau sebaiknya ada teknisi yang siap untuk mengatasi gangguan teknis tersebut. Jangan sampai gara-gara alat bantu visual, anda kehilangan momentum untuk menyampaikan topik atau materi presentasi anda.
Jadi dalam penyampaian pesan kepada publik, baik berupa pertanyaan, pidato, kuliah, seminar, sepatah kata, yang paling penting bagi kita adalah bahwa pesan kita dapat tersampaikan kepada penerima pesan dengan baik dan jelas. Berbicara di depan publik bukan ujian atau pun pengadilan untuk mengadili penampilan, kecerdasan, kecantikan atau pun keluasan pengetahuan kita. It is simply a process of conveying your message to the targetted audiences — nothing more nothing less.n</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>erbicara di Depan Publik</p>
<p>Salah satu hal yang paling kita takuti baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan profesional kita adalah ketika kita harus berbicara di depan banyak orang, baik untuk acara sosial, seminar, kuliah, presentasi bisnis, pidato perpisahan, bahkan dalam acara reuni sekolah yang sebagian besar hadirin telah kita kenal dengan baik. Berbicara di depan publik bagi sebagian besar kita adalah sesuatu yang menegangkan dan menakutkan, seakan seluruh mata para hadirin sedang menghakimi kita. Kita seakan-akan menjadi terdakwa yang sedang diadili oleh para hadirin.</p>
<p>Pengelola rubrik:<br />
Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel</p>
<p>Aribowo Prijosaksono (email:aribowo_ps@hotmail.com) dan Roy Sembel (<a href="http://www.roy-sembel.com" rel="nofollow">http://www.roy-sembel.com</a>) adalah co-founder dan direktur The Indonesia Learning Institute – INLINE (<a href="http://www.inline.or.id)" rel="nofollow">http://www.inline.or.id)</a>, sebuah lembaga pembelajaran untuk para eksekutif dan profesional.</p>
<p>Berbicara di depan publik, suka atau tidak merupakan keterampilan yang harus kita kuasai, karena pada suatu saat dalam kehidupan kita, pastilah kita harus berbicara di hadapan sejumlah orang untuk menyampaikan pesan, pertanyaan, tanggapan atau pendapat kita tentang sesuatu hal yang kita yakini. Hal yang sederhana misalnya kita harus berbicara di depan para tamu pada acara ulang tahun anak kita atau hal yang menentukan karier kita seperti mempresentasikan proposal proyek atau tentang produk kita di hadapan sejumlah mitra bisnis atau calon pembeli.</p>
<p>Lima Unsur<br />
Berbicara di depan publik merupakan salah satu seni berkomunikasi. Dalam edisi Mandiri ke-38 kita telah membahas topik komunikasi. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya dalam edisi tersebut, ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan. Kelima unsur tersebut adalah: pengirim pesan (sender), pesan yang dikirimkan (message), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (delivery channel atau medium), penerima pesan (receiver), dan umpan balik (feedback).</p>
<p>Hukum Komunikasi<br />
Selain itu kita juga telah membahas 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kita rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble), yang berarti merengkuh atau meraih. Karena kita berkeyakinan bahwa komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain. Berikut kami uraikan kembali kelima hukum komunikasi efektif tersebut dalam konteks dan sebagai fondasi bagi kita untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik.<br />
Hukum pertama dalam berkomunikasi secara efektif, khususnya dalam berbicara di depan publik adalah sikap hormat dan sikap menghargai terhadap khalayak atau hadirin. Hal ini merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain, termasuk berbicara di depan publik. Kita harus memiliki sikap (attitude) menghormati dan menghargai hadirin kita. Kita harus ingat bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan orang tersebut.<br />
Hukum kedua adalah empati, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam berbicara di depan publik, kita harus terlebih dulu memahami latar belakang, golongan, lapisan sosial, tingkatan umur, pendidikan, kebutuhan, minat, harapan dan sebagainya, dari calon hadirin (audiences) kita. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.<br />
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan atau pun umpan balik apa pun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam berbicara di depan publik, kita perlu siap untuk menerima masukan atau umpan balik dengan sikap positif.<br />
Hukum ketiga adalah audible. Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Audible dalam hal ini berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui medium atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik.<br />
Hukum keempat adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (clarity). Selain bahwa pesan harus dapat diterima dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan. Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti oleh hadirin, akan membuat pidato atau presentasi kita tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh pentingnya Clarity dalam public speaking, sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice) dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan dalam presentasi atau pembicaraannya.<br />
Hukum kelima dalam komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Kerendahan hati juga bisa berarti tidak sombong dan menganggap diri penting ketika kita berbicara di depan publik. Justru dengan kerendahan hatilah kita dapat menangkap perhatian dan respon yang positif dari publik pendengar kita.<br />
Kelima hukum komunikasi tersebut sangat penting untuk menjadi dasar dalam melakukan pembicaraan di depan publik. Berikut adalah beberapa tips atau kiat-kiat untuk public speaking yang kami adaptasi dari buku Say It Like Shakespeare, karangan Thomas Leech.</p>
<p>Persiapan<br />
Hal yang paling penting dalam persiapan kita untuk berbicara di depan publik adalah membangun rasa percaya diri dan mengendalikan rasa takut dan emosi kita. Bahkan banyak pakar komunikasi yang mengatakan bahwa persiapan mental jauh lebih penting daripada persiapan materi atau bahan pembicaraan. Meskipun demikian, persiapan materi juga sangat mempengaruhi kesiapan mental kita. Kesiapan mental yang positif merupakan syarat mutlak bagi kita dalam berbicara di depan publik. Pastikan juga bahwa anda beristirahat dan tidur yang cukup menjelang waktu anda berbicara di depan publik dan majulah dengan sikap optimis dan sukses. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam menyampaikan pesan kepada publik:<br />
Kualitas suara kita merupakan faktor kunci yang menentukan apakah hadirin memperhatikan kita maupun pesan yang kita sampaikan. Pastikan bahwa suara anda cukup keras dan jelas terdengar bahkan oleh hadirin yang duduk paling jauh dari anda sekalipun. Jika tersedia, selalu gunakan pengeras suara (loudspeaker), meskipun anda merasa suara anda sudah cukup keras. Cobalah dengan berlatih mendengarkan suara anda sendiri. Caranya dengan menutup mata, berbicaralah, kemudian perhatikan kualitas, kekuatan dan kejelasan suara anda.<br />
Suara kita merupakan aset kita yang paling berharga dalam berkomunikasi secara lisan. Oleh karena itu memelihara kualitas suara dan berlatih secara kontinu merupakan keharusan jika kita ingin menjadi pembicara publik yang sukses. Jika suara kita kurang bagus dan sumbang, kita dapat mencari pelatih suara profesional atau mengikuti kursus atau pendidikan (seperti misalnya di Institut Kesenian Jakarta) untuk meningkatkan kualitas suara kita. Apalagi misalnya anda bercita-cita jadi presenter, pembicara publik, MC dan sebagainya. Anda harus benar-benar memperhatikan kualitas suara anda.<br />
Bahasa dan kata-kata yang kita gunakan merupakan faktor kunci lain yang menentukan kemampuan komunikasi kita. Bahasa yang baik dan tepat dapat membantu memperjelas dan meningkatkan kualitas presentasi atau pembicaraan kita. Oleh karena itu perlu sekali bagi kita untuk memperhatikan kata-kata dan bahasa yang kita pilih.<br />
Pikirkanlah kata-kata yang akan anda gunakan, karena kemampuan berbahasa yang buruk akan tercermin pada kualitas penyampaian pesan kita. Hindari menggunakan kata-kata yang tidak perlu, seperti: apa itu ….. apa namanya…ehm….you know…. dll. Jangan mengucapkan kata-kata: maaf…..Jika anda salah mengucap, cukup anda ulangi sekali lagi kalimat tersebut dengan benar.<br />
Penampilan adalah kesan pertama. Jadi kita harus pastikan bahwa pada saat kita maju atau berdiri untuk berbicara, hadirin atau audiens kita memperoleh kesan yang baik terhadap kita. Pastikan bahwa penampilan kita membawa pesan yang positif, dan kita kelihatan lebih baik dan merasa lebih baik. Gunakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, dan sesuai dengan jenis pakaian yang digunakan oleh para hadirin lainnya.</p>
<p>Komunikasi Non-verbal<br />
Yang dimaksud dengan komunikasi non-verbal adalah: kontak mata, ekspresi wajah, penampilan fisik, nada suara, gerakan tubuh, pakaian dan aksesoris yang kita gunakan – semuanya memberikan efek atau pengaruh yang cukup besar terhadap penyampaian pesan kita. Para hadirin akan kebingungan ketika bahasa tubuh kita misalnya berbeda dengan bahasa verbal yang kita ucapkan. Biarkan tubuh kita berkomunikasi juga dengan audiens kita. Bahasa tubuh kita sebagai pembicara atau pengirim pesan dan bahasa tubuh pendengar atau audiens kita dapat membantu atau menghalangi proses komunikasi. Jika hadirin duduk dengan sikap seperti mau tidur atau menunjukkan wajah bosan, berarti kita harus mengubah suasana atau cara kita menyampaikan pesan.</p>
<p>Persiapan Mental<br />
Dalam membangun kesiapan mental kita dalam berbicara di depan publik, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengurangi ketegangan fisik dengan cara melakukan senam ringan (stretching). Karena kita tidak dapat menurunkan ketegangan mental sebelum kita mengendorkan otot-otot tubuh kita yang tegang. Seperti yang dikatakan oleh psikolog Amerika yang terkenal Dr. Richard Gillett, ”It is almost impossible to go into alpha without considerable muscular relaxation.” Hampir tidak mungkin masuk ke kondisi alpha (kondisi gelombang otak atau mental yang relaks) tanpa mengendorkan otot-otot tubuh. Biasanya saya memegang ujung kaki sambil berdiri membungkuk selama sepuluh detik. Kemudian tarik napas yang panjang dan dalam, tahan beberapa detik, kemudian keluarkan napas pelan-pelan. Selanjutnya anda bisa batuk sekali atau minum segelas air putih untuk mempersiapkan vokal anda.<br />
Cara lain yang efektif untuk membangun kesiapan mental adalah dengan datang ke tempat pertemuan lebih awal. Dengan demikian kita dapat mengetahui suasana dan keadaan terlebih dahulu. Selanjutnya kita bisa mencari dukungan (back up support) dari orang-orang yang kita kenal maupun kenalan baru serta dari mereka yang mengharapkan kita sukses dalam presentasi nantinya. Mengobrollah dengan mereka sebelum presentasi dimulai.<br />
Berikut adalah beberapa prinsip dalam mempersiapkan mental kita sebelum berbicara di depan publik:</p>
<p>1. Berbicara di depan publik bukanlah hal yang sangat menegangkan. Dunia tidak runtuh jika anda tidak melakukannya dengan baik. Tidak akan ada hal yang buruk yang akan terjadi setelah presentasi atau penyampaian anda. Jadi tenang dan relaks saja.<br />
2. Kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas ataupun brilian untuk berbicara di depan publik.<br />
3. Siapkan 2-3 poin pembicaraan atau pertanyaan, karena audiens anda akan sulit untuk mengingat atau memperhatikan lebih dari tiga hal dalam satu waktu.<br />
4. Kita harus memiliki tujuan atau sasaran yang jelas dan terarah.<br />
5. Kita tidak perlu menganggap diri kita adalah seorang pembicara publik. Tujuan kita adalah menyampaikan pesan (message) kita kepada hadirin.<br />
6. Kita tidak perlu harus dapat sepenuhya menguasai seluruh hadirin. Biarkan saja kalau ada beberapa yang tidak menaruh perhatian. Fokuskan perhatian kita pada mereka yang tertarik dan mendengarkan presentasi kita.<br />
7. Kita harus ingat bahwa sebagian besar hadirin menginginkan kita berhasil dalam presentasi atau penyampaian pesan kita.</p>
<p>Siapkan Pesannya<br />
Dalam mempersiapkan public speaking, selain persiapan mental, persiapan materi juga harus dilakukan dengan baik dan benar. Karena kesiapan materi atau pesan yang akan kita sampaikan akan sangat mempengaruhi kesiapan kita secara mental. Hal yang paling penting adalah kesiapan pendengar atau audiens untuk menerima pesan kita. Biasanya kita harus menyampaikan pokok-pokok pemikiran atau ringkasan dari apa yang mau kita sampaikan sehingga audiens juga memiliki kesiapan mental untuk menerima pesan tersebut. Paling tidak agenda atau outline bahan pembicaraan kita sudah jauh-jauh hari kita sampaikan terlebih dulu.<br />
Hal yang pertama dalam mempersiapkan materi adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai materi yang akan kita sampaikan baik dari buku-buku referensi, tulisan atau publikasi lainnya. Kita juga perlu memperoleh informasi tentang audiens kita, baik tingkatan umur, maupun pendidikan, pengalaman, bidang keahlian, minat dan sebagainya. Sehingga kita bisa empati (ingat hukum komunikasi kedua) dan berbicara dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh audiens kita. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam mengembangkan topik atau materi:<br />
1. Perkayalah topik dan bacaan yang telah kita lakukan dengan hal yang uptodate dan riil terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman kita, maupun pengalaman orang lain adalah bahan yang menarik untuk kita angkat.<br />
2. Hilangkan bagian-bagian yang dirasakan membuat kita tidak fokus, menimbulkan keragu-raguan atau melebihi jadwal waktu yang tersedia untuk kita.</p>
<p>Kemudian kita tetapkan terlebih dulu apa tujuan atau sasaran kita. Apa yang menjadi tujuan seminar, rapat, kuliah atau pertemuan ini? Apa yang menjadi harapan panitia, kita sebagai pembicara dan seluruh hadirin yang ada? Penetapan tujuan ini sangat berkaitan dengan informasi yang kita dapatkan mengenai pendengar atau hadirin kita, apa yang menjadi tujuan dan harapan mereka? Dapatkan umpan balik dari teman-teman anda atau mereka yang ahli dalam bidang yang akan kita presentasikan.<br />
Setelah itu kemudian barulah kita susun peta pemikiran dari topik yang dipilih. Mengenai teknik pemetaan pemikiran pernah kita sampaikan pada edisi Mandiri 40. Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada dalam buku. Pertama, kita awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas kosong. Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting kita kembangkan tema pokok menjadi sub-tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti jari-jari roda.<br />
Setelah itu buatlah agenda, outline atau catatan kecil tentang urutan pembicaraan yang akan kita sampaikan. Sisipkan anekdot, kuis, cerita ilustrasi, games, dan latihan-latihan untuk menjaga agar audiens tidak bosan dan mengantuk. Persiapan tersebut termasuk menyusun makalah, powerpoint presentation, transparent sheets, handouts, video presentation, dan sebagainya sebagai materi utama presentasi anda. Ingat pada saat presentasi jangan membacakan makalah atau terpaku pada bahan utama anda. Berbicaralah seakan anda sedang berbicara dengan satu-dua orang saja. Gunakan kontak mata dan fokuskan perhatian pada mereka yang memperhatikan presentasi anda. Tetapi sebisa mungkin anda memproyeksikan pembicaraan anda ke seluruh ruangan dan seluruh hadirin.</p>
<p>Alat Bantu Visual<br />
Untuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan (hukum ketiga audible), kita harus menguasai kegunaan dan penggunaan alat bantu visual seperti misalnya slide, overhead projector, LCD (infocus) projector yang langsung dihubungkan dengan komputer atau notebook anda. Sebagian besar orang lebih mudah menangkap informasi yang berupa gambaran visual daripada mendengarkan. Apalagi jika kita menggunakan data-data numerikal, akan lebih menarik jika disajikan dalam bentuk grafik, tabel atau bagan warna-warni. Anda bisa menggunakan software tertentu misalnya powerpoint, untuk menggabungkan pointers anda dengan suara, foto, clip art, animasi, dan video dalam satu file presentasi. Kemampuan menggunakan alat bantu visual ini akan memberikan kesan pertama kepada audience bahwa kita siap melakukan presentasi.<br />
Tetapi sekali lagi jangan terfokus pada alat bantu tersebut. Apalagi jika terjadi kesalahan atau gangguan teknis, anda harus selalu siap dengan cara presentasi yang langsung tanpa alat bantu. Atau sebaiknya ada teknisi yang siap untuk mengatasi gangguan teknis tersebut. Jangan sampai gara-gara alat bantu visual, anda kehilangan momentum untuk menyampaikan topik atau materi presentasi anda.<br />
Jadi dalam penyampaian pesan kepada publik, baik berupa pertanyaan, pidato, kuliah, seminar, sepatah kata, yang paling penting bagi kita adalah bahwa pesan kita dapat tersampaikan kepada penerima pesan dengan baik dan jelas. Berbicara di depan publik bukan ujian atau pun pengadilan untuk mengadili penampilan, kecerdasan, kecantikan atau pun keluasan pengetahuan kita. It is simply a process of conveying your message to the targetted audiences — nothing more nothing less.n</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adimursalin</title>
		<link>http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/comment-page-1/#comment-32</link>
		<dc:creator>adimursalin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 15:26:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/#comment-32</guid>
		<description>http://b-comm.blogspot.com/2007_08_01_archive.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://b-comm.blogspot.com/2007_08_01_archive.html" rel="nofollow">http://b-comm.blogspot.com/2007_08_01_archive.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adimursalin</title>
		<link>http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/comment-page-1/#comment-31</link>
		<dc:creator>adimursalin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 15:23:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/#comment-31</guid>
		<description>Komunikasi nonverbal
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari
Penggunaan ekspresi wajah merupakan salah satu komunikasi nonverbal.
Penggunaan ekspresi wajah merupakan salah satu komunikasi nonverbal.

Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.

Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi &quot;tidak menggunakan kata&quot; dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.
Daftar isi
[sembunyikan]

    * 1 Jenis-jenis komunikasi nonverbal
          o 1.1 Komunikasi objek
          o 1.2 Sentuhan
          o 1.3 Kronemik
          o 1.4 Gerakan tubuh
          o 1.5 Vokalik
          o 1.6 Lingkungan
    * 2 Variasi budaya dalam komunikasi nonverbal
    * 3 Referensi
    * 4 Catatan kaki
    * 5 Lihat pula

[sunting] Jenis-jenis komunikasi nonverbal

[sunting] Komunikasi objek
Seorang polisi menggunakan seragam. Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi objek.
Seorang polisi menggunakan seragam. Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi objek.

Komunikasi objek yang paling umum adalah penggunaan pakaian. Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang digunakannya, walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe. Misalnya orang sering lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya menarik. Selain itu, dalam wawancara pekerjaan seseorang yang berpakaian cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan daripada yang tidak. Contoh lain dari penggunaan komunikasi objek adalah seragam.

[sunting] Sentuhan

Haptik adalah bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.

[sunting] Kronemik

Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktifitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).[1]

[sunting] Gerakan tubuh

Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan.[2][3]

[sunting] Vokalik

Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti &quot;mm&quot;, &quot;e&quot;, &quot;o&quot;, &quot;um&quot;, saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.[4]

[sunting] Lingkungan

Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.[5]

[sunting] Variasi budaya dalam komunikasi nonverbal

Budaya asal seseorang amat menentukan bagaimana orang tersebut berkomunikasi secara nonverbal. Perbedaan ini dapat meliputi perbedaan budaya Barat-Timur, budaya konteks tinggi dan konteks rendah, bahasa, dsb. Contohnya, orang dari budaya Oriental cenderung menghindari kontak mata langsung, sedangkan orang Timur Tengah, India dan Amerika Serikat biasanya menganggap kontak mata penting untuk menunjukkan keterpercayaan, dan orang yang menghindari kontak mata dianggap tidak dapat dipercaya.[6]

[sunting] Referensi

    * Verderber, Rudolph F.; Kathleen S. Verderber (2005). &quot;Chapter 4: Communicating through Nonverbal Behaviour&quot;, Communicate!, edisi ke-11, Wadsworth. ISBN 0-534-73936-4.

[sunting] Catatan kaki

   1. ^ Verderber (2005), h. 82-83
   2. ^ Ekman, P.; W. V. Friesen (1969). Semiotica, I, 49-98.
   3. ^ Verderber (2005), h. 74-75
   4. ^ Verderber (2005), h. 77-78
   5. ^ Verderber (2005), h. 84-88
   6. ^ Nonverbal Communication: Speaking Without Words

[sunting] Lihat pula

    * Komunikasi
    * Komunikasi antar-personal
    * Komunikasi verbal

Diperoleh dari &quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_nonverbal&quot;
Kategori: Komunikasi manusia
Tampilan

    * Artikel
    * Pembicaraan
    * Sunting
    * ↑
    * Versi terdahulu

Peralatan pribadi

    * Log in / create account

Navigasi

    * Halaman Utama
    * Portal komunitas
    * Peristiwa terkini
    * Perubahan terbaru
    * Halaman sembarang
    * Bantuan
    * Menyumbang
    * Warung Kopi

Pencarian
 
Kotak peralatan

    * Pranala balik
    * Perubahan terkait
    * Pemuatan
    * Halaman istimewa
    * Versi cetak
    * Pranala permanen
    * Kutip artikel ini

Bahasa lain

    * বাংলা
    * Català
    * Česky
    * Deutsch
    * English
    * Español
    * Français
    * 日本語
    * Polski
    * Русский

Powered by MediaWiki
Wikimedia Foundation

    * Halaman ini terakhir diubah pada 09:32, 13 Februari 2008.
    * Seluruh teks tersedia sesuai dengan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
      Wikipedia® adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Inc.
    * Kebijakan privasi
    * Perihal Wikipedia
    * Penyangkalan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komunikasi nonverbal<br />
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.<br />
Langsung ke: navigasi, cari<br />
Penggunaan ekspresi wajah merupakan salah satu komunikasi nonverbal.<br />
Penggunaan ekspresi wajah merupakan salah satu komunikasi nonverbal.</p>
<p>Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.</p>
<p>Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi &#8220;tidak menggunakan kata&#8221; dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.<br />
Daftar isi<br />
[sembunyikan]</p>
<p>    * 1 Jenis-jenis komunikasi nonverbal<br />
          o 1.1 Komunikasi objek<br />
          o 1.2 Sentuhan<br />
          o 1.3 Kronemik<br />
          o 1.4 Gerakan tubuh<br />
          o 1.5 Vokalik<br />
          o 1.6 Lingkungan<br />
    * 2 Variasi budaya dalam komunikasi nonverbal<br />
    * 3 Referensi<br />
    * 4 Catatan kaki<br />
    * 5 Lihat pula</p>
<p>[sunting] Jenis-jenis komunikasi nonverbal</p>
<p>[sunting] Komunikasi objek<br />
Seorang polisi menggunakan seragam. Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi objek.<br />
Seorang polisi menggunakan seragam. Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi objek.</p>
<p>Komunikasi objek yang paling umum adalah penggunaan pakaian. Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang digunakannya, walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe. Misalnya orang sering lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya menarik. Selain itu, dalam wawancara pekerjaan seseorang yang berpakaian cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan daripada yang tidak. Contoh lain dari penggunaan komunikasi objek adalah seragam.</p>
<p>[sunting] Sentuhan</p>
<p>Haptik adalah bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.</p>
<p>[sunting] Kronemik</p>
<p>Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktifitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).[1]</p>
<p>[sunting] Gerakan tubuh</p>
<p>Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan.[2][3]</p>
<p>[sunting] Vokalik</p>
<p>Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti &#8220;mm&#8221;, &#8220;e&#8221;, &#8220;o&#8221;, &#8220;um&#8221;, saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.[4]</p>
<p>[sunting] Lingkungan</p>
<p>Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.[5]</p>
<p>[sunting] Variasi budaya dalam komunikasi nonverbal</p>
<p>Budaya asal seseorang amat menentukan bagaimana orang tersebut berkomunikasi secara nonverbal. Perbedaan ini dapat meliputi perbedaan budaya Barat-Timur, budaya konteks tinggi dan konteks rendah, bahasa, dsb. Contohnya, orang dari budaya Oriental cenderung menghindari kontak mata langsung, sedangkan orang Timur Tengah, India dan Amerika Serikat biasanya menganggap kontak mata penting untuk menunjukkan keterpercayaan, dan orang yang menghindari kontak mata dianggap tidak dapat dipercaya.[6]</p>
<p>[sunting] Referensi</p>
<p>    * Verderber, Rudolph F.; Kathleen S. Verderber (2005). &#8220;Chapter 4: Communicating through Nonverbal Behaviour&#8221;, Communicate!, edisi ke-11, Wadsworth. ISBN 0-534-73936-4.</p>
<p>[sunting] Catatan kaki</p>
<p>   1. ^ Verderber (2005), h. 82-83<br />
   2. ^ Ekman, P.; W. V. Friesen (1969). Semiotica, I, 49-98.<br />
   3. ^ Verderber (2005), h. 74-75<br />
   4. ^ Verderber (2005), h. 77-78<br />
   5. ^ Verderber (2005), h. 84-88<br />
   6. ^ Nonverbal Communication: Speaking Without Words</p>
<p>[sunting] Lihat pula</p>
<p>    * Komunikasi<br />
    * Komunikasi antar-personal<br />
    * Komunikasi verbal</p>
<p>Diperoleh dari &#8220;http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_nonverbal&#8221;<br />
Kategori: Komunikasi manusia<br />
Tampilan</p>
<p>    * Artikel<br />
    * Pembicaraan<br />
    * Sunting<br />
    * ↑<br />
    * Versi terdahulu</p>
<p>Peralatan pribadi</p>
<p>    * Log in / create account</p>
<p>Navigasi</p>
<p>    * Halaman Utama<br />
    * Portal komunitas<br />
    * Peristiwa terkini<br />
    * Perubahan terbaru<br />
    * Halaman sembarang<br />
    * Bantuan<br />
    * Menyumbang<br />
    * Warung Kopi</p>
<p>Pencarian</p>
<p>Kotak peralatan</p>
<p>    * Pranala balik<br />
    * Perubahan terkait<br />
    * Pemuatan<br />
    * Halaman istimewa<br />
    * Versi cetak<br />
    * Pranala permanen<br />
    * Kutip artikel ini</p>
<p>Bahasa lain</p>
<p>    * বাংলা<br />
    * Català<br />
    * Česky<br />
    * Deutsch<br />
    * English<br />
    * Español<br />
    * Français<br />
    * 日本語<br />
    * Polski<br />
    * Русский</p>
<p>Powered by MediaWiki<br />
Wikimedia Foundation</p>
<p>    * Halaman ini terakhir diubah pada 09:32, 13 Februari 2008.<br />
    * Seluruh teks tersedia sesuai dengan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU<br />
      Wikipedia® adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Inc.<br />
    * Kebijakan privasi<br />
    * Perihal Wikipedia<br />
    * Penyangkalan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adimursalin</title>
		<link>http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/comment-page-1/#comment-30</link>
		<dc:creator>adimursalin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 15:20:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adimursalin.edublogs.org/komunikasi-bisnis/#comment-30</guid>
		<description>KONTRAK KULIAH
Nama Matakuliah	:  Teori Komunikasi 
Kode Matakuliah	:  IND 245
Semester/T.A		:  Genap / 2006-2007
Hari Pertemuan/Jam	:  16.00- 17.40
Tempat Pertemuan	:  Ruang C2 04
Nama Dosen		:  Syairal Fahmy Dalimunthe, S.Sos
Alamat 		:  Jl. Karakatau Gg. Sukirman No. 18 Medan
Telp./Fax/HP		:  (061) 7768 0028 
Email 			:  fahmydalimunthe@usa.com / fahmydalimunthe@yahoo.co.id


1. Tujuan/Manfaat Matakuliah
Kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Selanjutnya ukuran kualitas ditentukan berdasarkan indikator kognitif, psikomotorik, dan afektif yang diperoleh melalui proses pengukuran, penilaian dan evaluasi. Karena itu, kompetensi mengukur, menilai, dan mengevaluasi hasil belajar siswa serta pemanfaatan hasil evaluasi, merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru. Di samping itu, Implikasi penerapan pendidikan berbasis kompetensi di sekolah saat ini adalah pengembangan silabus dan sistem penilaian berbasis kompetensi. Dalam hal ini penilaian mencakup jenis tagihan, dan bentuk penilaian yang dilakukan untuk mengukur hasil belajar siswa.

Matakuliah ini ditawarkan untuk membantu anda memperoleh pemahaman dan keterampilan tentang: (1) Konsep pengukuran, penilaian, dan evaluasi; (2) Prosedur penilaian; (3) Penilaian kognitif, psikomotorik, dan afektif; (4) Scoring dan teknik pengolahan score; dan (5) Analisis perangkat tes (pokok uji); yang sangat bermanfaat bagi anda bila kelak anda bekerja sebagai seorang guru professional.

2. Deskripsi Perkuliahan
Matakuliah ini mengkaji tentang konsep teori dasar komunikasi, bagaimana mencapai komunikasi yang efektif, komponen-komponen apa saja yang mendukung terciptanya suatu komunikasi. Mata kuliah ini juga mengkaji komunikasi verbal dan non verbal, apa saja model-model komunikasi itu. Sejauh mana perkembangan terakhir ilmu komunikasi pada saat sekarang ini.

3. Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti perkuliahan mata kuliah ini diharapkan mahasiswa memiliki kompetensi dasar berupa kemampuan :
1.	Menjelaskan pengertian, proses dan komponen komunikasi. 
2.	Menjelaskkan ruang lingkup komunikasi.
3.	Menjelaskan komunikasi yang efektif.
4.	Menjelaskan tipe-tipe komunikasi.
5.	Menjelaskan media dan alat-alat komunikasi
6.	Menjelaskan komunikasi verbal dan non verbal 
7.	Menjelaskan fungsi komunikasi
8.	Menjelaskan perkembangan teori-teori komunikasi

4. Hubungan Fungsional Materi Kajian





















5. Strategi Perkuliahan
Pendekatan yang digunakan dalam perkuliahan ini adalah Contextual Teaching-Learning (CTL) dengan menggunakan metode perkuliahan antara lain ceramah (kuliah mimbar), diskusi kelompok, diskusi kelas, dan kerja praktek mahasiswa melalui kolaborasi mahasiswa dan guru mata pelajaran Biologi di sekolah.

Langkah-langkah perkuliahan berdasarkan pertemuan sebagai berikut :
1.	Pertemuan-1 : Penjelasan secara umum kontrak perkuliahan, perkenalan, dan 			     materi kuliah secara keseluruhan.
Melakukan pembagian kelompok belajar mahasiswa, terdiri dari 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 orang (disebut sebagai KELOMPOK ASAL). Kelompok ini bertugas melakukan pengkajian tentang materi perkuliahan teori komunikasi.
2.	Pertemuan-2-4 : Penyampaian informasi unsur-unsur komunikasi, penilaian proses dan hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia dari dosen mata kuliah.

3.	Pertemuan-9,12 : Diskusi materi kuliah di KELOMPOK ASAL.
	Masing-masing anggota kelompok memaparkan materi yang telah dikaji lalu disusun simpulan (resume) materi kajian untuk dijadikan bahan presentasi pada KELOMPOK AHLI.
4.	Pertemuan-13-15 : Diskusi materi di KELOMPOK AHLI
	Hasil rumusan/resume materi pada KELOMPOK ASAL dipresentasikan pada KELOMPOK AHLI. Masing-masing utusan dari kelompok asal bertugas memaparkan hasil rumusan materi pada kelompok asal. Hasil pemaparan disimpulkan sebagai pemahaman masing-masing anggota kelompok terhadap materi perkuliahan secara keseluruhan. Pemahaman ini dijadikan sebagai landasan pelaksanaan pengembangan dan uji coba perangkat penilaian yang dilakukan melalui teknik kolaborasi.
5.   Pertemuan -16 : Mid Tes
6.   Pertemuan -17-18 : Diskusi kelas, memperkaya perolehan dari hasil diskusi KELOMPOK AHLI
6.	Pertemuan -19-22 : Kelompok mahasiswa melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran B.Indonesia SMA dalam pengembangan silabus, penyusunan instrumen penilaian, melakukan penilaian, melakukan scoring, melakukan analisis butir tes (pokok uji), dan menyusun laporan penilaian (Rincian lihat pada bagian TUGAS).
7.	Pertemuan 23 dan 25 : KELOMPOK AHLI melakukan kolaborasi dengan guru di sekolah untuk menetapkan materi pokok yang akan dikembangkan perangkat penilaiannya, melakukan penilaian dan analisis perangkat penilaian
9.	Pertemuan-26 s.d 27 : Diskusi hasil kerja kolaborasi pengembangan, implementasi, dan evaluasi perangkat penilaian.

10.	Pertemuan-28 : Ujian Akhir Semester.

11.	Pertemuan-29-30 : Remidial dan Pengayaan.

6. Materi/Bacaan Perkuliahan
Cangara, Hafied.2002.Pengantar Ilmu Komunikasi.Jakarta:Rajawali Pers
Mulyana, Dede.2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
McQuail, Denis and Sven Windahl. 1981. Communication Models for the Study of Mass 
             Communication. London. Longman.
Schramm, Wilbur. 1971. The Process and Effects of Mass Communication. Urbana. 
             University of Illinois Press.
Suprapto, Tommy.2006. Pengantar Teori Komunikasi.Yogyakarta. Media Pressindo

7. Tugas-Tugas Perkuliahan
Pada perkuliahan ini mahasiswa diberi 2 macam tugas utama, yakni :
1.	Melakukan diskusi kelas tentang materi kajian yang telah ditugaskan kepada 	    tiap kelompok pada PENGELOMPOKAN-1.
2.	Tiap kelompok pada PENGELOMPOKAN-2 melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran SMA dalam melakukan pengembangan silabus, penyusunan SP, penyusunan instrumen penilaian, dan analisis hasil penilaian.

Tagihan Tugas-1 adalah :
1.	Berita acara diskusi kelompok yang dilaporkan menggunakan format
      laporan-1. Dilaporkan setiap pertemuan sejak pertemuan ke-4.
2.	Laporan hasil diskusi berupa makalah yang mengkaji tentang materi yang                           menjadi tugas kelompok dalam bentuk makalah yang siap dipresentasekan menggunakan format laporan-2. Dilaporkan sesuai dengan jadwal presentase kelompok.
3.	Perangkat media presentase berupa slide-slide transparansi. Dilaporkan saat presentase.

Tagihan Tugas-2 adalah :
1.	Berita pertemuan dengan guru mata pelajaran dan diskusi kelompok, menggunakan format laporan-3.
Dilaporkan dan dikomunikasikan di dalam kelas setiap pertemuan, sejak pertemuan ke-4.
2.	Silabus dan Satuan Pelajaran (SP) mata pelajaran yang menjadi objek uji coba.
Dilaporkan sebelum penyusunan instrumen penilaian, selambat-lambatnya 1 minggu sebelum ujian tengah semester.
3.	Perangkat instrumen penilaian (kognitif, afektif, dan psikomotorik).
Dilaporkan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum ujian tengah semester.
4.	Hasil kegiatan penilaian, analisis butir soal, dan analisis skor.
Dilaporkan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum ujian akhir semester.

8. Kriteria Penilaian
Penilaian yang dilakukan pada mata kuliah ini mengacu pada sistem penilaian yang diatur dalam peraturan akademik Unimed:

Nilai= 


Penetapan nilai dari tiap penilaian dilakukan menggunakan formula:

Nilai = 

Penilaian terhadap berita acara diskusi kelompok dan atau diskusi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan atau produk-produk hasil kolaborasi dengan guru dilakukan melalui sistem penilaian portofolio, artinya tagihan ini akan menjadi bagian dari kumpulan tagihan-tagihan lainnya. Kriteria penilaian sebagai berikut :

No	Aspek yang Dinilai dan Kriteria Penilaian	Skor
1.	Ketepatan waktu penyerahan tugas
(benar =2; kurang =1; tidak =0)	0-2
2.	Keterlibatan seluruh anggota kelompok
(terlibat penuh =3; hanya beberap orang =2; hanya 1 orang =1)	1-3
3.	Deskripsi hasil diskusi kelompok
(baik =3; kurang baik =2; tidak baik =1)	1-3
4.	Kelengkapan dokumen
(lengkap =2; tidak lengkap =1)	1-2
	Skor Maksimum	10
Penilaian terhadap laporan tugas kelompok berupa makalah dan slide presentase diukur menggunakan indikator penilaian sebagai berikut :

No	Aspek yang Dinilai dan Kriteria Penilaian	Skor
1.	Kebenaran informasi 
(benar =2; kurang =1; tidak =0)	0-2
2.	Kesesuaian isi makalah dengan materi perkuliahan
(sesuai =3; cukup =2; kurang =1; tidak sesuai =0)	0-3
3.	Sistematika penyusunan makalah
(terdiri dari pendahuluan, isi, dan kesimpulan/penutup)	0-3
4.	Bahasa 
(sangat komunikatif =3; cukup =2; kurang =1)	1-3
	Skor Maksimum	11

























9. Jadwal Perkuliahan

Pert.
ke	Tanggal	Kegiatan	Dosen	Mahasiswa
1.	24 Feb 2006	Perkenalan, kontrak kuliah, dll	Presentasi 	Mendengar,
Menginterpretasi
2.	03 Mar 2006	Konsep-konsep penilaian	Presentasi	Mendengar,
Menginterpretasi
3.	10 Mar 2006	Penilaian berbasis kelas	Presentasi	Mendengar,
Menginterpretasi
4.	17 Mar 2006	Prosedur penilaian 	Menilai Proses	Diskusi Kelas
5.	24 Mar 2006	Penilaian kognitif	Menilai Proses	Diskusi Kelas
6.	31 Mar 2006	Penilaian afektif	Menilai Proses	Diskusi Kelas
7.	07 Apr 2006	Penilaian psikomotorik	Menilai Proses	Diskusi Kelas
8.	14 Apr 2006	Ujian Tengah Semester	Mengawasi 	Diskusi Kelas
9.	21 Apr 2006	Penggunaan Statistik dalam penilaian	Menilai Proses	Diskusi Kelas
10.	28 Apr 2006	Skoring &amp; Teknik pengolahan skor	Menilai Proses	Diskusi Kelas
11.	12 Mei 2006	Analisis Pokok Uji	Menilai Proses	Diskusi Kelas
12.	19 Mei 2006	Diskusi/Praktek-1	Menilai Proses	Diskusi Kelas
13.	26 Mei 2006	Diskusi/Praktek-2	Menilai Proses	Diskusi Kelas
14.	02 Jun 2006	Diskusi/Praktek-3	Menilai Proses	Diskusi Kelas
15.	09 Jun 2006	Diskusi/Praktek-4	Menilai Proses	Diskusi Kelas
16.	16 Jun 2006	Ujian Akhir Semester	Mengawasi 	Diskusi Kelas












Lampiran 1.
PETUNJUK PELAKSANAAN TUGAS PENGELOMPOKAN-1
“PRESENTASE MATERI PERKULIAHAN”

A. Tujuan
	Melalui tugas ini diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar antara lain :
1.	Berlatih bekerja kelompok.
2.	Berlatih mengumpulkan informasi yang benar.
3.	Berlatih menyusun laporan kerja kelompok yang benar.
4.	Berlatih menyampaikan informasi dan saling tukar menukar informasi dengan sesama teman sebaya.
B. Mekanisme dan Rancangan Kegiatan
	Kegiatan ini dirancang sebagai kegiatan kelompok yang dilakukan di luar jam perkuliahan, ditunjukkan dengan adanya pertemuan rutinsetiap minggu. Pada pertemuan rutin ini setiap anggota kelompok mendapat tugas spesifik sesuai dengan kesepakatan kelompok, mengumpulkan informasi untuk keperluan tugas kelompok. Hasil pengumpulan informasi kemudian didiskusikan dengan sesama anggota kelompok untuk mendapatkan kesepakatan struktur dan isi materi yang akan menjadi isi dari makalah yang akan dipresentasekan di depan kelas.
	Aktivitas pertemuan rutin tersebut di atas dibuktikan dengan bukti-bukti (portofolio) berupa berita acara pertemuan diskusi kelompok, yang berisi deskripsi kegiatan dan daftar hadir kelompok (lihat contoh format berita acara).
	Diskusi rutin kelompok ini akan menghasilkan makalah dan slide-slide transparansi yang akan digunakan dan didiskusikan dalam diskusi kelas. Tiap moderator, dan notulis (Rapporter) kegiatan seminar kecil di kelas.
	Setelah selesai seminar/diskusi kelas, dilakukan diskusi kelompok kembali untuk menyusun dan merumuskan hasil seminar dan dilaporkan dalam bentuk berita acara seminar (format sama dengan berita acara diskusi kelompok).
	Tagihan kegiatan ini adalah portofolio berupa: jadwal pertemuan, berita acara pertemuan, makalah, slide transparansi, dan berita acara seminar.
 Contoh format berita acara diskusi kelompok dan diskusi kelas:

BERITA ACARA DISKUSI
Hari/Tanggal		:…………………….
Tempat 		:…………………….
Materi Diskusi		:…………………….
A. Tujuan Diskusi
Tuliskan tujuan umum maupun spesifik dari diskusi yang dilakukan. Tujuan sebaiknya menggunakan kalimat operasional yang dapat diukur.
B. Mekanisme dan Rancangan Diskusi
	Tuliskan mekanisme dan rancangan diskusi yang disepakati dengan sesama anggota kelompok maupun anggota kelas.
C. Hal-hal yang Berkembang dalam Diskusi
	Tuliskan berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi yang dilakukan (pertanyaan, tanggapan, kesimpulan/kesepakatan, dsb). Tuliskan pula hal-hal lain yang tidak bersifat akademik seperti kehadiran anggota/peserta diskusi, sikap dan respon peserta diskusi, dll.
D. Kesimpulan
	Tuliskan kesepakatan yang diperoleh dari hasil diskusi, baik yang sifatnya akademik maupun non akademik.
E. Lampiran
	Lampirkan daftar hadir peserta dan susunan petugas sebagai pemimpin diskusi/presenter, moderator, notulis, dan sebagainya.
Contoh format daftar hadir :
DAFTAR HADIR DISKUSI KELOMPOK
Hari/Tanggal	:…………………
Tempat 	:…………………
No.	NIM	Nama Mahasiswa	Tanda Tangan
1.			1.
2.					2.
3.			3.




Lampiran 2.

PETUNJUK PELAKSANAAN TUGAS PENGELOMPOKAN-2
“KOLABORASI PENILAIAN DENGAN GURU MATA PELAJARAN”

A. Tujuan
		Tugas perkuliahan ini diharapkan akan memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam hal :
1.	Keterampilan bekerja dalam kelompok belajar.
2.	Penggunaan pendekatan komunikatif dalam membangun kerja sama kemitraan dengan orang lain dalam bentuk kolaboratif dan kooperatif.
3.	Membangun sendiri pengetahuan dan keterampilan dalam menetapkan tujuan penilaian, penyusunan perangkat/instrumen penilaian, melakukan penilaian, analisis butir soal, dan analisis hasil penilaian.
B. Mekanisme dan Rancangan Kegiatan
1.  Setiap kelompok melakukan pendekatandengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang   telah mengimplementasikan KBK (Kelas I SMA) agar bersedia secara sukarela melakukan kemitraan dalam bentuk kolaborasi dan kooperatif dalam melakukan penilaian proses dan hasil belajar dari suatu pembelajaran.
2.  Menyepakati jadwal pertemuan rutin dan topik-topik yang akan dibicarakan dan dikerjakan dalam pertemuan tersebut.
3.  Secara kolaborasi, mahasiswa dan guru menyusun silabus, SP, instrumen penilaian, melakukan penilaian, dan melakukan analisis dan interpretasi hasil penilaian. Bahkan kalau perlu merencanakan program remedial bila hasil analisis menunjukkan adanya siswa yang tidak mencapai ketuntasan belajar.
4.   Setiap perkembangan dari kerjasama kemitraan ini merupakan salah satu bahan yang dibicarakan dalam diskusi kelompok dan diskusi kelas.
5. Tagihan kegiatan ini adalah portofolio berupa: jadwal pertemuan, berita acara pertemuan, perangkat silabus, SP, instrumen penilaian, hasil analisis butir, serta analisis dan interpretasi hasil penilaian.
6.   Contoh berita acara sama dengan tugas pengelompokan-1.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KONTRAK KULIAH<br />
Nama Matakuliah	:  Teori Komunikasi<br />
Kode Matakuliah	:  IND 245<br />
Semester/T.A		:  Genap / 2006-2007<br />
Hari Pertemuan/Jam	:  16.00- 17.40<br />
Tempat Pertemuan	:  Ruang C2 04<br />
Nama Dosen		:  Syairal Fahmy Dalimunthe, S.Sos<br />
Alamat 		:  Jl. Karakatau Gg. Sukirman No. 18 Medan<br />
Telp./Fax/HP		:  (061) 7768 0028<br />
Email 			:  <a href="mailto:fahmydalimunthe@usa.com">fahmydalimunthe@usa.com</a> / <a href="mailto:fahmydalimunthe@yahoo.co.id">fahmydalimunthe@yahoo.co.id</a></p>
<p>1. Tujuan/Manfaat Matakuliah<br />
Kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Selanjutnya ukuran kualitas ditentukan berdasarkan indikator kognitif, psikomotorik, dan afektif yang diperoleh melalui proses pengukuran, penilaian dan evaluasi. Karena itu, kompetensi mengukur, menilai, dan mengevaluasi hasil belajar siswa serta pemanfaatan hasil evaluasi, merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru. Di samping itu, Implikasi penerapan pendidikan berbasis kompetensi di sekolah saat ini adalah pengembangan silabus dan sistem penilaian berbasis kompetensi. Dalam hal ini penilaian mencakup jenis tagihan, dan bentuk penilaian yang dilakukan untuk mengukur hasil belajar siswa.</p>
<p>Matakuliah ini ditawarkan untuk membantu anda memperoleh pemahaman dan keterampilan tentang: (1) Konsep pengukuran, penilaian, dan evaluasi; (2) Prosedur penilaian; (3) Penilaian kognitif, psikomotorik, dan afektif; (4) Scoring dan teknik pengolahan score; dan (5) Analisis perangkat tes (pokok uji); yang sangat bermanfaat bagi anda bila kelak anda bekerja sebagai seorang guru professional.</p>
<p>2. Deskripsi Perkuliahan<br />
Matakuliah ini mengkaji tentang konsep teori dasar komunikasi, bagaimana mencapai komunikasi yang efektif, komponen-komponen apa saja yang mendukung terciptanya suatu komunikasi. Mata kuliah ini juga mengkaji komunikasi verbal dan non verbal, apa saja model-model komunikasi itu. Sejauh mana perkembangan terakhir ilmu komunikasi pada saat sekarang ini.</p>
<p>3. Kompetensi Dasar<br />
Setelah mengikuti perkuliahan mata kuliah ini diharapkan mahasiswa memiliki kompetensi dasar berupa kemampuan :<br />
1.	Menjelaskan pengertian, proses dan komponen komunikasi.<br />
2.	Menjelaskkan ruang lingkup komunikasi.<br />
3.	Menjelaskan komunikasi yang efektif.<br />
4.	Menjelaskan tipe-tipe komunikasi.<br />
5.	Menjelaskan media dan alat-alat komunikasi<br />
6.	Menjelaskan komunikasi verbal dan non verbal<br />
7.	Menjelaskan fungsi komunikasi<br />
8.	Menjelaskan perkembangan teori-teori komunikasi</p>
<p>4. Hubungan Fungsional Materi Kajian</p>
<p>5. Strategi Perkuliahan<br />
Pendekatan yang digunakan dalam perkuliahan ini adalah Contextual Teaching-Learning (CTL) dengan menggunakan metode perkuliahan antara lain ceramah (kuliah mimbar), diskusi kelompok, diskusi kelas, dan kerja praktek mahasiswa melalui kolaborasi mahasiswa dan guru mata pelajaran Biologi di sekolah.</p>
<p>Langkah-langkah perkuliahan berdasarkan pertemuan sebagai berikut :<br />
1.	Pertemuan-1 : Penjelasan secara umum kontrak perkuliahan, perkenalan, dan 			     materi kuliah secara keseluruhan.<br />
Melakukan pembagian kelompok belajar mahasiswa, terdiri dari 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 orang (disebut sebagai KELOMPOK ASAL). Kelompok ini bertugas melakukan pengkajian tentang materi perkuliahan teori komunikasi.<br />
2.	Pertemuan-2-4 : Penyampaian informasi unsur-unsur komunikasi, penilaian proses dan hasil belajar Bahasa dan Sastra Indonesia dari dosen mata kuliah.</p>
<p>3.	Pertemuan-9,12 : Diskusi materi kuliah di KELOMPOK ASAL.<br />
	Masing-masing anggota kelompok memaparkan materi yang telah dikaji lalu disusun simpulan (resume) materi kajian untuk dijadikan bahan presentasi pada KELOMPOK AHLI.<br />
4.	Pertemuan-13-15 : Diskusi materi di KELOMPOK AHLI<br />
	Hasil rumusan/resume materi pada KELOMPOK ASAL dipresentasikan pada KELOMPOK AHLI. Masing-masing utusan dari kelompok asal bertugas memaparkan hasil rumusan materi pada kelompok asal. Hasil pemaparan disimpulkan sebagai pemahaman masing-masing anggota kelompok terhadap materi perkuliahan secara keseluruhan. Pemahaman ini dijadikan sebagai landasan pelaksanaan pengembangan dan uji coba perangkat penilaian yang dilakukan melalui teknik kolaborasi.<br />
5.   Pertemuan -16 : Mid Tes<br />
6.   Pertemuan -17-18 : Diskusi kelas, memperkaya perolehan dari hasil diskusi KELOMPOK AHLI<br />
6.	Pertemuan -19-22 : Kelompok mahasiswa melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran B.Indonesia SMA dalam pengembangan silabus, penyusunan instrumen penilaian, melakukan penilaian, melakukan scoring, melakukan analisis butir tes (pokok uji), dan menyusun laporan penilaian (Rincian lihat pada bagian TUGAS).<br />
7.	Pertemuan 23 dan 25 : KELOMPOK AHLI melakukan kolaborasi dengan guru di sekolah untuk menetapkan materi pokok yang akan dikembangkan perangkat penilaiannya, melakukan penilaian dan analisis perangkat penilaian<br />
9.	Pertemuan-26 s.d 27 : Diskusi hasil kerja kolaborasi pengembangan, implementasi, dan evaluasi perangkat penilaian.</p>
<p>10.	Pertemuan-28 : Ujian Akhir Semester.</p>
<p>11.	Pertemuan-29-30 : Remidial dan Pengayaan.</p>
<p>6. Materi/Bacaan Perkuliahan<br />
Cangara, Hafied.2002.Pengantar Ilmu Komunikasi.Jakarta:Rajawali Pers<br />
Mulyana, Dede.2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.<br />
McQuail, Denis and Sven Windahl. 1981. Communication Models for the Study of Mass<br />
             Communication. London. Longman.<br />
Schramm, Wilbur. 1971. The Process and Effects of Mass Communication. Urbana.<br />
             University of Illinois Press.<br />
Suprapto, Tommy.2006. Pengantar Teori Komunikasi.Yogyakarta. Media Pressindo</p>
<p>7. Tugas-Tugas Perkuliahan<br />
Pada perkuliahan ini mahasiswa diberi 2 macam tugas utama, yakni :<br />
1.	Melakukan diskusi kelas tentang materi kajian yang telah ditugaskan kepada 	    tiap kelompok pada PENGELOMPOKAN-1.<br />
2.	Tiap kelompok pada PENGELOMPOKAN-2 melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran SMA dalam melakukan pengembangan silabus, penyusunan SP, penyusunan instrumen penilaian, dan analisis hasil penilaian.</p>
<p>Tagihan Tugas-1 adalah :<br />
1.	Berita acara diskusi kelompok yang dilaporkan menggunakan format<br />
      laporan-1. Dilaporkan setiap pertemuan sejak pertemuan ke-4.<br />
2.	Laporan hasil diskusi berupa makalah yang mengkaji tentang materi yang                           menjadi tugas kelompok dalam bentuk makalah yang siap dipresentasekan menggunakan format laporan-2. Dilaporkan sesuai dengan jadwal presentase kelompok.<br />
3.	Perangkat media presentase berupa slide-slide transparansi. Dilaporkan saat presentase.</p>
<p>Tagihan Tugas-2 adalah :<br />
1.	Berita pertemuan dengan guru mata pelajaran dan diskusi kelompok, menggunakan format laporan-3.<br />
Dilaporkan dan dikomunikasikan di dalam kelas setiap pertemuan, sejak pertemuan ke-4.<br />
2.	Silabus dan Satuan Pelajaran (SP) mata pelajaran yang menjadi objek uji coba.<br />
Dilaporkan sebelum penyusunan instrumen penilaian, selambat-lambatnya 1 minggu sebelum ujian tengah semester.<br />
3.	Perangkat instrumen penilaian (kognitif, afektif, dan psikomotorik).<br />
Dilaporkan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum ujian tengah semester.<br />
4.	Hasil kegiatan penilaian, analisis butir soal, dan analisis skor.<br />
Dilaporkan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum ujian akhir semester.</p>
<p>8. Kriteria Penilaian<br />
Penilaian yang dilakukan pada mata kuliah ini mengacu pada sistem penilaian yang diatur dalam peraturan akademik Unimed:</p>
<p>Nilai= </p>
<p>Penetapan nilai dari tiap penilaian dilakukan menggunakan formula:</p>
<p>Nilai = </p>
<p>Penilaian terhadap berita acara diskusi kelompok dan atau diskusi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan atau produk-produk hasil kolaborasi dengan guru dilakukan melalui sistem penilaian portofolio, artinya tagihan ini akan menjadi bagian dari kumpulan tagihan-tagihan lainnya. Kriteria penilaian sebagai berikut :</p>
<p>No	Aspek yang Dinilai dan Kriteria Penilaian	Skor<br />
1.	Ketepatan waktu penyerahan tugas<br />
(benar =2; kurang =1; tidak =0)	0-2<br />
2.	Keterlibatan seluruh anggota kelompok<br />
(terlibat penuh =3; hanya beberap orang =2; hanya 1 orang =1)	1-3<br />
3.	Deskripsi hasil diskusi kelompok<br />
(baik =3; kurang baik =2; tidak baik =1)	1-3<br />
4.	Kelengkapan dokumen<br />
(lengkap =2; tidak lengkap =1)	1-2<br />
	Skor Maksimum	10<br />
Penilaian terhadap laporan tugas kelompok berupa makalah dan slide presentase diukur menggunakan indikator penilaian sebagai berikut :</p>
<p>No	Aspek yang Dinilai dan Kriteria Penilaian	Skor<br />
1.	Kebenaran informasi<br />
(benar =2; kurang =1; tidak =0)	0-2<br />
2.	Kesesuaian isi makalah dengan materi perkuliahan<br />
(sesuai =3; cukup =2; kurang =1; tidak sesuai =0)	0-3<br />
3.	Sistematika penyusunan makalah<br />
(terdiri dari pendahuluan, isi, dan kesimpulan/penutup)	0-3<br />
4.	Bahasa<br />
(sangat komunikatif =3; cukup =2; kurang =1)	1-3<br />
	Skor Maksimum	11</p>
<p>9. Jadwal Perkuliahan</p>
<p>Pert.<br />
ke	Tanggal	Kegiatan	Dosen	Mahasiswa<br />
1.	24 Feb 2006	Perkenalan, kontrak kuliah, dll	Presentasi 	Mendengar,<br />
Menginterpretasi<br />
2.	03 Mar 2006	Konsep-konsep penilaian	Presentasi	Mendengar,<br />
Menginterpretasi<br />
3.	10 Mar 2006	Penilaian berbasis kelas	Presentasi	Mendengar,<br />
Menginterpretasi<br />
4.	17 Mar 2006	Prosedur penilaian 	Menilai Proses	Diskusi Kelas<br />
5.	24 Mar 2006	Penilaian kognitif	Menilai Proses	Diskusi Kelas<br />
6.	31 Mar 2006	Penilaian afektif	Menilai Proses	Diskusi Kelas<br />
7.	07 Apr 2006	Penilaian psikomotorik	Menilai Proses	Diskusi Kelas<br />
8.	14 Apr 2006	Ujian Tengah Semester	Mengawasi 	Diskusi Kelas<br />
9.	21 Apr 2006	Penggunaan Statistik dalam penilaian	Menilai Proses	Diskusi Kelas<br />
10.	28 Apr 2006	Skoring &amp; Teknik pengolahan skor	Menilai Proses	Diskusi Kelas<br />
11.	12 Mei 2006	Analisis Pokok Uji	Menilai Proses	Diskusi Kelas<br />
12.	19 Mei 2006	Diskusi/Praktek-1	Menilai Proses	Diskusi Kelas<br />
13.	26 Mei 2006	Diskusi/Praktek-2	Menilai Proses	Diskusi Kelas<br />
14.	02 Jun 2006	Diskusi/Praktek-3	Menilai Proses	Diskusi Kelas<br />
15.	09 Jun 2006	Diskusi/Praktek-4	Menilai Proses	Diskusi Kelas<br />
16.	16 Jun 2006	Ujian Akhir Semester	Mengawasi 	Diskusi Kelas</p>
<p>Lampiran 1.<br />
PETUNJUK PELAKSANAAN TUGAS PENGELOMPOKAN-1<br />
“PRESENTASE MATERI PERKULIAHAN”</p>
<p>A. Tujuan<br />
	Melalui tugas ini diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar antara lain :<br />
1.	Berlatih bekerja kelompok.<br />
2.	Berlatih mengumpulkan informasi yang benar.<br />
3.	Berlatih menyusun laporan kerja kelompok yang benar.<br />
4.	Berlatih menyampaikan informasi dan saling tukar menukar informasi dengan sesama teman sebaya.<br />
B. Mekanisme dan Rancangan Kegiatan<br />
	Kegiatan ini dirancang sebagai kegiatan kelompok yang dilakukan di luar jam perkuliahan, ditunjukkan dengan adanya pertemuan rutinsetiap minggu. Pada pertemuan rutin ini setiap anggota kelompok mendapat tugas spesifik sesuai dengan kesepakatan kelompok, mengumpulkan informasi untuk keperluan tugas kelompok. Hasil pengumpulan informasi kemudian didiskusikan dengan sesama anggota kelompok untuk mendapatkan kesepakatan struktur dan isi materi yang akan menjadi isi dari makalah yang akan dipresentasekan di depan kelas.<br />
	Aktivitas pertemuan rutin tersebut di atas dibuktikan dengan bukti-bukti (portofolio) berupa berita acara pertemuan diskusi kelompok, yang berisi deskripsi kegiatan dan daftar hadir kelompok (lihat contoh format berita acara).<br />
	Diskusi rutin kelompok ini akan menghasilkan makalah dan slide-slide transparansi yang akan digunakan dan didiskusikan dalam diskusi kelas. Tiap moderator, dan notulis (Rapporter) kegiatan seminar kecil di kelas.<br />
	Setelah selesai seminar/diskusi kelas, dilakukan diskusi kelompok kembali untuk menyusun dan merumuskan hasil seminar dan dilaporkan dalam bentuk berita acara seminar (format sama dengan berita acara diskusi kelompok).<br />
	Tagihan kegiatan ini adalah portofolio berupa: jadwal pertemuan, berita acara pertemuan, makalah, slide transparansi, dan berita acara seminar.<br />
 Contoh format berita acara diskusi kelompok dan diskusi kelas:</p>
<p>BERITA ACARA DISKUSI<br />
Hari/Tanggal		:…………………….<br />
Tempat 		:…………………….<br />
Materi Diskusi		:…………………….<br />
A. Tujuan Diskusi<br />
Tuliskan tujuan umum maupun spesifik dari diskusi yang dilakukan. Tujuan sebaiknya menggunakan kalimat operasional yang dapat diukur.<br />
B. Mekanisme dan Rancangan Diskusi<br />
	Tuliskan mekanisme dan rancangan diskusi yang disepakati dengan sesama anggota kelompok maupun anggota kelas.<br />
C. Hal-hal yang Berkembang dalam Diskusi<br />
	Tuliskan berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi yang dilakukan (pertanyaan, tanggapan, kesimpulan/kesepakatan, dsb). Tuliskan pula hal-hal lain yang tidak bersifat akademik seperti kehadiran anggota/peserta diskusi, sikap dan respon peserta diskusi, dll.<br />
D. Kesimpulan<br />
	Tuliskan kesepakatan yang diperoleh dari hasil diskusi, baik yang sifatnya akademik maupun non akademik.<br />
E. Lampiran<br />
	Lampirkan daftar hadir peserta dan susunan petugas sebagai pemimpin diskusi/presenter, moderator, notulis, dan sebagainya.<br />
Contoh format daftar hadir :<br />
DAFTAR HADIR DISKUSI KELOMPOK<br />
Hari/Tanggal	:…………………<br />
Tempat 	:…………………<br />
No.	NIM	Nama Mahasiswa	Tanda Tangan<br />
1.			1.<br />
2.					2.<br />
3.			3.</p>
<p>Lampiran 2.</p>
<p>PETUNJUK PELAKSANAAN TUGAS PENGELOMPOKAN-2<br />
“KOLABORASI PENILAIAN DENGAN GURU MATA PELAJARAN”</p>
<p>A. Tujuan<br />
		Tugas perkuliahan ini diharapkan akan memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam hal :<br />
1.	Keterampilan bekerja dalam kelompok belajar.<br />
2.	Penggunaan pendekatan komunikatif dalam membangun kerja sama kemitraan dengan orang lain dalam bentuk kolaboratif dan kooperatif.<br />
3.	Membangun sendiri pengetahuan dan keterampilan dalam menetapkan tujuan penilaian, penyusunan perangkat/instrumen penilaian, melakukan penilaian, analisis butir soal, dan analisis hasil penilaian.<br />
B. Mekanisme dan Rancangan Kegiatan<br />
1.  Setiap kelompok melakukan pendekatandengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang   telah mengimplementasikan KBK (Kelas I SMA) agar bersedia secara sukarela melakukan kemitraan dalam bentuk kolaborasi dan kooperatif dalam melakukan penilaian proses dan hasil belajar dari suatu pembelajaran.<br />
2.  Menyepakati jadwal pertemuan rutin dan topik-topik yang akan dibicarakan dan dikerjakan dalam pertemuan tersebut.<br />
3.  Secara kolaborasi, mahasiswa dan guru menyusun silabus, SP, instrumen penilaian, melakukan penilaian, dan melakukan analisis dan interpretasi hasil penilaian. Bahkan kalau perlu merencanakan program remedial bila hasil analisis menunjukkan adanya siswa yang tidak mencapai ketuntasan belajar.<br />
4.   Setiap perkembangan dari kerjasama kemitraan ini merupakan salah satu bahan yang dibicarakan dalam diskusi kelompok dan diskusi kelas.<br />
5. Tagihan kegiatan ini adalah portofolio berupa: jadwal pertemuan, berita acara pertemuan, perangkat silabus, SP, instrumen penilaian, hasil analisis butir, serta analisis dan interpretasi hasil penilaian.<br />
6.   Contoh berita acara sama dengan tugas pengelompokan-1.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
